27.4.11

Bangkitnya Para Pejuang Mangrove Muda! (Bagian 1)

Semarang – KeSEMaTBLOG. Perjuangan melawan ketidakadilan yang terjadi di kawasan mangrove, memang tak hanya dimonopoli oleh yang tua saja. Bapak Suyadi, Bapak Sururi, Ibu Lulut, Bapak Sony dan beberapa Pejuang Mangrove (PM) “senior” yang ada di negeri ini, nampaknya kini boleh berbangga hati, karena niche (baca : relung) perjuangan mereka akan segera diteruskan oleh para PM muda yang memiliki kemampuan dan kapabilitas yang tak kalah hebatnya dengan mereka. Walaupun berjuang dengan gaya dan konsep yang berbeda, namun para pemuda Indonesia ini telah membuktikan prestasinya yang luar biasa, dengan cara berkontribusi nyata dalam turut serta menyelamatkan mangrove dan masyarakatnya, selama kurun waktu satu dasawarsa terakhir ini, di pesisir-pesisir Indonesia. Sepak terjang mereka dalam memperjuangkan mangrove dengan konsep gerakan moral semata, tak usah diragukan lagi.

Orang-orang muda, yang memiliki rentang usia 19 sampai dengan 30 tahun ini, sejak “belia”, yaitu rata-rata semester 3 di bangku kuliahnya di Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Semarang, telah meniti karirnya untuk bekerja di mangrove. Di saat rekan-rekan sebayanya sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya, mereka telah dipercaya untuk mengerjakan berbagai program dan proyek mangrove dari instansi pemerintahan, perusahaan dan LSM, mulai dari tingkat daerah, nasional, regional bahkan internasional. Sebutlah nama-nama seperti Aris Priyono, Arief Marsudi Harjo, Sapto Pamungkas, Windy Indra Ardiansyah dan Oky Yuripa Pradana, yang semenjak duduk di bangku kuliahnya, sudah berani melawan arus dan bekerja untuk mangrove dan masyarakat pesisir kita. Tak hanya telah menanam dan memelihara jutaan mangrove saja, para PM muda ini juga telah berjuang demi mangrove dengan caranya masing-masing. Siapa saja mereka?

Aris Priyono
Sang Pendiri KeSEMaT ini, telah memulai karirnya di mangrove, sejak tahun 2000. Saat itu, dia masih duduk di bangku kuliahnya, semester 2. Setelah mendirikan KeSEMaT di tahun 2001, pada tahun 2003 dan 2004, Aris memimpin Proyek Mangrove REpLaNT dan Mangrove Movie, hasil kerjasama KeSEMaT dengan LSM internasional, yaitu Wetlands International Indonesia Programme. Setelah itu, selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, Aris telah berhasil membangun Jaringan KeSEMaTONLINE dan juga berhasil mengkampanyekan mangrove dengan beragam media, diantaranya musik, televisi, film, seminar, pelatihan, penyuluhan, pembuatan komik, penciptaan buku, dan media kampanye lainnya hingga ke tingkat dunia. Selain mengembangkan mangrove dengan beragam tulisannya di media massa dan KeSEMaTONLINE, Aris juga menjadi konsultan mangrove untuk beberapa pekerjaan rehabilitasi mangrove, dua diantaranya dari FoE Jepang dan Mangrove For The Future (Thailand). Tak hanya itu, Aris yang saat ini berusia 30 tahun dan masih aktif memberikan penyuluhan mangrove ke berbagai daerah ini, juga telah membuat satu buah komik mangrove dan dua buah buku mangrove yang telah disebarkan ke Indonesia bahkan dunia.

Arief Marsudi Harjo
Sebagai Direktur Eksekutif Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT), Arief telah melanglang buana ke hampir seluruh pesisir di Indonesia, untuk membantu LSM dan beberapa CSR perusahaan dalam menerapkan program rehabilitasinya. Arief yang masih berusia 27 tahun ini, berhasil menciptakan hubungan yang harmonis antara para stakeholder mangrove di Indonesia mulai dari akar rumput sampai dengan kementerian. Sebagai penanggung jawab KeSEMaT untuk program Ayo Tanam Mangrove, sebuah program nasional inisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dan International Union for Conservation and Nature (IUCN) Swiss, Arief telah bekerjasama dengan puluhan para pemangku kebijakan mangrove dari pusat hingga daerah bahkan luar negeri. Beberapa potensi mangrove yang ada di daerah-daerah pesisir di Indonesia, telah berhasil diundangkan ke tingkat nasional, sebagai bagian dari usahanya dalam menciptakan keserasian hubungan antar penggiat mangrove di Indonesia. Tak hanya itu, Arief juga berhasil menjalin kemitraan yang sangat baik, dengan para petani mangrove di daerah dengan menciptakan KeSEMaTNURSERY, sebuah jaringan jual beli bibit mangrove online, yang mempertemukan antara konsumen dengan produsen mangrove di pesisir Indonesia bahkan dunia, untuk bersama-sama mengerjakan program dan proyek rehabilitasi mangrove di pesisirnya, masing-masing.

Sapto Pamungkas
Memiliki spesialisasi dalam bidang kampanye dan pelatihan mangrove, telah membuat Sapto yang masih berusia 25 tahun dan saat ini menjabat sebagai Program Campaigner KeSEMaT ini, seringkali harus bepergian ke luar daerah untuk mengkampanyekan mangrove ke berbagai organisasi dan institusi. Balikpapan, Bogor, Sukabumi, Jakarta, Gresik, NAD, Nias, Nusa Tenggara, Bali dan daerah lainnya, telah disambangi Sapto, untuk memberikan pelatihan mengenai rehabilitasi mangrove kepada masyarakat yang memerlukan. Sapto juga berhasil menyuarakan mangrove mewakili KeSEMaT di forum-forum internasional, dua diantaranya adalah Bayer Young Environmental Envoy (BYEE) dan pertemuan dan pelatihan LSM Indonesia yang diinisiasi oleh Wetlands International dan UNESCO PBB. Selain itu, Sapto juga mengkampanyekan mangrove dengan konsep lain, yaitu dengan membangun portal wisata mangrove di internet, dengan branding KeSEMaTOUR, yang bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih mencintai mangrovenya melalui perjalanan wisata di kawasan mangrove.

Windy Indra Ardiansyah
Indra yang masih berumur 22 tahun ini, bekerja di mangrove dengan cara mengerjakan berbagai program dan proyek penelitian mangrove, yang hasilnya dipergunakan sebagai data dan rujukan bagi kampanye mangrovenya ke berbagai lokasi di pesisir Indonesia. Sebagai Program Manager KeSEMaT, selain menjadi supervisor untuk program-program seminar dan pelatihan nasional mangrove KeSEMaT, Indra juga telah berkunjung ke berbagai pesisir Indonesia, terutama di PANTURA, untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan mangrove. Sampai dengan saat ini, Indra telah menyuluh ratusan pelajar, mahasiswa, masyarakat pesisir, dinas dan LSM mengenai teknik-teknik rehabilitasi mangrove yang benar, teknik identifikasi jenis-jenis mangrove dan fungsi ekonomi yang bisa dimanfaatkan secara bijak, dari mangrove. Indra yang saat ini masih menyelesaikan tugas akhir kuliahnya ini, masih aktif mengkampanyekan mangrove di MECoK Teluk Awur Jepara dan berkeliling ke berbagai titik - yang mengalami degradasi lahan mangrove yang parah - untuk membantu menanam dan memelihara bibit dan propagul mangrove bersama masyarakat.

Oky Yuripa Pradana
Mendirikan Toko Mangrove Online, adalah konsep dan usaha nyata yang telah dilakukan oleh mantan Presiden KeSEMaT ini. Selain aktif memberikan penyuluhan dan pelatihan mangrove di tingkat pelajar dan mahasiswa, Oky juga berjuang demi mangrove dengan konsep “mangrovetreneurship”, yang mulai dikembangkannya sejak awal kuliahnya. Oky yang saat ini, masih duduk di bangku kuliah semester 7 ini, telah berhasil membangun KeSEMaTOKO dan menciptakan branding dan jargon “MANGROVER Mangrove Gear”, dengan cara menjual beragam produk mangrove, mulai dari kaos, kerajinan, makanan, pin, gantungan kunci dan lain-lain dengan konsep donasi. Tak hanya itu, Oky yang masih berusia 19 tahun ini, juga berhasil memimpin berbagai program mangrove tingkat nasional, seperti seminar dan pelatihan mangrove yang berhasil mendatangkan ratusan peserta dari tingkat kementerian hingga pelajar, dari dalam dan luar negeri.