24.5.26
Mengenal Blue Carbon: Rahasia Mangrove Menyerap Emisi Karbon Dunia
Semarang - KeSEMaTBLOG. Blue carbon merujuk pada karbon dioksida yang diserap dan disimpan oleh ekosistem laut, terutama mangrove, yang berfungsi sebagai benteng pertahanan pesisir dalam mitigasi iklim. Berdasarkan perspektif komunitas, pelestarian ekosistem lokal di Jawa Tengah menjadi aksi nyata dalam meredam laju pemanasan global melalui penyimpanan karbon di lahan basah pesisir.
Sering Tertukar, Ini Perbedaan Nyata Mangrove dan Bakau
Semarang - KeSEMaTBLOG. Banyak orang mengira mangrove dan bakau adalah dua hal yang persis sama. Saat melihat deretan pohon berakar jangkar di tepi pantai, kita sering spontan menyebutnya sebagai hutan bakau. Padahal, secara ilmiah, keduanya memiliki arti yang berbeda. Menyebut semua mangrove sebagai bakau mirip seperti menyebut semua kendaraan roda empat sebagai "mobil Avanza". Lantas, apa sebenarnya perbedaan nyata antara keduanya? Mari kita bedah agar Anda tidak keliru lagi saat berwisata atau belajar tentang ekosistem pesisir ini.
23.5.26
Raja Mangrove Dunia: Mengintip Kekayaan Hutan Mangrove Terluas di Indonesia
Semarang - KeSEMaTBLOG. Indonesia memegang predikat sebagai raja mangrove dunia dengan menguasai sekitar 20% hingga 25% dari total luas ekosistem mangrove global. Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional, estimasi total luas hutan mangrove di tanah air mencapai sekitar 3,36 juta hektar. Namun, status ini berada dalam ancaman serius akibat laju deforestasi pesisir, alih fungsi lahan menjadi tambak ilegal, dan proyek reklamasi yang memicu penyusutan tutupan hijau dari tahun ke tahun.
Harta Karun Hijau: Potensi Ekonomi Triliunan Rupiah dari Karbon Mangrove Indonesia
Semarang - KeSEMaTBLOG. Potensi nilai ekonomi karbon (NEK) dari hutan mangrove Indonesia diperkirakan mencapai triliunan rupiah berkat kepemilikan sepertiga cadangan karbon biru (blue carbon) dunia. Melalui penguatan regulasi Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon, tata kelola perdagangan karbon pesisir kini memiliki payung hukum yang jelas dan berkekuatan hukum tetap. Langkah percepatan ini wajib dilakukan segera karena pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) global terus memburu kredit karbon berkualitas tinggi yang diproduksi dari ekosistem pesisir Indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)

