2.8.26

Jangan Gunakan Mangrove untuk Membenarkan Emisi yang Terus Bertambah

Semarang - KeSEMaTBLOG. Jangan gunakan mangrove untuk membenarkan emisi yang terus bertambah. Pelestarian dan pemulihan mangrove merupakan tindakan penting untuk iklim, biodiversitas, perlindungan pesisir, dan masyarakat. Namun, manfaat tersebut tidak boleh digunakan sebagai alasan bagi perusahaan, organisasi, kegiatan, atau individu untuk terus meningkatkan emisi gas rumah kaca tanpa rencana pengurangan yang nyata.

Menanam mangrove bukan izin untuk terus membakar lebih banyak bahan bakar fosil.

Membeli kredit karbon bukan pengganti efisiensi energi.

Mendanai rehabilitasi pesisir bukan alasan untuk menunda perubahan proses produksi.

Mengadopsi ribuan bibit juga tidak otomatis membuat suatu produk, penerbangan, acara, perjalanan, atau perusahaan menjadi bebas emisi.

Prinsip mitigasi iklim yang bertanggung jawab harus mengikuti urutan yang jelas:

ukur emisi → hindari emisi → kurangi emisi → ganti teknologi dan sumber energi → tangani emisi residu → dukung mitigasi tambahan di luar rantai nilai.

Mangrove dapat berperan dalam penyerapan karbon, perlindungan stok karbon, restorasi ekosistem, dan kontribusi iklim di luar rantai nilai. Namun, mangrove tidak boleh ditempatkan di awal sebagai jalan pintas untuk menghindari pengurangan emisi.

Dalam strategi net zero yang berintegritas, pengurangan emisi secara mendalam harus menjadi inti tindakan. Penyerapan karbon baru digunakan untuk menangani emisi residu setelah upaya dekarbonisasi benar-benar dilakukan.

Mengapa Mangrove Tidak Boleh Membenarkan Emisi yang Terus Bertambah?

Mangrove tidak boleh digunakan untuk membenarkan kenaikan emisi karena:

  • emisi bahan bakar fosil menambah karbon baru ke atmosfer;
  • penyimpanan karbon biologis memiliki risiko hilang kembali;
  • mangrove membutuhkan waktu untuk membentuk biomassa dan karbon tanah;
  • bibit yang ditanam belum tentu hidup menjadi pohon;
  • tidak ada angka serapan universal untuk semua mangrove;
  • kapasitas lahan mangrove terbatas;
  • manfaat karbon harus dibuktikan melalui pengukuran;
  • proyek harus memenuhi baseline dan additionality;
  • terdapat risiko kebocoran dan penghitungan ganda;
  • klaim karbon tidak boleh mengabaikan hak masyarakat;
  • pemulihan mangrove tidak menghapus dampak lain dari kegiatan beremisi;
  • dan kredit karbon seharusnya melengkapi, bukan menggantikan dekarbonisasi.

Net zero tidak berarti perusahaan bebas terus meningkatkan emisi selama memiliki cukup uang untuk membeli kredit karbon.

Mangrove Penting bagi Iklim, tetapi Bukan Pengganti Dekarbonisasi

Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang sangat penting.

Ekosistem ini dapat:

  • menyimpan karbon pada biomassa;
  • mengakumulasi karbon di dalam tanah;
  • menangkap sedimen;
  • mendukung perikanan;
  • menjadi habitat satwa;
  • mengurangi energi gelombang;
  • menjaga kualitas lingkungan pesisir;
  • dan mendukung penghidupan masyarakat.

Karena manfaat tersebut, mangrove semakin sering dimasukkan ke dalam:

  • strategi keberlanjutan perusahaan;
  • program tanggung jawab sosial;
  • kebijakan netralitas karbon;
  • proyek kredit karbon;
  • kampanye penanaman;
  • dan komunikasi lingkungan.

Keterlibatan perusahaan dalam perlindungan dan pemulihan mangrove dapat memberikan manfaat besar. Persoalannya muncul ketika program tersebut digunakan untuk memberi kesan bahwa emisi perusahaan telah selesai ditangani, padahal emisi operasional dan rantai nilainya masih terus bertambah.

Kontribusi terhadap mangrove harus berjalan bersama pengurangan emisi yang terukur, bukan menggantikannya.

Apa yang Dimaksud Membenarkan Emisi dengan Mangrove?

Pembenaran emisi terjadi ketika manfaat mangrove digunakan untuk mengurangi tekanan terhadap sumber emisi utama tanpa perubahan yang memadai.

Contohnya:

  • perusahaan meningkatkan konsumsi bahan bakar, tetapi menyatakan dampaknya telah diimbangi melalui penanaman;
  • perjalanan beremisi tinggi dipromosikan sebagai netral karbon hanya karena membeli kredit;
  • produk diklaim ramah iklim tanpa menjelaskan jejak emisi produksinya;
  • acara besar disebut bebas karbon berdasarkan jumlah bibit yang ditanam;
  • perusahaan menonjolkan restorasi pesisir, tetapi tidak memiliki target pengurangan emisi operasional;
  • jumlah propagul dikalikan dengan angka serapan tetap;
  • atau kredit karbon digunakan untuk menunda investasi pada teknologi rendah karbon.

