6.11.10

Reportase KeSEMaT di Pelatihan dan Lokakarya Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim Berbasis Ekosistem dan Masyarakat Wetlands International Indonesia Programme di Bogor

Bogor – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 1 – 4 November 2010, KeSEMaT yang diwakili oleh Bapak Sapto Pamungkas (Programme Campaigner) telah menghadiri Pelatihan dan Lokakarya Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim Berbasis Ekosistem dan Masyarakat yang diinisiasi oleh Wetlands International Indonesia Programme (WI-IP). Pelatihan dan Field Trip yang diselenggarakan di Hotel Permata Bogor dan beberapa Kawasan Mangrove di Jakarta ini, dinilai sangat perlu, mengingat posisi Indonesia yang berada di daerah pertemuan lempeng dunia dan jalur gunung berapi aktif. Kondisi ini menjadikan Indonesia merupakan daerah rawan bencana, seperti tsunami di Mentawai dan erupsi di Merapi, yang baru-baru ini terjadi.

Para pembicara yang hadir diantaranya adalah Prof. Rizaldi Boer dan Dr. Subandono. Pelatihan dan lokakarya WI-IP ini, membahas membahas mengenai Climate Change, upaya mitigasi dan adaptasi terhadap bencana.

Dalam lokakarya ini, dibahas mengenai mitigasi, yang merupakan sebuah upaya persiapan sebelum terjadinya bencana, sementara itu, adaptasi adalah upaya yang dilakukan setelah terjadinya bencana. Kepada para peserta lokakarya, juga dijelaskan mengenai dijelaskan mengenai konsep Ecosystem Based Adaptation (EBA) dan Community Based Adaptation (CBA).

Secara garis besar EBA adalah adaptasi bencana dengan berbasis daya dukung lingkungan pada suatu ekosistem, sedangkan CBA adalah adaptasi bencana dimana masyarakat turut berperan aktif. Susahnya kedua konsep ini untuk mengakar di masyarakat Indonesia, dikarenakan tingginya laju kerusakan lingkungan, baik di darat maupun di laut dan dimungkinkan masyarakat terbuai oleh jargon bahwa Indonesia adalah negeri “gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja”, sehingga seakan masyarakat “kaget” sehingga “gagap” setelah iklim berubah drastis dan bencana terjadi dimana-mana.

Dijelaskan juga bahwa cara terbaik penerapan konsep EBA dan CBA didaerah pesisir adalah dengan memulihkan ekosistem pesisir terutama mangrove dengan pelibatan masyarakat lokal. Keberadaan mangrove yang lestari, ternyata tidak hanya bermanfaat secara fisik, ekologi dan ekonomis, tetapi juga seperti raksasa penyerap karbon, sehingga mangrove dapat mereduksi pemanasan global.