24.2.14

Kemenhut : Hutan Mangrove, Layak Dijadikan Tempat Wisata

Semarang - KeSEMaTBLOG. Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan (2005), ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang ekowisata karena ekosistem ini termasuk salah satu ekosistem pesisir yang sangat unik dan merupakan model wilayah yang dapat dikembangkan sebagai sarana wisata dengan tetap menjaga keaslian hutan serta organisme yang hidup di sana.

Ekosistem mangrove diasumsikan sebagai suatu kegiatan pemanfaatan ekosistem mangrove secara langsung maupun tidak langsung tanpa merusaknya, sebagai salah satu alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat setempat antara lain dari bidang transportasi, pemandu dan layanan berpartisipasi dalam menjaga kelestarian mangrove sebagai aset wisata.

Pemanfaatan ekosistem mangrove sebagai ekowisata harus direncanakan dengan baik. Manfaat ini akan tercapai manakala direncanakan dengan baik dan sesuai daya dukung lingkungannya. Hal ini tercapai mengingat pada kegiatan ekowisata terdapat upaya mempertahankan keaslian komponen biologi dan fisik yang menjadi daya tarik utama kegiatan ekowisata pada ekosistem mangrove.

Kegiatan ekowisata memberikan informasi lingkungan yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencintai alam. Selain itu, kawasan mangrove bisa sebagai tempat kunjungan yang bertujuan pendidikan. Kawasan ini merupakan laboratorium alam yang bisa langsung dilihat dan diamati (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2005).

Nilai estetika dan keunikan, pendidikan dan penelitian serta potensi keanekaragaman hayati merupakan alasan mengapa ekosistem mangrove layak dijadikan tujuan wisata. Kawasan ekosistem mangrove yang alami mempunyai keunikan berupa satwa liar serta flora bersama unsur - unsur budaya yang ada, hal ini merupakan daya tarik utama bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan dari luar (Paryono, 1990 dalam Utami, 2007).