Dalam kondisi tersebut, mangrove tidak lagi digunakan sebagai bagian dari strategi iklim yang utuh.

Mangrove digunakan sebagai izin moral dan alat komunikasi untuk mempertahankan skenario business as usual.

Netral Karbon Tidak Berarti Tidak Menghasilkan Emisi

Istilah carbon neutral atau netral karbon sering dipahami secara keliru sebagai keadaan tanpa emisi.

Padahal, suatu kegiatan dapat tetap menghasilkan emisi besar, kemudian membeli kredit atau menggunakan klaim pengimbangan agar hasil bersihnya dianggap seimbang.

Masalahnya, klaim tersebut dapat menyembunyikan perbedaan antara:

  • tidak menghasilkan emisi;
  • mengurangi emisi;
  • mencegah emisi di tempat lain;
  • dan menghilangkan karbon yang sudah berada di atmosfer.

Keempat tindakan tersebut tidak selalu memiliki kualitas, waktu, permanensi, dan tingkat kepastian yang sama.

Sebuah penerbangan yang menggunakan bahan bakar fosil tetap melepaskan emisi ketika berlangsung. Pendanaan mangrove tidak membuat pembakaran bahan bakar tersebut tidak pernah terjadi.

Pendanaan itu dapat menjadi kontribusi iklim di tempat lain. Namun, hubungan antara emisi dan manfaatnya harus dijelaskan secara jujur.

Net Zero Tidak Sama dengan Membeli Offset Sebanyak-Banyaknya

Net zero bukan kondisi ketika perusahaan mempertahankan seluruh emisinya lalu membeli kredit dengan jumlah yang dianggap sama.

Net zero mensyaratkan pengurangan emisi secara mendalam hingga hanya tersisa emisi yang benar-benar sulit dihilangkan. Emisi tersebut kemudian dinetralkan menggunakan penyerapan karbon yang sesuai dan dapat dipertahankan.

Sebagian besar emisi harus dihilangkan melalui dekarbonisasi, bukan ditutup menggunakan kredit karbon.

Penggunaan carbon offset tanpa pengurangan emisi mendalam hanya mengubah cara pelaporan, bukan menyelesaikan sumber persoalan.

Apa Itu Emisi Residu?

Emisi residu atau residual emissions adalah emisi yang masih tersisa setelah organisasi melaksanakan seluruh pengurangan yang layak dan selaras dengan jalur net zero.

Emisi residu bukan:

  • seluruh emisi yang terlalu mahal untuk dikurangi;
  • emisi yang sengaja dibiarkan;
  • emisi yang dipertahankan karena kredit lebih murah;
  • atau emisi yang belum pernah dipetakan.

Suatu perusahaan tidak dapat menyebut seluruh emisinya sebagai residu hanya karena memilih tidak mengubah teknologi.

Status emisi residu perlu didasarkan pada:

  • kondisi teknologi;
  • jalur sektoral;
  • kelayakan ilmiah;
  • rencana transisi;
  • batas waktu;
  • dan bukti pengurangan mendalam.

Emisi baru dapat disebut residu setelah tindakan penghindaran, efisiensi, elektrifikasi, pergantian energi, dan transformasi proses benar-benar dilakukan.

Hierarki Mitigasi: Kurangi Emisi Terlebih Dahulu

Strategi iklim yang berintegritas perlu mengikuti hierarki mitigasi.

1. Mengukur Emisi

Perusahaan harus memahami sumber emisinya.

Pengukuran dapat mencakup:

  • bahan bakar;
  • listrik;
  • refrigeran;
  • perjalanan;
  • logistik;
  • bahan baku;
  • penggunaan produk;
  • limbah;
  • pemasok;
  • dan perubahan penggunaan lahan.

Tanpa inventarisasi, perusahaan tidak mengetahui bagian mana yang paling penting untuk dikurangi.

2. Menghindari Emisi

Emisi yang tidak perlu harus dihentikan sejak awal.

Contohnya:

  • mengganti perjalanan dengan pertemuan daring;
  • menghindari pemborosan energi;
  • mengurangi material sekali pakai;
  • menghentikan pembelian dari sumber yang menyebabkan deforestasi;
  • dan menghapus proses yang tidak memberikan nilai penting.

Menghindari emisi lebih kuat daripada melepaskan emisi lalu berusaha mengimbanginya.

3. Mengurangi Emisi

Setelah emisi yang dapat dihindari dihapus, perusahaan harus mengurangi kebutuhan energi dan material.

Tindakannya dapat berupa:

  • meningkatkan efisiensi;
  • memperbaiki proses produksi;
  • mengurangi kebocoran;
  • mengoptimalkan transportasi;
  • mendesain ulang produk;
  • meningkatkan masa pakai barang;
  • dan menerapkan ekonomi sirkular.

4. Mengganti Teknologi dan Sumber Energi

Sumber energi dan teknologi beremisi tinggi perlu diganti.

Contohnya:

  • elektrifikasi;
  • energi terbarukan;
  • kendaraan rendah emisi;
  • proses industri baru;
  • bahan rendah karbon;
  • dan perubahan rantai pasok.

5. Menangani Emisi Residu

Setelah pengurangan mendalam, emisi yang benar-benar tersisa dapat dinetralkan melalui penyerapan karbon berkualitas tinggi.

