25.3.15

KeSEMaT Hadiri Workshop and Launching on Building With Nature Programme Wetlands International

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 14 Maret 2015, KeSEMaT menghadiri Workshop and Launching on Building With Nature Programme, sebuah program penyelamatan kawasan pesisir di Pantai Utara (Pantura) Jawa, yang diinisiasi oleh Wetlands Indonesia atas bantuan pendanaan dari pemerintah Belanda. Tahap pertama proyek ini sudah berjalan dengan baik di Demak, dengan pembangunan Alat Pemecah Ombak (APO) yang ramah lingkungan berteknologi Hybrid Engineering.

Kegiatan diselenggarakan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, yang dalam kesempatan ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Hari Prayogi (DP) dan Sdr. Dinuarca E. W. (DP). Sehubungan dengan keterlibatan afiliasi KeSEMaT dalam proyek pertama HE, maka CV. KeMANGI yang diwakili oleh Bapak Arief Marsudi Harjo (Dirut) dan Yayasan IKAMaT yang diwakili oleh Bapak Aris Priyono (Pengawas) juga turut hadir dalam workshop kali ini.

Acara dibuka dengan sambutan-sambutan dan penjelasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta yang diwakili oleh Bapak Eko Rudianto mengenai proyek ini. Dalam penjelasannya, KKP menjelaskan bahwa bermitra dengan Wetlands Internasional dan Indonesia, mereka mencoba membantu masyarakat pesisir di Pantura, khususnya Demak untuk menanggulangi permasalahan pesisirnya.

Selain KKP Jakarta, juga dihadirkan pakar kelautan, yaitu Prof. Zaenuri dari FPIK UNDIP untuk menjelaskan mengenai teknik yang tepat dalam rangka mengatasi permasalahan pesisir di Pantura. Perwakilan Wetlands International dan mitra kerja lainnya dari Belanda juga nampak hadir.

"Beberapa hal yang perlu diperhatikan pelaksana program HE ini adalah kondisi geologi Demak dan Semarang yang berbeda dengan Belanda. Pelaksanaan proyek HE bisa saja dilakukan di Indonesia, namun harus tetap diawasi mengingat perbedaan tersebut," demikian kata salah satu peserta dari Demak.

Bapak Arief dari CV. KeMANGI juga menambahkan bahwa selaku pelaksana di lapangan, pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak, juga telah banyak melakukan pertemuan dengan warga sekitar lokasi, sebelum pembangunan HE dilakukan di Demak, pada tahap pertama.

"Workshop ini adalah upaya replikasi program, dimana di tahap pertama, KeSEMaT berhasil mengimplementasikan HE di lapangan. Di Semarang, untuk lima tahun kedepan, HE akan diujicoba sehingga diharapkan dapat menanggulangi masalah abrasi yang sangat mengkhawatirkan," demikian jelas Sdr. Dinuarca.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung ke Demak, dimana proyek HE pertama diimplementasikan. Kegiatan workshop berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan foto bersama.