12.2.14

Reportase Program BUMN Peduli Pelestarian Alam dan Lingkungan 2012

Semarang – KeSEMaTBLOG. Selama kurun waktu 2012 - 2013, beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia, melalui Kementerian Negara BUMN, menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Lahan Kritis, Program BUMN Peduli Pelestarian Alam dan Lingkungan Tahun 2012. Dalam hal ini, KeSEMaT ditunjuk sebagai Tim Pelaksana dan Implementasi di lapangan.

Tujuan dari kegiatan rehabilitasi lahan kritis, program BUMN Peduli Pelestarian Alam dan Lingkungan Tahun 2012 adalah untuk memulihkan kondisi lingkungan pesisir pantai utara Jawa tengah yang telah mengalami kerusakan melalui kegiatan penanaman bibit mangrove Rhizophora sp, Avicennia sp serta Casuarina sp.

Ruang lingkup dan tahapan pekerjaan rehabilitasi ini adalah survei dan verifikasi lahan penanaman, workshop dan sosialisasi kegiatan, pengadaan bibit mangrove dan cemara laut, pembuatan dan pemasangan ajir, penanaman bibit mangrove dan cemara laut, monitoring dan evaluasi pasca penanaman, perawatan dan pemeliharaan selama 3 (tiga) bulan, dan pembuatan laporan.

Kegiatan penanaman dilakukan di 14 lokasi yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa Tengah, mulai dari Kabupaten Rembang di ujung timur hingga Kabupaten Brebes di ujung barat.

Kegiatan rehabilitasi lahan kritis ini dilaksanakan dengan cara melakukan usaha penanaman dan penyulaman bibit mangrove jenis Rhizophora sp dan Avicennia sp serta Casuarina sp di 14 lokasi di pesisir pantai utara Jawa Tengah, masing-masing sebanyak 176.750 buah dan 31.475 buah.

Lokasi-lokasi Kegiatan Rehabilitasi Lahan Kritis, Program BUMN Peduli Pelestarian Alam dan Lingkungan tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota di pesisir utara Jawa Tengah. Lokasi penanaman bibit mangrove dan cemara laut adalah sebagai berikut : 1. Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, 2. Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, 3. Desa Depok, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, 4. Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, 5. Desa Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, 6. Desa Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, 7. Desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, 8. Desa Tapak, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, 9. Desa Tambakrejo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, 10. Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, 11. Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. 12. Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, 13. Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, 14. Desa Tireman, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.

Berdasarkan hasil penanaman yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa program BUMN Peduli Pelestarian Alam dan Lingkungan Tahun 2012 sangat disambut baik oleh semua pihak, baik dari instansi pemerintah dan masyarakat sekitar.

Penghijauan di pantai utara Jawa Tengah dirasa sangat perlu untuk dilakukan sesegera mungkin, mengingat kondisi pantai utara yang sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan.

Pada umumnya, pelaksanaan penanaman berjalan dengan baik, sebagaimana yang diharapkan, dan mendapat dukungan dari masyarakat dan instansi terkait.

Pada akhirnya, diharapkan program ini dapat dilaksanakan secara bekelanjutan dan berkesiambungan untuk membantu memulihkan kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati di pantai utara Jawa Tengah menjadi lebih baik.

Hal ini, dapat dibuktikan dengan persentase kelulushidupan tanaman yang mencapai kurang lebih 91,06%! 

Pada umumnya, kondisi ekosistem mangrove di pantai itara Jawa Tengah telah mengalami kerusakan. Untuk itu, diperlukan sinergitas antara pemangku kebijakan dan kepentingan terkait mangrove, demi pelestarian ekosistem mangrove di masa mendatang.

Pemanfaatan mangrove berbasis masyarakat, perlu ditingkatkan untuk mengajak partisipasi aktif dari masyarakat didalam mengelola kawasan mangrovenya.

Konsistensi pemangku kebijakan dan kepentingan yang terkait pengelolaan ekosistem mangrove di Jawa Tengah sangat diperlukan dalam membangun ekosistem mangrove di pesisirnya, masing-masing.

Pembentukan Kelompok Pengelola Pesisir di masing-masing wilayah desa, perlu terus dinisiasi, didorong dan diupayakan oleh pemerintah daerah untuk menyinergikan konsep-konsep pengelolaan ekosistem mangrove di pantai utara Jawa Tengah.