19.10.13

KeSEMaT Trainer Pelatihan Usaha Produktif Berbahan Baku Mangrove Dinas Kehutanan Jawa Tengah

Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 16-17 Oktober 2013, KeSEMaT bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Balai Pengendali Pemanfaatan Hasil Hutan Wilayah 1 Semarang, dan Dinas Pertanian Kota Semarang telah sukses menyelenggarakan acara “Pelatihan Pengembangan Usaha Produktif Berbahan Baku Mangrove di Hotel Aularis Karang Ayu, Semarang”. 

Acara tersebut dilakukan selama dua hari, dimulai pada pukul 09.00 WIB - 16.00 WIB yang diikuti oleh tiga puluh peserta yang berasal dari berbagai Kelurahan di Kota Semarang.

Pada pelatihan tersebut, peserta dilatih untuk mengenal jenis mangrove, mengetahui fungsi dan manfaat mangrove, dan memanfaatkan serta mengolah buah mangrove menjadi berbagai olahan jajanan mangrove.

Hari pertama, peserta diberi materi presentasi yang berisi tentang pengenalan jenis mangrove, teknik rehabilitasi, dan fungsi dan manfaat mangrove yang disampaikan oleh Sdr. Ganis Riyan Efendi (DP) KeSEMaT. Kemudian, dilanjutkan dengan presentasi cara pengolahan buah mangrove menjadi siap konsumsi yang disampaikan oleh Sdr. Kamto Wahyono (DP) selaku owner Mas Jamang.

Hari kedua, merupakan praktik mengolah dan memasak buah mangrove yang dipandu langsung oleh Mas Jamang dan perwakilan dari dua kelompok pengolah buah mangrove binaan KeSEMaT.

Pada sesi ini, peserta diajak secara langsung untuk mengolah buah mangrove. Tahap pertama yang dilakukan adalah pengupasan buah mangrove yang dilanjutkan dengan penawaran buah mangrove. Penawaran buah mangrove dilakukan untuk menghilangkan kandungan tanin dan HCN yang terdapat di dalam buah mangrove.

Selanjutnya, peserta dilatih untuk mengolah buah mangrove tersebut menjadi Jajanan Mangrove (Jamang), diantaranya adalah kue lumpur mangrove, stik mangrove dan bolu mangrove yang gurih dan lezat! Proses pembuatan jajanan mangrove tidaklah sulit.

Prosesnya sama dengan pembuatan jajanan pada umumnya, yang membedakan adalah bahan dasarnya menggunakan buah mangrove. Selama pelatihan, peserta bebas bertanya terkait dengan kegiatan yang sedang dilakukan.

Antusias dari peserta pelatihan cukup besar dilihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan selama acara, sehingga keramaian dan kehikmatan dalam pelatihan sangat terasa sekali.

Kemudian, pelatihan ditutup oleh perwakilan dari Balai Pengendali Pemanfaatan Hasil Hutan Wilayah 1 Semarang dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga pelatihan ini berlanjut sampai dengan timbulnya kelompok-kelompok pengolah buah mangrove dan pembudidaya mangrove supaya mangrove di Indonesia tetap lestari. Amin. Salam MANGROVER!