19.10.26

Siaran Pers KeSEMaT Goes To School 2026: Edukasi Mangrove untuk Siswa SD di Semarang

Semarang – KeSEMaTBLOG. KeSEMaT, organisasi mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro (UNDIP), kembali menyelenggarakan KeSEMaT Goes To School (KGTS) 2026 pada 22–23 Oktober 2026. Mengusung tema “Jagoan Mangrove: Anak Hebat, Peduli Pesisir”, program ini bertujuan memperkenalkan ekosistem mangrove, meningkatkan pemahaman mengenai ancaman kerusakan lingkungan pesisir, serta menumbuhkan kepedulian konservasi sejak usia dini.

Bekerja sama dengan SD Negeri Tembalang dan SD Negeri 01 Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, KGTS 2026 akan melibatkan 84 siswa kelas V dan empat guru pendamping. Kegiatan edukasi mangrove ini dikemas melalui pembelajaran interaktif, permainan kelompok, pengenalan fungsi ekologis mangrove, serta kegiatan kreatif yang mendorong partisipasi aktif peserta didik.

Program tersebut sekaligus melanjutkan KGTS 2025 bertema “Hijau Mangroveku: Kenal, Rawat, dan Jaga”, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan KeSEMaT dalam memperkuat pendidikan lingkungan dan membangun generasi muda yang peduli terhadap kelestarian ekosistem pesisir Indonesia.

KGTS 2026 Perkuat Pendidikan Mangrove Sejak Dini

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir tropis yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Vegetasi mangrove membantu mengurangi energi gelombang, melindungi garis pantai dari abrasi, menyimpan karbon, serta menyediakan habitat dan kawasan asuhan bagi berbagai jenis organisme perairan.

Selain manfaat ekologis, mangrove memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir. Berbagai jenis tumbuhan mangrove tertentu dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai bahan pangan olahan, pewarna alami batik, hingga produk kreatif yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Namun, keberadaan mangrove menghadapi berbagai tekanan, mulai dari alih fungsi lahan, pencemaran, penebangan yang tidak terkendali, perubahan kondisi hidrologi, hingga dampak perubahan iklim.

Menurut Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, pelestarian dan rehabilitasi ekosistem hutan merupakan bagian penting dalam menjaga fungsi lingkungan dan mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Sementara itu, UNESCO juga menekankan pentingnya konservasi mangrove karena kontribusinya terhadap keanekaragaman hayati, perlindungan pesisir, dan mitigasi perubahan iklim.

Melalui KGTS 2026, KeSEMaT berupaya menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi materi pembelajaran yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Mengenalkan Fungsi dan Manfaat Ekosistem Mangrove

Pengenalan ekosistem mangrove menjadi materi utama dalam kegiatan ini. Para siswa akan mempelajari karakteristik tumbuhan mangrove, lingkungan tempat tumbuhnya, serta keterkaitannya dengan kehidupan manusia dan berbagai organisme pesisir.

Materi akan disampaikan oleh Sdr. Lukman Adhi Prabowo, Duta Mangrove KeSEMaT Putra (DUMATRA), bersama Sdri. Wa Ode Almira Sachi, Duta Mangrove KeSEMaT Putri (DUMATRI). Keduanya akan memperkenalkan fungsi dan manfaat mangrove melalui pendekatan komunikatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik kelas V sekolah dasar.

Pembelajaran ini diharapkan dapat membangun pemahaman bahwa mangrove bukan sekadar tumbuhan yang hidup di wilayah berlumpur, melainkan bagian penting dari ekosistem pesisir yang mendukung kehidupan manusia dan lingkungan.

Memahami Ancaman terhadap Kelestarian Mangrove

Selain pengenalan ekosistem, edukasi ancaman terhadap mangrove menjadi fokus penting dalam KGTS 2026. Materi ini akan memperkenalkan berbagai aktivitas dan kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem mangrove, baik akibat kegiatan manusia maupun faktor alam.

Pada Kamis, 22 Oktober 2026, materi akan disampaikan oleh Sdri. Siti Nur Alifah (Staf MENDIKTAN), bersama Sdri. Abdurrahman Al Faqih (Staf MENPORSI). Sementara itu, pada Jumat, 23 Oktober 2026, materi akan dibawakan oleh Sdri. Atika Nur Aini (Staf MENPUSMAT), bersama Sdr. Panji Dwi Wicaksono (Staf MENWEBNET).

Melalui penyampaian materi tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali bentuk-bentuk ancaman terhadap mangrove sekaligus memahami tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan.

Pembelajaran Interaktif melalui Permainan Edukasi Mangrove

KGTS 2026 tidak hanya menghadirkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mengintegrasikan permainan edukatif sebagai metode untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Pendekatan ini dirancang agar siswa dapat memahami konsep konservasi mangrove melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, kolaboratif, dan mendorong kemampuan berpikir kritis.

