10.8.10

Kisah Mangrove dan Candi Gedong Songo

Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada saat kami berwisata ke komplek Candi Gedong Songo, kami bagaikan mengalami DEJAVU. Ulangan peristiwa pilu mangrove yang kami susuri selama kurun waktu satu dasawarsa, kiranya juga terjadi di kawasan candi yang konon ditemukan oleh Raffles di tahun 1840, ini. Di tengah sejuknya hawa pegunungan Ungaran, ditambah dengan asrinya hutan pinus di kanan-kiri komplek candi, beberapa coretan dari tangan jahil, nampak sengaja mengotori kawasan candi dengan tanda tangan mereka yang tidak perlu. Tak hanya itu, beberapa fasilitas yang telah disediakan oleh pengelola candi, nampaknya juga mulai disalahgunakan oleh oknum pengunjung, sehingga pencurian patung dan arca, juga seringkali terjadi.

Selanjutnya, pada saat kami mendaki menuju satu komplek candi ke komplek candi lainnya, kami juga menemukan penyalahgunaan lainnya, dimana keberadaan candi yang seharusnya dipergunakan untuk beribadah bagi umat Hindu, dialihfungsikan sebagai tempat memadu kasih oleh oknum pengunjung.

Kisah pilu Gedong Songo, dengan semburan asap belerangnya yang khas, yang konon menurut pengelola candi setempat merupakan nafas Rahwana yang ditimbun dengan gunung oleh Hanoman ini, tak ubahnya nasib mangrove yang selalu mendapatkan tekanan dari oknum manusia.

Bertubi-tubi serangan tak mangrovesiawi dilontarkan ke pesisir untuk menebangi pepohonan mangrove demi pemenuhan kebutuhan manusia belaka. Semoga, ke depan kita semua segera tersadar dan mulai bisa bersahabat dengan alam pegunungan dan pesisir, kita. Amin. Semangat MANGROVER!