Pada tahap ini, mangrove dapat berperan dengan tetap memperhatikan:

  • baseline;
  • additionality;
  • permanensi;
  • kebocoran;
  • pengukuran;
  • hak karbon;
  • dan dampak sosial.

6. Mendukung Mitigasi di Luar Rantai Nilai

Perusahaan juga dapat mendukung konservasi dan restorasi di luar rantai nilainya sebagai kontribusi tambahan.

Tindakan ini dikenal sebagai beyond value chain mitigation atau mitigasi di luar rantai nilai.

Bahasa yang bertanggung jawab adalah:

“Kami mengurangi emisi internal sekaligus mendukung restorasi mangrove sebagai kontribusi tambahan di luar rantai nilai.”

Bukan:

“Kami tidak perlu menurunkan emisi karena telah menanam mangrove.”

Mengapa Emisi Fosil dan Karbon Mangrove Tidak Sepenuhnya Setara?

Karbon yang tersimpan dalam batu bara, minyak, dan gas telah berada di bawah tanah selama waktu geologis yang sangat panjang.

Ketika bahan bakar fosil dibakar, karbon tersebut dipindahkan ke atmosfer dan menambah jumlah karbon aktif dalam sistem iklim.

Mangrove menyerap karbon dan menyimpannya pada:

  • daun;
  • batang;
  • cabang;
  • akar;
  • kayu mati;
  • serasah;
  • dan sedimen.

Namun, penyimpanan biologis menghadapi risiko gangguan.

Karbon dapat dilepaskan kembali akibat:

  • penebangan;
  • konversi lahan;
  • abrasi;
  • kematian massal;
  • gangguan hidrologi;
  • pembangunan tambak;
  • pencemaran;
  • dan kenaikan muka laut.

Pembakaran bahan bakar fosil memindahkan karbon ke atmosfer secara langsung, sedangkan penyimpanan karbon mangrove memiliki risiko pembalikan.

Hal tersebut tidak mengurangi pentingnya mangrove. Justru karena karbon mangrove berharga tetapi rentan, ekosistemnya harus dilindungi dan tidak dibebani klaim berlebihan.

Mangrove Membutuhkan Waktu, sedangkan Emisi Terjadi Seketika

Emisi pembakaran bahan bakar terjadi ketika bahan bakar digunakan.

Karbon dioksida masuk ke atmosfer saat:

  • pesawat terbang;
  • kendaraan berjalan;
  • pembangkit beroperasi;
  • pabrik memproduksi barang;
  • dan bahan bakar dibakar.

Sebaliknya, bibit mangrove membutuhkan waktu untuk:

  • membentuk akar;
  • menghasilkan daun;
  • menjadi semai;
  • berkembang menjadi pancang;
  • memperbesar diameter;
  • membentuk tegakan;
  • dan menambah karbon tanah.

Menyamakan emisi hari ini dengan serapan yang diperkirakan terjadi selama puluhan tahun menciptakan ketidaksesuaian waktu atau temporal mismatch.

Bibit juga menghadapi risiko mati sebelum manfaat karbon yang diproyeksikan tercapai.

Karena itu, klaim harus menjelaskan apakah manfaat karbon:

  • sudah terjadi;
  • sedang berlangsung;
  • atau baru diperkirakan terjadi pada masa depan.

Seribu Bibit Bukan Seribu Pohon Penyerap Karbon

Program penanaman sering menggunakan jumlah bibit sebagai dasar klaim iklim.

Contohnya:

10.000 bibit × angka serapan tertentu = emisi yang dianggap telah diimbangi.

Perhitungan tersebut berisiko menyesatkan karena tidak seluruh bibit akan:

  • bertahan hidup;
  • tumbuh menjadi pancang;
  • berkembang menjadi pohon;
  • mencapai ukuran yang diproyeksikan;
  • dan tetap terlindungi selama periode klaim.

Jumlah bibit merupakan keluaran kegiatan.

Jumlah karbon yang benar-benar bertambah merupakan hasil yang harus diukur atau diestimasi menggunakan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perhitungan perlu mempertimbangkan:

  • survival rate;
  • pertumbuhan;
  • jenis;
  • diameter;
  • luas;
  • kepadatan;
  • karbon tanah;
  • baseline;
  • ketidakpastian;
  • dan risiko pembalikan.

Karena itu, sertifikat penanaman bukan bukti otomatis bahwa emisi telah dinetralkan.

Tidak Ada Angka Universal Serapan Karbon per Pohon Mangrove

Satu pohon mangrove tidak menyerap karbon dalam jumlah yang sama setiap tahun sepanjang hidupnya.

Serapan dipengaruhi oleh:

  • jenis;
  • umur;
  • diameter;
  • tinggi;
  • kesehatan;
  • salinitas;
  • nutrisi;
  • genangan;
  • sedimentasi;
  • kerapatan;
  • dan kondisi iklim.

Semai kecil memiliki biomassa sangat sedikit.

Pohon besar memiliki stok karbon lebih besar, tetapi laju pertumbuhan tahunannya dapat berbeda dari pohon muda.

Karbon ekosistem mangrove juga tidak hanya berada pada pohon. Sebagian besar stoknya dapat tersimpan pada akar dan tanah.

