21.2.13

KKMD Jateng : Abrasi Ancam Pesisir Pantai Selatan Jawa!

Purworejo – KeSEMaTBLOG. Jawa Tengah (Jateng) merupakan salah satu provinsi yang terkenal dengan beraneka ragam jenis mangrovenya. Selama ini, masyarakat hanya mengenal mangrove di Pantai Utara (Pantura) Jateng, padahal apabila kita telisik lebih jauh, mangrove di Pantai Selatan (Pansela) Jateng tak kalah indahnya dengan mangrove di Pantura Jateng.

Dan mulai tahun ini, Pemprov Jateng melalui Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jateng, mulai menggalakkan program green belt di Pansela Jateng untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan sebagai antisipasi ancaman perubahan iklim.

Dalam kesempatan ini, KKMD Jateng yang diwakili oleh Sdr. Muhammad Faisal Rachmansyah (KeSEMaT - DP), Bapak Imam Sulistyono, Ibu Lisa Olivia (Biro Bina Produksi Setda Jateng), Bapak Tri Hartoyo (Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jateng), Ibu Wiwik (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng), dan Bapak Suhirin (Dinas Kehutanan Provinsi Jateng), pada tanggal 17 Februari 2013 telah melakukan kegiatan MONEV (Monitoring dan Evaluasi) di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo.

Rutinitas yang dilakukan tiap bulan ini, dilakukan untuk melakukan konsolidasi dengan instansi terkait mengenai kondisi mangrove di daerah setempat dan melakukan survei lapangan.

Pada MONEV di Kabupaten Purworejo, berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan, sudah terjadi abrasi yang menghilangkan TPI di pantai Keburuan, di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo..

Sementara itu, di Kabupaten Kebumen, rombongan KKMD Jateng juga sempat memantau penanaman 1000 batang bibit cemara udang (Casuarina equisetifolia) yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jateng, di lokasi laguna Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen.

Lokasi wisata yang masih sangat asri ini, dengan gunungan pasir yang menutupi dan dentuman gelombang laut Pansela, menjadi salah satu tempat yang mendapat perhatian dari KKMD Jateng, agar ke depan kondisinya tidak seperti di Segara Anakan yang sudah terkena abrasi sangat parah.

Kedepan, diharapkan terus terjadi konsolidasi yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat di semua pesisir Jawa, untuk bersama-sama menyelamatkan mangrove dan warga di pesisir Pantura dan Pansela Jawa. Semangat MANGROVER!