23.10.20

Bahas Life on Water di KeSEMaTHURSDAY, KeSEMaT Ikut Wujudkan 17 Tujuan Sustainable Development Goals

Semarang - KeSEMaTBLOG. Seperti yang telah diketahui oleh masyarakat, Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu aksi yang sedang digaungkan oleh pemerintah dan beberapa Non-Government Organization (NGO). Aksi tersebut dilakukan untuk melakukan perubahan pada bumi dengan menerapkan pembangunan yang berkelanjutan.

Pada KeSEMaTHURSDAY (KTD) kali ini, KeSEMaT berkesempatan menghadirkan Sdr. Amrullah Rosadi, S.Kel (AMaT), selaku Sustainable Development - Conservation Enthusiast WWF, dengan tema “Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi” yang dilakukan secara daring, melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings.

“Pada SDGs No. 14 yang berisi tentang “Life on Water” terdapat beberapa goals yang harus dicapai oleh setiap anggota PBB,” ujar Sdr. Amrullah. “Salah satu dari goals tersebut adalah secara preventif dan signifikan mengurangi marine pollution, yang berasal dari aktivitas di darat, termasuk marine debris dan nutrient pollution,” terangnya.

Sdri. Endang Setiyawati (Staf MENDIKTAN) mengatakan bahwa aktivitas manusia di darat akan memiliki dampak terhadap tiga ekosistem laut, salah satunya ekosistem mangrove. Maka dari itu, dia berharap bahwa pelaksanaan SDGs harus dapat dilaksanakan secara tepat oleh semua penduduk dunia, untuk mengurangi kerusakan ekosistem mangrove. 

Selama pemaparan materi berjalan, banyak ilmu baru yang disampaikan oleh pemateri kepada para KeSEMaTER mengenai pembangunan berkelanjutan dan konservasi, sehingga sangat menarik sekali dapat mengetahui fakta-fakta unik yang belum pernah diketahui sebelumnya mengenai materi tersebut.

“Konservasi merupakan sebuah alat untuk mengimplementasikan tujuan SDGs. Kegiatan konservasi mangrove yang dilakukan KeSEMaT sendiri, juga dapat dibilang sebagai miniatur dari SDGs dalam skala lokal,” ujar Sdr. Zainuri Sofyan Bisri (Staf MENPUSMAT). “Sustainable development seperti penambangan dan industri merupakan kegiatan yang bisa dibilang merusak lingkungan ekosistem mangrove, sehingga dibutuhkan AMDAL untuk meminimalkan kerusakannya,” tambahnya lebih lanjut.

Sdr. Paspha Ghaishidra Muhamad Putra (Presiden) berharap bahwa KTD kali ini akan dapat meningkatkan pemahaman para Anggota KeSEMaT mengenai pengelolaan lingkungan pesisir yang berbasis pembangunan berkelanjutan.

"KeSEMaT tentu juga akan mendukung setiap kegiatan yang mengangkat aksi pelestarian ekosistem laut, termasuk mangrove," katanya. "Pembahasan Life on Water di KTD kali ini, juga sebagai bukti bahwa KeSEMaT ikut serta dalam mewujudkan 17 tujuan SDGs dari PBB," pungkasnya. (ADM/ES/FAN).

No comments:

Post a Comment