20.3.22

Diborong Pembeli dari Eropa Hingga Dikunjungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Begini Serunya Pameran Mangrove KeSEMaT di Jakarta

Jakarta - KeSEMaTBLOG. Senang sekali, stand pameran warga binaan KeSEMaT mendapatkan kunjungan dari Ibu Siti Nurbaya, selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia. Hal ini terjadi di kegiatan Mangrove Week (MW) 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove di Jakarta Convention Center (JCC). (20/12/21).

"Senang sekali, Ibu Menteri LHK dan Bapak Sarwono Kusumaatmadja, yang merupakan mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Indonesia beserta rombongan, telah berkunjung ke stand pameran produk olahan mangrove kami, yang diproduksi oleh warga binaan KeSEMaT dan dipasarkan secara daring oleh perusahaan mangrove kami, yaitu KeMANGI," kata Sdr. Anggoro D. B. Saputro (MENWIRA). 

Sebagai informasi, BRGM mengundang KeMANGI untuk ikut berpameran, memamerkan produk-produk olahan mangrovenya di JCC, yang kemudian mengajak warga binaan KeSEMaT untuk ikut mempromosikan hasil olahan mangrove non kayunya.  

"Saya membawa produk-produk olahan mangrove non kayu khas Semarang, yaitu jajanan, batik dan kopi mangrove Semarang, untuk dipamerkan kepada para pengunjung dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri," ujar Ibu Mufidah, selaku koordinator warga binaan KeSEMaT. 

MENWIRA menjelaskan bahwa KeSEMaT membawa produk-produk dari tiga warga binaannya, yaitu batik mangrove berlabel Mas Bamat dari Srikandi Pantura, jajanan mangrove berlabel Mbak Jamat dari Bina Citra Karya Wanita dan kopi mangrove berlabel Pak Komat dari Arjuna Berdikari.

"Semua produk olahan mangrove kami laku keras, ludes diborong pengunjung dari Indonesia bahkan manca negara dari benua Eropa," terang MENWIRA. "Mereka tertarik membeli produk olahan mangrove khas Semarang Indonesia, karena keunikannya," terangnya lebih lanjut.

Saat dikunjungi Ibu Siti Nurbaya, beliau menanyakan mengenai bahan olahan produk-produk mangrove yang dipamerkan di stand warga binaan KeSEMaT bersama KeMANGI.

"Bapak, Ibu. Produk-produk mangrove ini, terbuat dari apanya?" tanya Ibu Menteri.

Ibu Menteri LHK dan rombongan nampak tertarik ingin mengetahui produk-produk olahan mangrove yang dipamerkan.

MENWIRA menjelaskan bahwa untuk batik menggunakan pewarna alami dari propagul mangrove, kemudian untuk jajanan berasal dari buah mangrove matang jenis Rhizophora, Bruguiera dan Avicennia dan kopi mangrove berasal dari buah Rhizophora hasil budi daya.

Kegiatan pameran mangrove di MW 2021 ini sekaligus sebagai ajang bagi KeSEMaT untuk mempromosikan produk-produk mangrove hasil olahannya, sekaligus sebagai reunian bertemu dengan para mitra kerjanya.

"Saya bangga sekali, karena nama KeSEMaT sudah sangat dikenal di sini, di tingkat nasional bahkan internasional, di kalangan para penggiat mangrove dari dalam dan luar negeri," kata Sdr. Ghifar Naufal Aslam (Presiden). "Tadi kami bertemu Ibu Lulut, selaku pencipta batik mangrove, dan juga Bapak Eko dari Yayasan Lahan Basah yang merupakan mitra kerja kami, sejak 2003," jelasnya lebih lanjut.

MW 2021 ini sekaligus sebagai pembuktian eksistensi KeSEMaT selama 20 tahun, yang telah diakui oleh pemerintah Indonesia, dimana KeSEMaT dan afiliasinya, yaitu IKAMaT, KeMANGI dan KeMANGTEER mendapatkan kepercayaan sebagai narasumber dan peserta pameran.

"Relawan mangrove kami, yaitu KeMANGTEER juga ikut berpameran dan yayasan mangrove kami, yaitu IKAMaT juga didaulat sebagai narasumber. Hal ini, tentunya sebuah prestasi dan pencapaian yang luar biasa bagi kami," ujar Presiden. "Kami harus terus dapat menjaga kepercayaan ini, sembari menjaga konsistensi dan persistensi kami dalam mengkampanyekan penyelamatan hutan mangrove secara berkelanjutan," terangnya lebih lanjut.

Keseluruhan acara MW 2021 ini berlangsung dengan baik dan lancar, yang bagi KeSEMaT sendiri menghasilkan beberapa penjajakan kerja sama antara KeSEMaT dengan mitra kerja barunya, yang akan mulai direncanakan implementasinya di tahun depan. (ADM/ADBS/AP).

No comments:

Post a Comment