24.4.11

KeSEMaTER Memberikan Penyuluhan Mangrove Kepada 78 Murid YPI NASIMA Semarang di MECoK, Teluk Awur

Teluk Awur – KeSEMaTBLOG. Pada hari Sabtu, tanggal 23 April 2011, siswa/siswi dari SMA Yayasan Pendidikan Islam (YPI) NASIMA Semarang kelas XI, telah berkunjung ke MECoK, Teluk Awur Jepara. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka kegiatan eksplorasi lingkungan yang terdapat dalam salah satu mata pelajaran mereka. Kegiatan kunjungan diawali dengan penyampaian materi ruangan, berupa presentasi mangrove mengenai MECoK yang disampaikan oleh Bpk. Sapto Pamungkas, S.Kel (Programme Campaigner) yang dimoderatori oleh Sdr. Fuad Ashari (Presiden). Penyampaian materi mangrove ini, dilaksanakan di Ruang Seminar Kampus Marine Station UNDIP, Teluk Awur Jepara.

Penyampaian materi mangrove dimulai pada pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan praktek lapangan, dengan berkunjung langsung ke MECoK dan tempat persemaian bibit (bedeng) mangrove KeSEMaT. Praktek pembibitan mangrove ini, dilakukan pada pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Keseluruhan acara berlangsung dengan baik dan lancar. Selama penyampaian materi ruangan, para siswa/siswi SMA NASIMA sangat antusias. Saat KeSEMaTER mengajukan pertanyaan mengenai mangrove, salah satu murid yang bernama Firman, mampu menjawabnya dengan benar. Tak kalah antusiasnya, ketika para siswa berkunjung langsung ke lapangan, mereka tak segan untuk turun ke lumpur mangrove guna melihat bedeng persemaian mangrove KeSEMaT, dari dekat. Dalam kesempatan ini, Sdr. Fuad Ashari memandu mereka dan melatih teknik pembibitan dan penanaman mangrove.

Selanjutnya, para siswa juga terlihat begitu menikmati acara jalan-jalan di MECoK yang dipandu langsung oleh Sdr. Guntur Diantoro (MENDIKTAN) dan Sdr. Windy Indra Ardiansyah (Programme Manager), meskipun diantara mereka banyak yang berteriak karena kakinya lecet terkena duri daun Acanthus sp dan pecahan karang.

Akhirnya, pada pukul 16.00 WIB, acara kunjungan ke MECoK, selesai. Para siswa melakukan bersih diri dan pergi meninggalkan MECoK, tentunya dengan membawa perasaan senang dan pengalaman yang tidak terlupakan, yang belum pernah mereka dapatkan di bangku sekolah.