4.10.26

Duta Mangrove Indonesia: DUMATRA dan DUMATRI Sejak 2011

Semarang – KeSEMaT. Sejak 2011, Duta Mangrove Indonesia telah menjadi bagian penting dari perjalanan KeSEMaT dalam membangun generasi muda yang memahami mangrove tidak hanya sebagai simbol gerakan lingkungan, tetapi sebagai ekosistem yang harus dipelajari, dijaga, dipulihkan, dan dikomunikasikan kepada masyarakat dengan pengetahuan yang benar.

Melalui Duta Mangrove KeSEMaT Putra (DUMATRA) dan Duta Mangrove KeSEMaT Putri (DUMATRI), KeSEMaT mengembangkan proses kaderisasi yang mempertemukan pengetahuan ekologi mangrove, kemampuan komunikasi, rehabilitasi ekosistem, pemberdayaan masyarakat, kreativitas, serta kepemimpinan generasi muda. Program ini terus beregenerasi dari tahun ke tahun dan telah melahirkan DUMATRA dan DUMATRI lintas angkatan sejak pertama kali diselenggarakan pada 2011.

Bagi KeSEMaT, menjadi Duta Mangrove tidak cukup hanya mampu tampil di depan publik. Duta harus memahami apa yang dibicarakan, mengetahui apa yang diperjuangkan, mampu bekerja bersama masyarakat, dan memiliki kapasitas untuk menerjemahkan pengetahuan ekologis menjadi gerakan yang dapat dipahami generasi muda.

DUMATRA dan DUMATRI sebagai Duta Mangrove Indonesia

DUMATRA merupakan singkatan dari Duta Mangrove KeSEMaT Putra, sedangkan DUMATRI merupakan Duta Mangrove KeSEMaT Putri. Keduanya dipilih melalui proses seleksi yang dirancang untuk menemukan generasi muda dengan kombinasi kemampuan intelektual, komunikasi, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan pemahaman lingkungan.

Sejak awal, konsep DUMATRA dan DUMATRI tidak diarahkan sebagai kontes penampilan. KeSEMaT justru menempatkan pengetahuan ekologis mangrove sebagai salah satu fondasi utama dalam proses pemilihan. Kemampuan berbicara dan tampil tetap penting karena seorang duta harus mampu berkomunikasi dengan publik, tetapi kemampuan tersebut harus didukung substansi.

Para calon Duta Mangrove Indonesia karena itu harus menghadapi berbagai tahapan seleksi, mulai dari wawancara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, literasi mangrove, pemahaman mengenai ekosistem pesisir, kemampuan public speaking, hingga praktik rehabilitasi mangrove.

Peserta juga dituntut mampu menuangkan gagasan mengenai mangrove dan lingkungan, menunjukkan keterlibatan dalam aktivitas sosial, serta memiliki pemahaman mengenai pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, proses seleksi tidak hanya mencari figur yang komunikatif, tetapi juga generasi muda yang memiliki kapasitas untuk membawa isu mangrove ke ruang publik secara bertanggung jawab.

Seleksi Duta Mangrove Berbasis Pengetahuan Ekologi

Pengetahuan mengenai ekologi mangrove menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan DUMATRA dan DUMATRI. Seorang duta tidak cukup hanya mengetahui bahwa mangrove mampu melindungi pesisir, menyimpan karbon, atau menjadi habitat berbagai biota.

Pemahaman harus bergerak lebih jauh.

DUMATRA dan DUMATRI perlu mengenal dinamika pasang surut, hidrologi, karakter substrat, zonasi spesies, regenerasi alami, dinamika sedimentasi, kondisi pesisir, hingga prinsip dasar rehabilitasi mangrove. Pengetahuan tersebut penting agar kampanye mangrove tidak berhenti pada slogan atau aktivitas penanaman semata.

Pendekatan ini juga selaras dengan perkembangan program-program rehabilitasi yang dijalankan KeSEMaT dan jejaringnya, termasuk pendekatan berbasis kondisi ekologis, pemantauan, serta pembelajaran adaptif yang terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan mangrove.

