7.12.12

PSAP UGM : Relasi CSO Mangrove dan Pemda di Semarang Berjalan Baik!

Yogyakarta - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 5 Desember 2012, bertempat di Ruang Sekip Hotel UC Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, KeSEMaT telah menghadiri undangan workhsop mengenai “Relasi Civil Society Oganisations (CSO) dan Negara di Indonesia,” dengan maksud memahami hubungan antara Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan Negara. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) dan Fakultas Geografi UGM.

Dalam kesempatan ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Windy Indra A. (IKAMaT), Sdr. Ganis R. E. (MENWEBNET), Sdr. Galih E. N. (Staf MENKOMSI), Sdr. Aditya S. B. (Staf MENWIRA), Sdri. Sayyidah F. (MENPORSI), dan Sdr. Pradaniati F. (Staf MENWIRA). Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari lembaga OMS, baik dari akademisi maupun swasta, serta perwakilan dari pemerintahan.

Tujuan workshop ini adalah untuk menyampaikan hasil sementara dari studi literatur mengenai hubungan antara OMS dan pemerintah (10 tahun terakhir) ditinjau dari sejarah regulasi terkait, sekaligus menyampaikan hasil survei dan studi kasus mengenai hubungan antara OMS dan pemerintah serta hubungannya dengan persoalan penanganan bencana alam.

Acara ini dimulai pada pukul 08.30 WIB, diawali dengan registrasi peserta. Kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan dan sambutan oleh Prof. P. M. Laksono. Setelah itu, peserta diberi waktu untuk coffee break. Pada pukul 09.40 WIB, masuk ke acara inti, yaitu pemaparan materi. Terdapat tiga materi yang diberikan, antara lain Hasil Kajian Literatur, Survei, dan Studi. Secara garis besar, pemaparan yang diberikan berisi tentang keterkaitan OMS dengan masyarakat, dan negara sebagai pucuk pemegang kedaulatan.

Workshop juga membahas mengenai OMS yang terdapat di Semarang. KeSEMaT yang dalam hal ini adalah organisasi akademis yang bergerak dibidang konservasi mangrove, memberikan pendapatnya mengenai hal ini. Sdr. Windy selaku perwakilan dari KeSEMaT (lihat foto di atas) menjelaskan bahwa diawal berdirinya KeSEMaT, memang agak sulit untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat. Namun, semenjak KeSEMaT mengadakan kegiatan-kegiatan konservasi mangrove yang progresif dan kontinyu, pada akhirnya tak hanya pemerintah daerah saja, masyarakat dan para penggiat konservasi mangrove lainnya juga turut mendukung dan membantu menyukseskan program-program kerja KeSEMaT.

Tak hanya KeSEMaT, di Semarang juga terdapat OMS lain yang memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga menurut penelitian yang telah dilakukan, bisa disimpulkan bahwa hubungan antara OMS khususnya mangrove dengan pemerintah dan masyarakat di Semarang sudah berjalan dengan sangat baik. Acara yang diakhiri pada pukul 11.30 WIB ini, ditutup oleh Drs. Sukamadi, MA dengan doa bersama. Semangat MANGROVER!