Karena itu, klaim seperti:

“Satu mangrove menyerap sekian kilogram karbon setiap tahun”

tidak boleh diterapkan ke semua jenis, umur, dan lokasi tanpa konteks metodologis.

Stok Karbon Tidak Sama dengan Serapan Karbon

Kesalahan lain adalah menggunakan angka stok untuk mengklaim serapan tahunan.

Stok karbon adalah jumlah karbon yang tersimpan pada suatu waktu.

Serapan karbon adalah pertambahan karbon selama periode tertentu.

Suatu hutan dapat memiliki stok karbon besar karena telah berkembang selama puluhan atau ratusan tahun.

Angka stok tersebut tidak berarti hutan menyerap jumlah yang sama setiap tahun.

Mengklaim seluruh stok karbon hutan lama sebagai manfaat program baru juga keliru apabila tidak dapat dibuktikan bahwa tindakan proyek benar-benar mencegah kehilangan yang akan terjadi.

Inilah alasan baseline dan additionality menjadi penting.

Apa Itu Baseline?

Baseline adalah gambaran mengenai kondisi yang diperkirakan terjadi tanpa adanya proyek.

Pertanyaan pentingnya meliputi:

  • Apakah mangrove akan tetap ada tanpa pendanaan?
  • Apakah kawasan benar-benar terancam?
  • Apakah regenerasi alami akan berlangsung?
  • Apakah lahan akan dikonversi?
  • Berapa emisi dalam skenario tanpa proyek?
  • Berapa tambahan manfaat akibat intervensi?

Tanpa baseline, proyek tidak dapat membedakan:

  • perubahan alami;
  • pertumbuhan yang memang akan terjadi;
  • dan manfaat tambahan akibat proyek.

Mengklaim seluruh karbon kawasan sebagai hasil perusahaan tanpa baseline yang kuat dapat menghasilkan klaim berlebihan.

Apa Itu Additionality?

Additionality atau adicionalitas berarti manfaat iklim terjadi karena adanya proyek dan tidak akan terjadi dalam skenario tanpa proyek.

Pertanyaan additionality dapat meliputi:

  • Apakah hutan tetap terlindungi tanpa pendanaan karbon?
  • Apakah rehabilitasi tetap dilakukan tanpa proyek?
  • Apakah intervensi benar-benar meningkatkan serapan?
  • Apakah kegiatan sudah diwajibkan oleh hukum?
  • Apakah manfaat sudah dibiayai program lain?
  • Apakah hasilnya diklaim oleh lebih dari satu pihak?

Tidak semua konservasi harus menghasilkan kredit karbon.

Kegiatan yang tidak memenuhi persyaratan additionality tetap dapat memiliki nilai ekologis dan sosial yang sangat tinggi. Namun, jenis klaimnya harus dibedakan.

Apa Itu Permanensi?

Permanensi atau permanence adalah kemampuan mempertahankan manfaat karbon dalam jangka panjang.

Mangrove dapat menyimpan karbon dalam tanah selama waktu yang panjang apabila:

  • ekosistem tetap utuh;
  • sedimen stabil;
  • hidrologi terjaga;
  • dan penggunaan lahannya tidak berubah.

Namun, permanensi menghadapi risiko:

  • abrasi;
  • banjir ekstrem;
  • konversi lahan;
  • penebangan;
  • konflik tenurial;
  • perubahan hidrologi;
  • kenaikan muka laut;
  • pencemaran;
  • dan berakhirnya pendanaan.

Proyek perlu memiliki mekanisme untuk:

  • mengidentifikasi risiko;
  • mencegah kerusakan;
  • membentuk cadangan penyangga;
  • memantau perubahan;
  • menangani pembalikan;
  • dan memastikan tanggung jawab jangka panjang.

Kredit karbon mangrove bukan sekadar kegiatan menanam dan menghitung pohon.

Apa Itu Kebocoran Emisi?

Kebocoran atau leakage terjadi ketika proyek mengurangi emisi di satu lokasi, tetapi mendorong emisi atau kerusakan ke tempat lain.

Contohnya:

  • tambak dihentikan di area proyek, tetapi dibuka di desa sebelah;
  • penebangan dilarang di satu kawasan, tetapi berpindah ke luar batas;
  • masyarakat kehilangan akses dan kemudian membuka lahan lain;
  • atau aktivitas beremisi hanya dipindahkan ke pemasok lain.

Proyek yang hanya melihat batas petanya sendiri dapat melewatkan dampak tersebut.

Karena itu, kontribusi mangrove tidak boleh dinilai hanya dari kondisi di dalam area proyek.

Penghitungan Ganda Harus Dihindari

Penghitungan ganda atau double counting terjadi ketika satu manfaat mitigasi diklaim oleh lebih dari satu pihak.

Hal ini dapat terjadi ketika:

  • pengembang proyek mengklaim manfaat;
  • perusahaan pembeli mengklaim manfaat yang sama;
  • pemerintah memasukkannya dalam pencapaian nasional;
  • donor menyatakan angka yang sama sebagai hasil program;
  • dan mitra lain memakai manfaat tersebut dalam laporan keberlanjutan.

Pembagian klaim harus dijelaskan melalui:

  • registrasi;
  • nomor unit;
  • pengalihan hak;
  • sistem pencatatan;
  • retirement atau penghentian kredit;
  • dan hubungan dengan target nasional.