Dalam praktiknya, rehabilitasi mangrove tidak selalu berarti menanam sebanyak mungkin bibit. Kondisi tapak, hidrologi, kesesuaian spesies, regenerasi alami, dan tekanan lingkungan harus dipahami sebelum intervensi dilakukan.

Karena itu, seorang Duta Mangrove Indonesia diharapkan mampu menyampaikan kepada publik bahwa menjaga mangrove membutuhkan pengetahuan, bukan sekadar semangat.

Bukan Hanya Mengandalkan Penampilan

DUMATRA dan DUMATRI dikembangkan dengan pandangan bahwa seorang duta lingkungan harus memiliki kapasitas lebih dari sekadar penampilan fisik. Kemampuan menyampaikan ide, pengetahuan, pengalaman sosial, kepemimpinan, dan rekam aktivitas menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mereka.

Seorang duta dapat tampil menarik dan percaya diri di atas panggung, tetapi nilai sebenarnya akan terlihat ketika ia harus menjelaskan persoalan mangrove kepada pelajar, berdiskusi dengan masyarakat pesisir, berbicara dalam seminar, memfasilitasi peserta pelatihan, atau turun langsung ke lokasi rehabilitasi.

Pada titik tersebut, kemampuan komunikasi harus bertemu dengan pengetahuan.

Penampilan dapat membuka perhatian, tetapi pengetahuan, gagasan, kapasitas sosial, dan kerja nyata menentukan kualitas seorang Duta Mangrove.

Inilah prinsip yang terus dipertahankan dalam perjalanan DUMATRA dan DUMATRI sejak 2011.

Dari Duta Mangrove Menjadi Edukator dan Spokesperson KeSEMaT

Setelah terpilih, perjalanan DUMATRA dan DUMATRI tidak berhenti pada penyerahan gelar. Justru sejak saat itulah tanggung jawab sebagai Duta Mangrove mulai dijalankan.

DUMATRA dan DUMATRI menjadi salah satu wajah KeSEMaT dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan edukasi, kampanye, komunikasi publik, rehabilitasi, pelatihan, hingga jejaring mangrove. Mereka dapat hadir sebagai spokesperson, edukator, fasilitator, motivator, tenaga pengajar, maupun trainer dalam berbagai kegiatan KeSEMaT.

Dalam seminar nasional maupun internasional, para duta berperan membantu mengomunikasikan isu mangrove kepada audiens yang lebih luas. Dalam kegiatan pendidikan, mereka menyederhanakan konsep-konsep ekologi agar lebih mudah dipahami. Dalam kegiatan lapangan, mereka berhadapan langsung dengan realitas ekosistem pesisir yang dinamis.

Salah satu ruang edukasi yang melibatkan peran tersebut adalah KeSEMaT Goes to School, ketika pengetahuan mangrove dibawa langsung kepada pelajar. Melalui kegiatan seperti ini, DUMATRA dan DUMATRI tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memperkenalkan bahwa konservasi dapat menjadi bagian dari aktivitas, pilihan, dan masa depan generasi muda.

Mereka juga terlibat dalam berbagai pameran mangrove, kampanye lingkungan, kegiatan rehabilitasi, pelatihan, forum diskusi, dan agenda lain yang masih berkaitan dengan mangrove, pesisir, serta pemberdayaan masyarakat.

DUMATRA dan DUMATRI sebagai MANGROVEMAGZ Ambassador

Perjalanan DUMATRA dan DUMATRI juga berkembang ke ruang media. Setelah terpilih, para Duta Mangrove menjalankan peran sebagai MANGROVEMAGZ Ambassador, membawa isu mangrove melalui komunikasi publik dan konten yang menjangkau audiens lebih luas.

MANGROVEMAGZ menjadi salah satu ruang komunikasi yang menghubungkan isu mangrove dengan masyarakat melalui pendekatan jurnalistik, edukasi, kampanye, dan media digital.

