19.10.13

Kiprah KeSEMaT di Seminar Mangrove Internasional, Bogor

Bogor - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 16 - 17 Oktober 2013, KeSEMaT berkesempatan untuk mengikuti Seminar Internasional Mangrove yang diselenggarakan oleh PT. Bintuni Utama Murni Wood Industries (BUMWI) dan Fakultas Kehutanan IPB di Aston Hotel, Bogor. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka perayaan 25 tahun operasi PT BUMWI kawasan Teluk Bintuni, Papua.

Pada kesempatan kali ini, KeSEMaT diwakili oleh Dr. Rudhi Pribadi (Pembimbing), Sdr. Afriza Aziz (IKAMaT), Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (IKAMaT), Sdr. Amrullah Rosadi (Presiden), dan Sdr.Yeremia Septian Agung Wibowo (Staf MENPORSI).

Acara ini mempertemukan praktisi mangrove yang cukup terkenal di dunia permangrovean dunia, antara lain Prof. Peter Saenger (Southern Cross University – Australia), Benjamin Brown (Mangrove Action Project – Amerika Serikat), Prof. Daniel Mudiyarso (CIFOR – Indonesia), Yasuko Inoue, BSc, MA, MoF (JICA – Jepang), Dr. Rudhi Pribadi (Ilmu Kelautan UNDIP – KeSEMaT, Indonesia) dan Muljadi Tantra (Green Forest Product and Technology – Singapura) dalam format diskusi panel tiga sesi.

Dalam seminar internasional ini dibahas mengenai bagaimana pemanfaatan mangrove yang bersifat sustainability dan menguntungkan bagi masyarakat dengan cara memperkenalkan teknik budidaya mangrove dalam jangka panjang untuk dijadikan hutan produksi atau silvikultur hutan mangrove.

Produk-produk KeSEMaT dan CV.KeMANGI nampak hadir di Seminar Internasional Mangrove PT BUMWI ini, diantaranya Batik Bakau, Mas Jamang, GROVENIR dan mangrover.

Banyak tokoh mangrove dunia yang tertarik untuk melihat bahkan membeli produk CV. KeMANGI, seperti Ibu Helen Saenger, istri dari Prof. Peter Saenger yang sangat antusias dengan kehadiran produk mangrove KeSEMaT, tersebut. Prof. Kaneko dari Jepang bahkan yang membeli Batik Bakau senilai jutaan rupiah.

Semoga dengan adanya seminar ini, dapat memberikan pengetahuan dan informasi baru, mengenai pembudidayaan mangrove secara bijak, untuk kesejahteraan warga pesisir dunia dan kelestarian ekosistem mangrove di masa depan. Amin. Semangat MANGROVER!