Semakin besar klaim yang dibuat, semakin kuat bukti yang dibutuhkan.

Kredit Karbon Tidak Menghapus Dampak Selain Karbon

Kegiatan beremisi dapat menimbulkan dampak yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan kredit karbon.

Contohnya:

  • pencemaran udara;
  • limbah;
  • kebisingan;
  • kerusakan habitat;
  • konsumsi air;
  • gangguan kesehatan;
  • ketimpangan sosial;
  • dan eksploitasi sumber daya.

Mendanai mangrove di lokasi lain tidak otomatis menyelesaikan dampak lokal tersebut.

Perusahaan tetap harus:

  • mengendalikan pencemaran;
  • mematuhi regulasi;
  • melindungi pekerja;
  • mengelola limbah;
  • dan mencegah kerusakan di wilayah operasinya.

Karbon bukan satu-satunya ukuran keberlanjutan.

Jangan Memindahkan Beban kepada Masyarakat Pesisir

Mangrove sering digunakan untuk menyerap emisi yang dihasilkan kegiatan ekonomi di kota atau pusat industri.

Namun, lokasi proyek berada di wilayah masyarakat pesisir yang memiliki:

  • hak atas lahan;
  • akses perahu;
  • tambak;
  • wilayah tangkap;
  • pengetahuan lokal;
  • dan kebutuhan penghidupan.

Program karbon tidak boleh membuat masyarakat menanggung:

  • pembatasan akses;
  • komitmen lahan jangka panjang;
  • risiko kegagalan tanaman;
  • konflik;
  • beban pemeliharaan;
  • atau hilangnya peluang ekonomi,

sementara manfaat reputasi dan finansial dinikmati oleh pihak lain.

Klaim iklim yang berintegritas harus disertai:

  • persetujuan yang layak;
  • kejelasan hak;
  • transparansi kontrak;
  • mekanisme keluhan;
  • pembagian manfaat;
  • perlindungan sosial;
  • dan keterlibatan masyarakat sejak perencanaan.

Mangrove tidak boleh menjadi alat untuk memindahkan tanggung jawab emisi dari penghasil emisi kepada warga pesisir.

Jangan Menyederhanakan Mangrove Menjadi Ton Karbon

Mangrove memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada ton karbon dioksida ekuivalen.

Ekosistem ini mendukung:

  • ikan;
  • udang;
  • kepiting;
  • moluska;
  • burung;
  • mikroorganisme;
  • siklus hara;
  • perlindungan garis pantai;
  • pendidikan;
  • budaya;
  • dan mata pencaharian.

Ketika seluruh nilai mangrove dipersempit menjadi komoditas karbon, keputusan pengelolaan dapat terlalu berorientasi pada:

  • jumlah hektare;
  • jumlah kredit;
  • kecepatan penerbitan;
  • dan harga karbon.

Padahal, mangrove muda, kawasan regenerasi, dan habitat pesisir yang terhubung tetap memiliki nilai ekologis yang besar.

Karbon harus menjadi salah satu alasan melindungi mangrove, bukan satu-satunya alasan.

Kapan Dukungan terhadap Mangrove Dapat Disebut Bertanggung Jawab?

Dukungan terhadap mangrove lebih bertanggung jawab apabila perusahaan:

  1. menghitung emisi secara lengkap;
  2. memiliki target pengurangan jangka pendek dan panjang;
  3. menunjukkan penurunan emisi aktual;
  4. tidak menggunakan kredit untuk menggantikan target internal;
  5. memilih proyek berkualitas tinggi;
  6. menjelaskan jenis klaim secara transparan;
  7. memisahkan kontribusi mangrove dari pengurangan internal;
  8. memastikan hak masyarakat;
  9. memantau manfaat jangka panjang;
  10. melaporkan risiko dan ketidakpastian;
  11. menghindari penghitungan ganda;
  12. dan tidak menyatakan bibit sebagai pohon atau kredit sebelum hasilnya terverifikasi.

Kredit karbon berkualitas dapat membantu transisi, tetapi penggunaannya harus berjalan paralel dengan dekarbonisasi dalam rantai nilai.

Klaim Mana yang Lebih Bertanggung Jawab?

Klaim yang Berisiko Menyesatkan

“Kegiatan ini bebas karbon karena kami menanam 1.000 mangrove.”

Klaim tersebut bermasalah karena:

  • jumlah bibit tidak membuktikan serapan;
  • emisi kegiatan belum tentu dihitung;
  • waktu serapan tidak dijelaskan;
  • survival rate tidak diketahui;
  • dan istilah bebas karbon terlalu mutlak.

Klaim yang Lebih Transparan

“Kami menghitung dan mengurangi emisi kegiatan melalui efisiensi energi serta pembatasan perjalanan. Di luar upaya tersebut, kami mendukung penanaman dan pemantauan 1.000 bibit mangrove sebagai kontribusi tambahan bagi pemulihan pesisir. Program ini tidak digunakan sebagai pengganti pengurangan emisi langsung.”

Klaim tersebut lebih baik karena memisahkan:

  • pengurangan internal;
  • kontribusi mangrove;
  • dan batas klaim.