Peran ini semakin relevan karena cara generasi muda menerima informasi terus berubah. Edukasi lingkungan tidak lagi hanya berlangsung melalui seminar, pelatihan, atau ruang kelas. Media sosial, video, konten digital, dan berbagai platform baru telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

DUMATRA dan DUMATRI karena itu dituntut untuk mampu bergerak di dua ruang sekaligus: memahami substansi ekologis dan mampu menerjemahkannya menjadi komunikasi yang menarik.

Mangrove harus tetap dibicarakan dengan dasar ilmu pengetahuan, tetapi cara menyampaikannya dapat mengikuti perkembangan zaman.

Mangrove Is Lifestyle: Membawa Mangrove ke Kehidupan Anak Muda

Salah satu gagasan yang berkembang kuat dalam perjalanan DUMATRA dan DUMATRI adalah Mangrove Is Lifestyle (MIL).

Konsep ini membawa pesan bahwa kepedulian terhadap mangrove tidak harus berhenti ketika kegiatan penanaman selesai. Mangrove dapat hadir dalam pendidikan, kreativitas, aktivitas sosial, pilihan profesi, perjalanan, media, hingga gaya hidup generasi muda.

Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui MIL The Series – Mangrove Is Lifestyle The Series, yang membawa cerita dan aktivitas para Duta Mangrove ke kanal digital mereka sendiri.

Melalui pendekatan tersebut, DUMATRA dan DUMATRI menunjukkan bahwa kampanye lingkungan tidak harus selalu hadir melalui bahasa konservasi yang formal. Edukasi dapat dikemas melalui cerita, perjalanan, pengalaman lapangan, kreativitas, interaksi sosial, dan kehidupan sehari-hari.

Namun, satu prinsip tetap dipertahankan: gaya komunikasi boleh berubah, tetapi substansi ekologinya tidak boleh hilang.

Generasi Duta Mangrove Indonesia dari 2011 hingga 2026

Perjalanan DUMATRA dan DUMATRI dimulai pada 2011, ketika Rohimat terpilih sebagai DUMATRA dan Susi Rusmiati sebagai DUMATRI. Keduanya menjadi generasi awal dalam perjalanan panjang Duta Mangrove KeSEMaT.

Pada 2012, estafet tersebut diteruskan oleh Afriza Aziz dan Chairun Annisa A., kemudian pada 2013 oleh Wellan Oktra Winata dan Durotun Nafisah. Tahun 2014 menghadirkan Abdul Majid alHanif dan Geovani Evelin Wirahana sebagai DUMATRA dan DUMATRI.

Regenerasi berlanjut pada 2015 melalui Alve Hadika dan Trialaksita Sari Priska Ardani. Pada 2016, posisi tersebut diemban oleh Hatta Adi Failasuf dan Wiwid Andriyani Lestariningsih, kemudian pada 2017 diteruskan oleh Bachtiar Eka B. dan Maudina Eva A.

Pada 2018, DUMATRA dan DUMATRI diemban oleh Ilham Kuncahyo dan Navila B. Alviandini. Setahun berikutnya, pada 2019, estafet tersebut beralih kepada Muhammad Zaky Afkar Al Hazmi dan Annisa A. Suparyadi.

Memasuki dekade berikutnya, Ghifar Naufal Aslam dan Tasya Putri Arinda menjadi DUMATRA dan DUMATRI pada 2020. Pada 2021, gelar tersebut diteruskan oleh Anggoro Da’an Budi Saputro dan Hani Fauziah.

Tahun 2022 menghadirkan Makruf Azhari dan Afrida Dwiyanti sebagai DUMATRA dan DUMATRI. Keduanya kembali tercatat menjalankan peran tersebut pada 2023.

Pada 2024, regenerasi dilanjutkan oleh Muhammad Faris Rahman dan Hanna Amanda Putri, kemudian pada 2025 oleh Jieo Pandu Maulana dan Azka Mawaddah Shaffarriani.

