17.9.21

KeSEMaT Gelar Sosialisasi PHP2D dan Petakan Kebutuhan Produksi Olahan Mangrove Warga Binaannya

Semarang - KeSEMaTBLOG. KeSEMaT menggelar Sosialisasi Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Tingkat Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD). Acara ini, diselenggarakan setelah KeSEMaT berhasil lolos PHP2D sehingga kegiatan ini merupakan implementasi program, yang dilaksanakan di kediaman warga binaan KeSEMaT yang berlokasi di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). (8/9/21).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 16.00 - 18.00 WIB ini, dikoordinatori oleh Sdr. Zainnuri Shofyan Bisri (MENKOMSI), selaku Ketua Pelaksana Pengembangan Kelompok Pengolah Batik Mangrove Srikandi Pantura dengan Label Mas Bamat (PKPBMSPLMB).

Bersama dengan Kabinet KeSEMaT Nawasena, Sdr. Zainnuri diterima langsung oleh Ibu Mufidah, selaku koordinator warga binaan KeSEMaT, yaitu Srikandi Pantura dan Bina Citra Karya Wanita yang memproduksi batik dan jajanan mangrove berlabel Mas Bamat dan Mbak Jamat. 

"Saya dan teman-teman KeSEMaT mencoba memetakan kebutuhan produksi olahan mangrove dari warga binaan kami," kata Sdr. Zainnuri. "Dari pertemuan ini, saya tahu bahwa ada beberapa alat produksi yang harus diremajakan, seperti bak celup, dandang, kompor, canting cap, meja cap, kain, kemasan, malam dan lain-lain untuk mengoptimalkan proses produksinya di SMC Jateng," jelasnya lebih lanjut.

Setelah diketahui beberapa alat produksi yang akan diremajakan, maka penyerahan bantuan pengadaan alat akan diberikan pada tanggal 22 September 2021, mendatang.

"Saya mewakili Ibu-ibu warga binaan, mengucapkan banyak terima kasih kepada KeSEMaT yang selalu mendampingi kami sejak tahun 2012, juga terus membantu pengadaan alat-alat produksi olahan mangrove kami," kata Ibu Mufidah. "Tentunya, alat yang diremajakan ini, akan sangat bermanfaat bagi kami, dan semakin membuat kami bersemangat dan termotivasi untuk memproduksi aneka olahan mangrove khas Semarang," terangnya, sambil tersenyum.

Ibu Mufidah menambahkan bahwa selain kendala alat yang rusak, dari segi pemasaran juga masih terhambat pandemi. Namun demikian, bahan baku olahan mangrovenya tetap aman, karena kelompok aktif menanam mangrove dan membudidayakannya untuk menjaga kelestariannya.

MENKOMSI menyatakan bahwa program sosialisasi PKPBMSPLMB ini merupakan tahapan pertengahan dari keseluruhan program PHP2D.

"Setelah ini, masih ada tahap penanaman, pemantauan, evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan," jelas MENKOMSI. "Saya berharap, semua tahapan akan dapat kami lalui dengan sukses dan lancar sehingga dapat membantu penghidupan warga, terutama istri-istri nelayan di pesisir Semarang," pungkasnya. (AP/ADM).

No comments:

Post a Comment