Klaim yang Membutuhkan Verifikasi Tinggi

“Kegiatan ini netral karbon.”

Klaim ini membutuhkan penjelasan mengenai:

  • batas penghitungan;
  • sumber emisi;
  • metode;
  • faktor emisi;
  • tindakan pengurangan;
  • kredit yang digunakan;
  • standar;
  • nomor registrasi;
  • tahun kredit;
  • retirement unit;
  • dan ketidakpastian.

Semakin absolut klaimnya, semakin kuat bukti yang harus tersedia.

Perusahaan Boleh Mendukung Mangrove Tanpa Mengklaim Netral Karbon

Program mangrove tidak harus selalu dikaitkan dengan klaim netralitas.

Perusahaan dapat mendukung mangrove sebagai:

  • kontribusi konservasi;
  • program biodiversitas;
  • investasi sosial;
  • dukungan adaptasi pesisir;
  • penguatan masyarakat;
  • pemulihan habitat;
  • penelitian;
  • pendidikan;
  • atau mitigasi di luar rantai nilai.

Pendekatan ini dapat lebih jujur apabila program belum memenuhi persyaratan proyek karbon.

Contoh komunikasi:

“Perusahaan mendukung pemulihan hidrologi dan perlindungan mangrove seluas lima hektare sebagai kontribusi terhadap konservasi pesisir. Manfaat karbon akan dipantau dan tidak diklaim sebagai pengimbang emisi sebelum memenuhi persyaratan pengukuran serta verifikasi.”

Tidak semua program mangrove harus menghasilkan kredit karbon.

Tidak semua kontribusi lingkungan harus dipaksa menjadi klaim offset.

Prioritaskan Konservasi Mangrove yang Sudah Ada

Penanaman baru sering lebih mudah dipublikasikan daripada perlindungan hutan lama.

Namun, melindungi mangrove yang telah berkembang sangat penting karena kawasan tersebut sudah memiliki:

  • pohon besar;
  • akar kompleks;
  • stok karbon tanah;
  • regenerasi;
  • fauna;
  • dan fungsi hidrologi.

Menebang hutan lama lalu menanam bibit di lokasi lain tidak menghasilkan kondisi yang setara.

Bibit membutuhkan puluhan tahun untuk membangun kembali struktur dan stok karbon yang hilang.

Karena itu, strategi mangrove sebaiknya mengikuti urutan:

hindari kerusakan → lindungi tegakan → pulihkan hidrologi → fasilitasi regenerasi alami → lakukan penanaman jika diperlukan.

Prinsip yang sama berlaku pada emisi:

hindari emisi → kurangi emisi → transformasikan sistem → tangani emisi residu.

Mengapa Pengurangan Emisi Memberikan Kepastian Lebih Tinggi?

Ketika perusahaan mengurangi konsumsi bahan bakar, emisi yang tidak jadi dilepaskan dapat dihitung relatif langsung.

Contohnya:

  • perjalanan dibatalkan;
  • mesin menjadi lebih efisien;
  • listrik fosil diganti;
  • kebocoran refrigeran dicegah;
  • atau produksi material beremisi tinggi dikurangi.

Sebaliknya, manfaat penyerapan mangrove bergantung pada keberhasilan ekologis selama periode panjang.

Pengurangan emisi di sumber juga mengurangi kebutuhan menggunakan lahan dan kredit untuk mengimbangi emisi.

Ketersediaan lahan mangrove terbatas. Lahan pesisir juga dibutuhkan untuk:

  • ekosistem lain;
  • masyarakat;
  • adaptasi;
  • budidaya;
  • permukiman;
  • dan perlindungan pantai.

Dunia tidak memiliki ruang mangrove tanpa batas untuk mengimbangi emisi yang terus bertambah.

Kapasitas Mangrove Tidak Terbatas

Mangrove tidak dapat terus diperluas tanpa batas.

Tidak semua pantai cocok ditanami. Penanaman juga tidak boleh dilakukan pada:

  • padang lamun;
  • terumbu karang;
  • dataran lumpur alami;
  • pantai berpasir terbuka;
  • jalur perahu;
  • dan lahan yang berkonflik.

Bahkan di lokasi yang sesuai, mangrove memiliki batas pertumbuhan dan akumulasi karbon.

Solusi berbasis alam tidak dapat menanggung seluruh emisi dunia sementara penggunaan bahan bakar fosil terus meningkat.

Mangrove harus menjadi bagian dari transformasi iklim, bukan penyangga agar transformasi dapat ditunda.

Harga Kredit yang Murah Dapat Menunda Perubahan

Apabila membeli kredit lebih murah daripada mengganti teknologi, perusahaan mungkin memilih mempertahankan sistem lama.

Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • investasi rendah karbon tertunda;
  • aset fosil terus digunakan;
  • emisi terkunci selama puluhan tahun;
  • dan target jangka panjang semakin sulit dicapai.

Karena itu, harga murah tidak selalu menunjukkan solusi terbaik.

Keputusan iklim harus mempertimbangkan:

  • integritas;
  • urgensi;
  • permanensi;
  • keadilan;
  • dan konsistensi dengan jalur dekarbonisasi.

Apa Itu Greenwashing dalam Program Mangrove?

Greenwashing terjadi ketika komunikasi lingkungan memberikan kesan lebih baik daripada tindakan yang sebenarnya.

Dalam program mangrove, greenwashing dapat muncul melalui:

  • menyebut propagul sebagai pohon;
  • mengklaim emisi telah dinetralkan tanpa inventarisasi;
  • menggunakan angka serapan universal;
  • tidak melaporkan kematian;
  • tidak melakukan monitoring;
  • mengabaikan konflik lahan;
  • menyembunyikan kenaikan emisi perusahaan;
  • menonjolkan foto penanaman tanpa hasil jangka panjang;
  • atau menyatakan net zero hanya berdasarkan pembelian kredit.

Batas sederhananya adalah:

Apakah mangrove melengkapi pengurangan emisi, atau justru digunakan untuk menggantikannya?

Tanda Mangrove Sedang Digunakan untuk Membenarkan Emisi

Waspadai apabila perusahaan:

  • tidak menerbitkan inventarisasi emisi;
  • tidak memiliki target pengurangan;
  • emisinya terus meningkat;
  • hanya melaporkan jumlah bibit;
  • tidak menyebut survival rate;
  • tidak menjelaskan baseline;
  • tidak memiliki rencana monitoring;
  • menggunakan satu angka serapan per pohon;
  • langsung mengklaim netral karbon;
  • tidak menjelaskan standar kredit;
  • tidak menunjukkan pengurangan operasional;
  • atau lebih banyak membahas penanaman daripada sumber emisi utamanya.

Satu tanda belum tentu membuktikan greenwashing. Namun, semakin banyak tanda muncul, semakin besar kebutuhan untuk meminta transparansi.

Pertanyaan yang Harus Diajukan kepada Perusahaan

Publik, mitra, investor, dan masyarakat dapat menanyakan:

  1. Berapa total emisi perusahaan?
  2. Apakah emisi absolut meningkat atau menurun?
  3. Apa batas inventarisasinya?
  4. Apa target pengurangan jangka pendek?
  5. Tindakan pengurangan apa yang sudah dilakukan?
  6. Berapa emisi yang diklaim diimbangi?
  7. Mengapa emisi tersebut belum dapat dikurangi?
  8. Apakah program menghasilkan kredit atau hanya kegiatan penanaman?
  9. Metodologi apa yang digunakan?
  10. Berapa survival rate tanaman?
  11. Apakah karbon tanah diukur?
  12. Apa baseline proyek?
  13. Bagaimana additionality dibuktikan?
  14. Bagaimana risiko nonpermanensi dikelola?
  15. Siapa pemilik hak karbon?
  16. Bagaimana masyarakat memberikan persetujuan?
  17. Bagaimana manfaat dibagikan?
  18. Apakah unit kredit telah dihentikan atau retired?
  19. Apakah manfaat diklaim pihak lain?
  20. Apa yang terjadi jika mangrove rusak?

Perusahaan yang serius terhadap integritas harus mampu menjawab pertanyaan tersebut secara terbuka.

Bagaimana Organisasi Mangrove Menjaga Integritas?

Organisasi mangrove tidak boleh hanya menjadi penyedia legitimasi bagi klaim perusahaan.

Langkah yang perlu dilakukan meliputi:

  • meminta data tujuan program;
  • membedakan penanaman, restorasi, konservasi, dan proyek karbon;
  • tidak menjanjikan angka serapan universal;
  • menjelaskan batas manfaat;
  • menyusun baseline;
  • memantau survival rate;
  • mengukur pertumbuhan;
  • mencatat penyulaman;
  • menilai hidrologi;
  • melibatkan masyarakat;
  • melaporkan risiko;
  • dan menolak klaim yang tidak didukung data.

Sertifikat penanaman sebaiknya menyatakan tindakan aktual.

Contoh yang tepat:

“Telah mendukung penanaman dan pemantauan 1.000 bibit mangrove.”

Bukan:

“Telah menetralkan sekian ton emisi.”

Pernyataan netralisasi hanya layak digunakan apabila penghitungan, metodologi, registrasi, validasi, dan verifikasinya benar-benar tersedia.

Model Komunikasi Program Mangrove yang Lebih Jujur

Tahap Penanaman

“Sebanyak 5.000 bibit mangrove telah ditanam pada lokasi yang dinilai sesuai. Jumlah tersebut merupakan keluaran awal dan belum dapat disamakan dengan jumlah pohon hidup atau serapan karbon.”

Tahap Monitoring

“Pada bulan keenam, survival rate tercatat sebesar 78 persen. Pemantauan pertumbuhan dan kondisi habitat akan dilanjutkan.”

Tahap Estimasi Karbon

“Estimasi karbon disusun berdasarkan data vegetasi, luas, jenis, pertumbuhan, dan metodologi yang dinyatakan. Nilai tersebut mengandung ketidakpastian dan bukan angka serapan universal per pohon.”

Kontribusi di Luar Rantai Nilai

“Program ini merupakan kontribusi mitigasi di luar rantai nilai dan tidak menggantikan target pengurangan emisi operasional perusahaan.”

Klaim Net Zero

“Perusahaan hanya akan menggunakan istilah net zero setelah memenuhi target pengurangan jangka panjang dan menetralkan emisi residu sesuai kerangka yang digunakan.”

Bahasa yang hati-hati bukan tanda program lemah.