Memasuki 2026, tongkat estafet Duta Mangrove KeSEMaT diteruskan oleh Lukman Adi Prabowo sebagai DUMATRA dan Wa Ode Almira Sachi sebagai DUMATRI.

Perjalanan dari 2011 hingga 2026 tersebut menunjukkan bahwa DUMATRA dan DUMATRI bukan program sesaat. Program ini telah berkembang menjadi ruang regenerasi yang secara konsisten mempertemukan generasi muda dengan pengetahuan, pengalaman lapangan, komunikasi publik, dan gerakan mangrove.

Salah Satu Program Pionir Duta Mangrove Indonesia

Ketika KeSEMaT mulai menyelenggarakan DUMATRA dan DUMATRI pada 2011, program duta yang secara khusus mengangkat isu mangrove masih relatif terbatas. Dalam perkembangannya, berbagai inisiatif duta bertema mangrove kemudian hadir di sejumlah daerah, komunitas, dan institusi di Indonesia.

KeSEMaT memandang perkembangan tersebut sebagai sesuatu yang positif. Semakin banyak generasi muda yang berbicara mengenai mangrove, semakin luas pula peluang untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai ekosistem pesisir.

Dalam perjalanan tersebut, DUMATRA dan DUMATRI menjadi salah satu program pionir Duta Mangrove Indonesia yang dibangun secara konsisten dengan memadukan pengetahuan ekologis, komunikasi publik, rehabilitasi mangrove, pemberdayaan masyarakat, aktivitas sosial, dan kreativitas generasi muda.

Nilai kepeloporannya tidak berhenti pada usia program. Yang lebih penting adalah bagaimana regenerasi terus berlangsung dan substansi ekologis tetap dipertahankan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Duta Mangrove Bukan Sekadar Gelar

Perkembangan media sosial membuat kampanye lingkungan dapat memperoleh perhatian publik dalam waktu sangat singkat. Foto penanaman dapat tersebar dalam hitungan menit, video dapat mencapai ribuan penonton, dan figur lingkungan dapat memperoleh eksposur yang luas.

Namun, ekosistem tidak bekerja berdasarkan popularitas.

Mangrove tumbuh dan berkembang melalui proses ekologis yang kompleks. Keberhasilan rehabilitasi dapat dipengaruhi oleh hidrologi, elevasi, pasang surut, sedimentasi, karakter substrat, kesesuaian spesies, regenerasi alami, tekanan antropogenik, serta perubahan kondisi pesisir.

Karena itu, KeSEMaT mempertahankan prinsip bahwa Duta Mangrove Indonesia harus memahami apa yang diperjuangkannya.

Seorang duta perlu mampu menjelaskan mengapa mangrove penting, tetapi juga memahami mengapa bibit mangrove dapat mati. Mereka harus dapat mengajak masyarakat melakukan rehabilitasi, tetapi juga memahami bahwa tidak semua kawasan pesisir membutuhkan penanaman. Mereka harus mampu berbicara di atas panggung, tetapi juga bersedia turun ke lapangan dan belajar langsung dari ekosistem.

Duta Mangrove bukan sekadar tentang terlihat peduli. Duta Mangrove adalah tentang memiliki pengetahuan, kapasitas, pengalaman, dan keberanian untuk bekerja nyata.

Menghubungkan Duta Mangrove dengan Ekosistem KeSEMaT

Perjalanan DUMATRA dan DUMATRI tidak berdiri sendiri. Mereka tumbuh di dalam ekosistem gerakan mangrove yang dikembangkan KeSEMaT bersama berbagai inisiatif, jejaring, media, dan program turunannya.

Isu rehabilitasi dan pemantauan mangrove, misalnya, terus berkembang melalui Mangrove Tag, yang membawa pendekatan penanaman, pemantauan, dokumentasi, dan pembelajaran berbasis data. Di sisi lain, pengembangan gerakan dan konservasi mangrove juga berkaitan dengan kerja IKAMaT dalam rehabilitasi, konservasi, riset, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Sementara itu, komunikasi publik terus diperluas melalui MANGROVEMAGZ dan berbagai kanal digital yang menjadikan mangrove lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam ekosistem inilah DUMATRA dan DUMATRI berkembang. Mereka tidak hanya menjadi figur yang tampil pada satu periode tertentu, tetapi menjadi bagian dari rantai pengetahuan dan regenerasi yang terus berjalan.

