Silvofishery, Sistem Penanaman Mangrove di Mangkang Wetan

Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 5 April 2013, KeSEMaTER dan KeMANGTEER menuju Mangkang Wetan, Semarang untuk melakukan kegiatan pra penanaman. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dari rangkaian acara Mangrove Restoration (MANGRES) 2013. Dalam kegiatan tersebut, para KeMANGTEER diajak melakukan survei lokasi penanaman mangrove, yang akan dilakukan keesokan harinya. Lokasi penanaman mangrove terletak di area pertambakan salah satu petani mangrove di Kalisantren. 

Kegiatan ini dipandu oleh Sdr. Aditya Sukma Bahari (MENPORSI) dan Pak Hambali selaku Ketua Kelompok Tani Kalisantren. Para peserta MANGROVEPHORIA diberikan penjelasan mengenai konsep penanaman mangrove, yang akan dilakukan di lokasi tersebut. Pak Hambali menjelaskan bahwa sistem budidaya tambak di Mangkang Wetan menggunakan konsep silvofishery, yaitu sistem budidaya tambak dengan cara menanam mangrove di pematang dan di dalam tambak. Dengan sistem ini, maka hasil tambak lebih melimpah dan konservasi mangrove tetap terjaga.

Penanaman mangrove sengaja dilakukan di area pertambakan, dengan tujuan agar produktifitas tambak semakin meningkat, mengingat mangrove adalah sumber kehidupan bagi flora dan fauna yang ada di sekeliling tambak. Setelah menerima penjelasan dan melakukan tanya jawab dengan Pak Hambali, acara ditutup dengan foto bersama.