25.4.11

Mangrove Merambah Cafe!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Kampanye mangrove kami menjelang usia kesepuluh tahun ini, pada akhirnya mulai merambah ke komunitas urban perkotaan yang (katanya) identik dengan budaya “hedonisnya” (?). Tak berniat (sama sekali) untuk mengadopsi gaya hidupnya, melalui cafe-cafe di Semarang dan sekitarnya, kami hanya mau mencoba untuk menggaet “pangsa pasar” mangrove kami, ke komunitas yang lebih luas lagi, setelah selama kurang lebih satu dasawarsa ini, kami mengoptimalkan diri untuk berkampanye mangrove di komunitas pesisir yang kiranya agak jauh dari hiruk pikuk perkotaan.


Dengan KeSEMaTUSTIK, sebuah band berlirik mangrove besutan kami, secara perlahan namun pasti, kami mulai mengadakan konser musik mangrove (kecil-kecilan), mulai dari rumah makan, resto dan di cafe-cafe di sekitar Semarang. Dengan musik, kami mencoba untuk meleburkan kampanye mangrove konvensional kami dengan kampanye mangrove yang lebih modern, agar lebih bisa menyatu dan “diterima” oleh berbagai komunitas. Foto di atas ini adalah foto kami di sebuah cafe, sesaat setelah tampil mengkampanyekan mangrove.

Konsep kampanye mangrove kami ini, ternyata berhasil. Saat kami “manggung” menyayikan lagu-lagu mangrove, banyak permintaan dari pengunjung yang meminta kesediaan kami untuk menyayikan lagu kembali. Tak sekedar bernyanyi, kami juga mengadakan dialog mangrove dengan pengunjung cafe, sembari menanyakan kepada mereka apakah mangrove telah mereka kenal (?). Bila belum, maka selanjutnya kami akan menjelaskan pengetahuan dasar-mangrove, seperti tempat hidupnya, fungsi, manfaat dan jenis-jenisnya.

Dengan usaha seperti inilah, sampai saat ini, tawaran manggung menyuarakan penyelamatan mangrove dan masyarakat pesisir, selalu kami terima di setiap waktu. Dan, dari hasil “ngamen mangrove” kami dari cafe ke cafe inilah, pada akhirnya kami juga bisa membantu menyalurkan donasi mangrove untuk membiayai program-program konservasi mangrove kami secara mandiri. Semangat MANGROVER!