Ice Breaking Mengenal Pertumbuhan Mangrove

Salah satu kegiatan interaktif yang akan dilaksanakan adalah ice breaking bertema pertumbuhan mangrove. Dalam sesi ini, siswa diajak memperagakan tahapan pertumbuhan mangrove melalui gerakan tubuh, mulai dari fase benih atau propagul, pertumbuhan semai, hingga berkembang menjadi pohon. Aktivitas tersebut menjadi sarana pembelajaran kreatif untuk membantu siswa memahami proses pertumbuhan tumbuhan mangrove sekaligus membangun suasana kegiatan yang aktif dan menyenangkan.

Games Detektif Mangrove Mengasah Kepedulian Lingkungan

Permainan Detektif Mangrove menjadi salah satu agenda utama dalam KGTS 2026. Para siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan memperoleh sejumlah gambar yang menggambarkan berbagai kondisi maupun aktivitas di lingkungan pesisir.

Setiap kelompok bertugas mengidentifikasi gambar tersebut dan mengelompokkannya ke dalam kategori “Ancaman” atau “Bukan Ancaman” terhadap ekosistem mangrove. Kelompok dengan jumlah jawaban benar terbanyak akan mendapatkan apresiasi dari panitia. Melalui permainan ini, siswa dilatih untuk mengamati, berdiskusi, bekerja sama, serta mengambil keputusan berdasarkan pemahaman mengenai kondisi lingkungan.

KeSEMaT Goes To School 2026 Digelar di Dua Sekolah Semarang

Program KGTS 2026 akan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis–Jumat, 22–23 Oktober 2026, dengan melibatkan dua sekolah dasar di Kota Semarang. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada pukul 07.30–09.40 WIB, dengan persiapan panitia dimulai pukul 06.30 WIB.

Lokasi dan Peserta KGTS 2026

Kegiatan akan diselenggarakan di dua sekolah mitra berikut.

  • SD Negeri Tembalang, Semarang: 56 siswa kelas V.
  • SD Negeri 01 Banyumanik, Semarang: 28 siswa kelas V.

Secara keseluruhan, program ini akan melibatkan 84 siswa dan empat guru pendamping.

Keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan edukasi lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan lembaga pendidikan dasar.

Rangkaian Acara KGTS 2026

Kegiatan akan diawali dengan pembukaan, sambutan Ketua Pelaksana, Presiden KeSEMaT, dan kepala sekolah, kemudian dilanjutkan dengan berbagai agenda edukatif.

Waktu (WIB)Agenda
07.30–07.40Pembukaan
07.40–07.55Sambutan
07.55–08.25Pengenalan Mangrove, Fungsi, dan Manfaatnya
08.25–08.30Ice Breaking
08.30–08.50Edukasi Ancaman terhadap Mangrove
08.50–09.20Permainan Detektif Mangrove
09.20–09.25Pengumuman dan Pembagian Hadiah
09.25–09.35Penutupan dan Penyerahan Kenang-Kenangan
09.35–09.40Foto Bersama

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin, KeSEMaT juga akan menyerahkan kenang-kenangan kepada kedua sekolah mitra yang diharapkan dapat mendukung kegiatan pembelajaran.

Membangun Generasi Jagoan Mangrove yang Peduli Pesisir

Tema “Jagoan Mangrove: Anak Hebat, Peduli Pesisir” merepresentasikan semangat KeSEMaT untuk menghadirkan pendidikan konservasi yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, siswa tidak hanya diperkenalkan pada manfaat mangrove, tetapi juga didorong untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran ekologis, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan kebiasaan positif dalam menjaga kelestarian alam. KeSEMaT meyakini bahwa pendidikan lingkungan perlu diperkenalkan sejak usia dini agar pengetahuan mengenai konservasi dapat berkembang menjadi kepedulian dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui keberlanjutan program KGTS, KeSEMaT juga berkomitmen memperluas kontribusi mahasiswa dalam pendidikan masyarakat, kampanye lingkungan, dan penguatan gerakan konservasi mangrove di Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan identitas KeSEMaT – Mangrove Is Lifestyle, yang menempatkan mangrove sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, pendidikan, kreativitas, dan gaya hidup berkelanjutan.

Informasi dan Kontak KGTS 2026

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan KGTS 2026, masyarakat dan pihak terkait dapat menghubungi:

Sdri. Arina Manasikana Alfikri
Ketua Pelaksana KGTS 2026
Staf MENDIKTAN KeSEMaT Periode 2026/2027
WhatsApp: +62 895 2694 0861

Kantor KeSEMaT
Jl. Mulawarman Selatan Dalam II No. 113B, RT 04/RW 03, Kramas, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.
WhatsApp: +62 813 9271 1780
Email: info@kesemat.or.id
Website: https://kesemat.or.id

Tentang KeSEMaT

KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur) merupakan organisasi mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, yang berdiri pada 9 Oktober 2001. KeSEMaT bergerak dalam bidang konservasi, pendidikan, penelitian, kampanye lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir dengan semangat Mangrove Is Lifestyle. (ADM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar