30.7.23

Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, KeSEMaT Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 2.793 Bibit Mangrove kepada GKI Peterongan di SMC Jateng

Semarang - KeSEMaTBLOG. KeSEMaT kembali melakukan program pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove. Kali ini, kepada Gereja Kristen Indonesia (GKI) Peterongan, Semarang yang diselenggarakan di Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng) dalam program KADOBUMI: Hadiah Ulang Tahun GKI Peterongan ke-56 untuk Alam. Penanaman 2.793 Bibit Mangrove. (22/11/2022).

Penanaman Tahap Pertama
Penanaman dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di area tambak dan hamparan pantai. Penanaman mangrove tahap pertama diawali dengan sambutan-sambutan dan seremonial penyerahan bibit mangrove dari GKI Peterongan kepada KeSEMaT.

Sebelum dilakukan kegiatan penanaman mangrove, KeSEMaT menyampaikan edukasi mangrove kepada peserta penanaman mengenai fungsi dan manfaat mangrove bagi kehidupan di bumi, berikut teknik penanaman dan pemantauan mangrove yang baik dan benar. Pada tahap pertama ini, jumlah bibit mangrove yang ditanam sebanyak 50% dari jumlah total bibit.

Penanaman Tahap Kedua
Penanaman mangrove tahap kedua berhasil menanam sejumlah 25% dari jumlah total bibit mangrove. (19/11/2022). Program KADOBUMI sendiri, bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove yang terdapat di SMC Jateng. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menghapus jejak emisi karbon di bumi, mengingat mangrove dapat menyimpan karbon hingga lima kali lebih banyak daripada tumbuhan lainnya.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini, maka akan dapat menjadi salah satu upaya dalam menjaga keseimbangan ekosistem sehingga membuat mangrove di pesisir semakin hijau dan teduh,” kata Bpk. Masageng Satrio Subiakto (Divisi Eco Ministry GKI Peterongan).

Sdr. Faiz Ghoffar Ardani (Presiden) menyampaikan bahwa abrasi dan erosi pantai dapat dicegah dengan kegiatan penanaman mangrove, seperti ini.

"Bahkan tak hanya abrasi dan erosi pantai saja yang dapat ditanggulangi dengan kegiatan penanaman mangrove," kata Presiden. "Intrusi air laut juga dapat dicegah dengan adanya mangrove sehingga air laut yang asin tidak tercampur dengan air tawar. Tak hanya itu, gelombang tsunami juga bisa diredam dengan mangrove yang lebat dan rapat," lanjutnya.   

Pemantauan Bibit Mangrove (Monitoring dan Evaluasi)
Kegiatan pemantauan bibit mangrove berupa monitoring dan evaluasi dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pemantauan terhadap persentase kelulushidupan bibit mangrove yang sudah ditanam pada tahap pertama dan kedua. (4/2/2023).

“Tahap pemantauan berupa monitoring dan evaluasi terhadap bibit mangrove juga sudah kami lakukan untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan bibit mangrove yang ditanam,” jelas Presiden. “Kami menghitung tinggi batang, jumlah daun dan kondisi bibit dan lingkungan di sekitar lokasi penanaman,” tambahnya.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa bibit mangrove jenis Rhizophora berhasil tumbuh dengan baik, dengan persentase kelulushidupan sebesar 67% di area pertambakan dan 97 % di hamparan pantai. Hambatan yang ditemui di lapangan, berupa kambing yang memangsa bibit mangrove sehingga dibutuhkan kegiatan penyulaman yang lebih intensif.

Sementara itu, bibit mangrove yang ditanam memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar 64.6 cm dari rata-rata awal sebesar 50 cm, dengan nilai growth rate sebesar 22,60 %. Bibit yang hidup memiliki rata-rata jumlah 6 - 8 pasang daun.

Pemantauan Bibit Mangrove (Penyulaman)
Kegiatan pemantauan bibit mangrove berupa penyulaman bertujun untuk mengganti bibit mangrove yang gagal tumbuh dengan bibit mangrove yang baru di lokasi penanaman. Kegiatan ini, dilakukan setelah tiga bulan penanaman dengan menanam 25 % dari jumlah total bibit mangrove.

Dengan selesainya tahap penyulaman, maka selesai sudah rangkaian kegiatan KADOBUMI dari GKI Peterongan, yang pada setiap tahapannya dilaksanakan dari pagi hingga siang hari. Hal seperti ini dimaksudkan untuk memenuhi standar keamanan dalam berkegiatan di kawasan mangrove yang mengharuskan semua aktivitas selesai maksimal pada pukul 17.00 WIB.

"Kami sangat berterima kasih kepada GKI Peterongan yang sudah membantu kami dan warga pesisir di SMC Jateng dalam menyelamatkan mangrove di pesisirnya," ujar Presiden. "Dengan demikian, maka GKI Peterongan sudah berbuat baik kepada bumi, karena kegiatan ini juga akan dapat menghapus jejak emisi karbon kita di bumi," pungkasnya. (ADM). 

No comments:

Post a Comment