15.8.12

Press Release Mangrove Conservation 2012 : Penanaman dan Pemeliharaan 10.000 Bibit Mangrove di Tanggul Tlare, Jepara

I. JUDUL KEGIATAN
Mangrove Conservation 2012: Penanaman dan Pemeliharaan 10.000 Bibit Mangrove di Tanggul Tlare Jepara

II. PELAKSANA KEGIATAN
Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) Kantor KeSEMaT Semarang: Jl. Ngesrep Barat V/35 Semarang, 50275 Jawa Tengah - Indonesia P. +622470527552 F. +62247474698 CP. Ganis Riyan Efendi +62857 4078 7051 E. kesemat@undip.ac.id W. www.kesemat.undip.ac.id

III. DURASI KEGIATAN/JADWAL KEGIATAN
Kamis, 6 September 2012

IV. MITRA KEGIATAN
KeSEMaT dalam kegiatan ini bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

V. LATAR BELAKANG
Keberadaan hutan mangrove sebagai bagian dari ekosistem pesisir memiliki fungsi ganda dalam kehidupan masyarakat, yaitu fungsi sosial ekonomi dan lingkungan hidup. Secara sosial ekonomi, mangrove memiliki nilai ekonomi baik dari kayu, buah maupun berbagai biota didalamnya. Sementara itu, dari sisi lingkungan hidup, mangrove memiliki peran sebagai benteng alami daratan dari terjangan abrasi pantai dan flora faunanya memiliki nilai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Ekosistem mangrove di Kabupaten Jepara semakin lama semakin berkurang luasannya sehingga tingkat abrasi pantai yang terjadi di pesisirnya semakin tinggi. Panjang garis pantai Kabupaten Jepara saat ini mencapai 82 km, sementara beberapa tahun lalu 79 km. Perubahan garis pantai ini terjadi karena abrasi yang merubah bentuk pantai menjadi semakin menjorok ke daratan sehingga garis pantai menjadi semakin panjang, yang mengakibatkan daratan berkurang. Padahal, keberadaan mangrove sebagai benteng alami terbukti dapat menahan laju abrasi pantai ke daratan.

Desa Tanggul Tlare yang secara admnistratif terletak di wilayah Kecamatan Kedung Jepara, merupakan desa yang mengalami kerusakan paling parah akibat terjangan abrasi. Ekonomi masyarakat yang sebagian besar mengandalkan tambak udang dan garam juga terganggu akibat abrasi.

Daerah terabrasi yang semakin lama semakin meluas, menyebabkan tambak udang dan garam tidak dapat berproduksi secara maksimal. Untuk itulah, upaya rehabilitasi mangrove menjadi salah satu alternatif solusi untuk mencegah abrasi bertambah parah.

VI. TUJUAN UMUM
Melakukan upaya pemulihan kerusakan ekosistem mangrove dan antisipasi perubahan iklim di wilayah pesisir Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

VII. TUJUAN KHUSUS
1. Menumbuhkan apresiasi dan kesadaran stakeholder terkait terhadap pentingnya ekosistem mangrove. 2. Melakukan penanaman mangrove secara massal sebagai upaya pemulihan kerusakan ekosistem mangrove dan antisipasi perubahan iklim di wilayah pesisir. 3. Melibatkan swasta yang diharapkan menjadi pemicu seluruh stakeholder untuk berperan aktif dalam pelestarian wilayah pesisir. 4. Tercapainya upaya rehabilitasi ekosistem mangrove yang berbasis pemberdayaan masyarakat.

VIII. DESKRIPSI KEGIATAN
Dalam upaya pemulihan kerusakan ekosistem mangrove dan antisipasi perubahan iklim di wilayah pesisir, KeSEMaT bekerja sama dengan LPEI (donator utama) akan melaksanakan kegiatan penanaman dan pemeliharaan 10.000 mangrove yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 September 2012 di wilayah pesisir Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Penanaman mangrove secara simbolis akan dilakukan oleh perwakilan dari LPEI, Pemkab. Jepara, Camat Tahunan, Kepala Desa Tanggul Tlare, dan KeSEMaT. Penanaman ini akan melibatkan 100 peserta dari berbagai mitra kerja KeSEMaT. Kegiatan meliputi penanaman beserta penyulaman mangrove dari hasil penanaman di tempat yang sama pada bulan Juni 2012, yang telah dilakukan KeSEMaT bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jepara.

IX. PESERTA
1. Program ini adalah gratis, para peserta tidak dikenakan biaya apapun.
2. Peserta penanaman mangrove adalah para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia, khususnya Semarang.
3. Pendaftaran peserta dimulai dari tanggal 16 Agustus – 5 September 2012.
4. Peserta dipersilahkan untuk langsung mendaftarkan dirinya ke Kantor KeSEMaT, Jl. Ngesrep Barat V/35 Semarang Jawa Tengah INDONESIA. P. (024) 70527552 F. (024) 7474698. E. kesemat@undip.ac.id. W. www.kesemat.undip.ac.id.
5. Panitia tidak menerima pendaftaran melalui SMS. Untuk itu, para peserta diwajibkan datang langsung atau diwakilkan secara kolektif ke Kantor KeSEMaT.
6. Akomodasi dan transportasi akan ditanggung penuh oleh panitia.
7. Rombongan peserta dan panitia berangkat pukul 06.00 WIB dari Gedung Serba Guna (GSG) UNDIP Tembalang menuju ke lokasi penanaman.
8. Semua peserta diharapkan datang tepat waktu.
9. Panitia akan membatasi jumlah peserta sebanyak 50 orang.
10. Pada saat di lokasi penanaman, diharapkan peserta menggunakan pakaian lapangan.
11. Peserta diwajibkan mengikuti keseluruhan acara dari awal sampai dengan akhir.
12. Peraturan dan ketentuan lain yang belum tercantum di TOR ini, akan disampaikan oleh panitia di lokasi acara.

X. FASILITAS
Transportasi Semarang – Jepara (PP), Snack, Kaos dan Sertifikat.

XI. KONTAK
Segala bentuk korespondensi berkaitan dengan kegiatan ini bisa ditujukan kepada:
Sdr. Ganis Riyan Efendi
Menteri Website dan Internet (MENWEBNET) KeSEMaT
HP. +62857 4078 7051

KeSEMaT adalah Unit Kegiatan Kemahasiswaan di bawah Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Informasi selengkapnya tentang KeSEMaT, silahklan mengunjungi Jaringan KeSEMaTONLINE www.kesemat.undip.ac.id.

XII. PENUTUP
Demikian TOR ini kami buat. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap lingungan pesisir, terutama ekosistem mangrove yang perlu kita lestarikan. Atas kerjasama semua pihak yang mendukung kegiatan ini, kami sampaikan terima kasih.