Regenerasi Duta Mangrove Indonesia Terus Berjalan

Sejak 2011 hingga 2026, DUMATRA dan DUMATRI telah menjadi bagian dari perjalanan KeSEMaT dalam mempertemukan sains, edukasi, komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan gerakan generasi muda.

Cara manusia berkomunikasi terus berubah. Media berubah, teknologi berkembang, isu perubahan iklim semakin kuat, dan perhatian dunia terhadap ekosistem pesisir semakin besar. Namun, satu fondasi tetap dipertahankan: ekologi mangrove harus menjadi pusatnya.

DUMATRA dan DUMATRI tidak dibentuk sekadar untuk menjadi wajah sebuah kampanye. Mereka dipersiapkan menjadi generasi muda yang mampu memahami ekosistem, berbicara berdasarkan pengetahuan, bekerja bersama masyarakat, mengembangkan gagasan, serta membawa mangrove ke ruang pendidikan, media, seminar, pelatihan, hingga forum nasional dan internasional.

Dari ruang kelas menuju pesisir, dari lumpur mangrove menuju panggung seminar, dari program sosial menuju media digital, dan dari satu generasi menuju generasi berikutnya, perjalanan itu terus bergerak.

DUMATRA dan DUMATRI adalah Duta Mangrove Indonesia yang tumbuh melalui pengetahuan, pengalaman, dan aksi sejak 2011.

Pertanyaan Umum tentang Duta Mangrove Indonesia

Apa itu DUMATRA dan DUMATRI?

DUMATRA adalah Duta Mangrove KeSEMaT Putra, sedangkan DUMATRI merupakan Duta Mangrove KeSEMaT Putri. Keduanya merupakan Duta Mangrove Indonesia yang dikembangkan KeSEMaT melalui proses seleksi berbasis pengetahuan mangrove, komunikasi, kepemimpinan, aktivitas sosial, serta pengalaman lapangan.

Sejak kapan Duta Mangrove KeSEMaT diselenggarakan?

Program DUMATRA dan DUMATRI mulai diselenggarakan pada 2011 dan terus beregenerasi hingga 2026. Sejak saat itu, KeSEMaT secara konsisten melahirkan generasi Duta Mangrove yang terlibat dalam edukasi, kampanye, seminar, pelatihan, rehabilitasi mangrove, komunikasi publik, dan berbagai kegiatan lingkungan.

Apa tugas DUMATRA dan DUMATRI?

DUMATRA dan DUMATRI menjalankan berbagai peran sebagai Duta Mangrove, antara lain mengampanyekan konservasi mangrove, memberikan edukasi, terlibat dalam seminar dan pelatihan, menjadi tenaga pengajar dan trainer, mendukung kegiatan rehabilitasi, menjadi spokesperson KeSEMaT, serta menjalankan peran sebagai MANGROVEMAGZ Ambassador.

Mengapa pengetahuan ekologi penting bagi Duta Mangrove?

Mangrove merupakan ekosistem yang kompleks sehingga kampanye mengenai rehabilitasi dan konservasi harus didasarkan pada pengetahuan yang benar. Seorang Duta Mangrove perlu memahami kondisi ekologis, hidrologi, pasang surut, substrat, zonasi spesies, regenerasi alami, serta berbagai faktor lain yang menentukan keberhasilan pemulihan ekosistem.

Siapa DUMATRA dan DUMATRI 2026?

Pada 2026, DUMATRA KeSEMaT adalah Lukman Adi Prabowo, sedangkan DUMATRI KeSEMaT adalah Wa Ode Almira Sachi. Keduanya melanjutkan regenerasi Duta Mangrove Indonesia yang telah berlangsung di KeSEMaT sejak 2011. (ADM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar