29.7.11

Kiprah dan Pengabdian Para Guru Mangrove Muda di KeSEMaT GOES TO SCHOOL 2011

Semarang – KeSEMaTBLOG. Malam hari, akhir Juli 2011, di Kantor KeSEMaT, para mahasiswa dari Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Semarang yang tergabung di Kabinet KeSEMaT MANDIRI, nampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan pengajaran mangrove di esok hari. Perapian presentasi mangrove, cek perlengkapan, dan lain-lain, benar-benar dipersiapkan dengan matang. “Surat-surat dan segala sesuatu tentang administrasi dan perijinan sudah beres. Tinggal berangkat aja, dan mempersiapkan mental untuk ngajar mangrove ke Adik-adik SD. Deg-degan, nih,” terang Icha, Ketua Panitia KeSEMaT GOES TO SCHOOL (KGTS) 2011.

Menurut KeSEMaTER asal Tasikmalaya ini, memberikan pengajaran mangrove ke murid SD memiliki tantangan tersendiri, karena harus bisa mengerti dan mendalami karakter mereka. “Kami akan mencoba mengajar dengan bahasa sesederhana mungkin sehingga mudah dimengerti. Gambar-gambar presentasi mangrove kami juga dibuat dengan gambar kartun-mangrove yang lucu untuk menarik minat mereka. Dan, semoga saja kurikulum mangrove sederhana yang telah dikonsep KeSEMaT, juga bisa tersampaikan dengan baik,” tambahnya.

Tiga hari, yaitu mulai tanggal 27 – 29 Juli 2011, KGTS 2011 yang merupakan program pendidikan mangrove tahunan KeSEMaT diselenggarakan dengan satu tujuan untuk menjaga keberlangsungan tongkat estafet informasi dan pengetahuan mangrove ke generasi mendatang, agar tak putus di tengah jalan. Tak adanya informasi dan pengetahuan yang cukup mengenai mangrove dari generasi sebelumnya, telah menyebabkan mangrove tidak banyak diketahui oleh generasi sekarang. Hal inilah yang mengakibatkan saat ini, mangrove terus menerus ditebangi dan dibalaki oleh oknum-oknum generasi sekarang, yang tidak bertanggung jawab.

Maka, pengabdian para anak muda UNDIP Semarang, yang rata-rata masih berumur 20 tahun-an ini, yang berjuang secara voluntary tanpa bayaran sepeserpun melainkan swadaya semata, dalam menjaga mangrove kita, sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi. Di sela-sela kesibukan mereka dalam menimba ilmu di bangku kuliah, mereka masih memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk menyelamatkan generasi kita dari buta mangrove di masa datang. Sungguh, sebuah kiprah dan pengabdian nyata yang patut ditiru dan dicontoh oleh kita semua. Semangat MANGROVER!