Bahasa yang hati-hati menunjukkan integritas.

Bagaimana Perusahaan Seharusnya Menggunakan Mangrove dalam Strategi Iklim?

1. Hitung Seluruh Emisi Material

Gunakan inventarisasi yang mencakup sumber emisi penting.

2. Tetapkan Target Berbasis Sains

Target harus memiliki:

  • tahun dasar;
  • cakupan;
  • jadwal;
  • dan indikator yang jelas.

3. Kurangi Emisi Aktual

Tunjukkan perubahan dalam:

  • energi;
  • teknologi;
  • logistik;
  • material;
  • proses produksi;
  • dan rantai pasok.

4. Publikasikan Kemajuan

Laporkan emisi absolut, bukan hanya intensitas.

Intensitas emisi dapat turun sementara total emisi tetap meningkat karena produksi bertambah.

5. Dukung Mangrove sebagai Kontribusi Tambahan

Pendanaan dapat diarahkan pada:

  • konservasi;
  • restorasi hidrologi;
  • regenerasi alami;
  • penguatan masyarakat;
  • penelitian;
  • dan pemantauan.

6. Gunakan Kredit Berkualitas Tinggi secara Hati-Hati

Pastikan kredit memiliki:

  • metodologi;
  • registrasi;
  • additionality;
  • pengelolaan permanensi;
  • pencegahan kebocoran;
  • verifikasi;
  • dan perlindungan sosial.

7. Batasi Klaim

Jangan menyampaikan klaim yang lebih besar daripada data.

8. Perbarui Strategi Secara Berkala

Kemampuan teknologi berubah. Emisi yang saat ini sulit dikurangi mungkin dapat dikurangi pada masa depan.

Kesalahan Umum Menggunakan Mangrove untuk Klaim Iklim

Menganggap Penanaman Sama dengan Penghilangan Karbon

Penanaman adalah tindakan awal. Penghilangan karbon berlangsung bertahap selama tanaman tumbuh.

Menghitung Berdasarkan Jumlah Bibit

Bibit dapat mati dan memiliki pertumbuhan berbeda.

Menggunakan Angka Serapan Tetap

Tidak ada angka universal untuk semua jenis dan lokasi.

Mengabaikan Karbon Tanah

Karbon mangrove tidak hanya berada pada batang.

Mengklaim Stok Lama sebagai Serapan Baru

Stok dan serapan merupakan konsep berbeda.

Tidak Memiliki Baseline

Tanpa baseline, tambahan manfaat akibat proyek tidak dapat dibuktikan.

Mengabaikan Additionality

Manfaat yang tetap terjadi tanpa proyek tidak seluruhnya dapat diklaim.

Mengabaikan Permanensi

Karbon dapat terlepas kembali.

Menggabungkan Pengurangan dan Pengimbangan

Keduanya perlu dilaporkan terpisah.

Mengklaim Netral Karbon Tanpa Pengurangan

Pembelian kredit tidak menggantikan dekarbonisasi.

Tidak Melaporkan Kenaikan Emisi Absolut

Penurunan intensitas dapat menyembunyikan kenaikan total emisi.

Mengabaikan Masyarakat

Proyek karbon tidak boleh menghilangkan hak dan akses warga.

Menggunakan Mangrove Hanya untuk Reputasi

Program harus menghasilkan manfaat ekologis yang dapat dipantau.

Jadi, Jangan Gunakan Mangrove untuk Membenarkan Emisi yang Terus Bertambah

Mangrove tidak boleh digunakan untuk membenarkan emisi yang terus bertambah karena solusi berbasis alam tidak dapat menggantikan kebutuhan untuk menghentikan sumber utama perubahan iklim.

Mangrove dapat:

  • menyerap karbon;
  • menyimpan karbon tanah;
  • melindungi pesisir;
  • mendukung biodiversitas;
  • dan meningkatkan ketahanan masyarakat.

Namun, manfaat tersebut memiliki:

  • batas lahan;
  • batas pertumbuhan;
  • risiko kerusakan;
  • ketidakpastian;
  • dan kebutuhan pengelolaan jangka panjang.

Sementara itu, emisi dari bahan bakar fosil terjadi secara langsung dan menambahkan karbon baru ke atmosfer.

Karena itu, strategi yang bertanggung jawab harus menempatkan pengurangan emisi sebagai prioritas.

Mangrove dapat digunakan untuk:

  • melindungi stok karbon yang telah ada;
  • memulihkan kawasan rusak;
  • membantu menyerap sebagian karbon;
  • menangani emisi residu dengan persyaratan ketat;
  • serta memberikan kontribusi tambahan bagi iklim dan masyarakat.

Mangrove tidak boleh digunakan untuk:

  • mempertahankan business as usual;
  • menunda transisi energi;
  • menyembunyikan kenaikan emisi;
  • atau memberikan kesan bahwa seluruh dampak telah dihapus.

Kurangi emisinya. Lindungi mangrovenya. Jangan pertentangkan keduanya.

Perusahaan yang benar-benar serius terhadap iklim tidak akan bertanya:

“Berapa banyak mangrove yang harus ditanam agar kami dapat terus menghasilkan emisi?”

Pertanyaan yang seharusnya diajukan adalah:

“Bagaimana kami dapat mengurangi emisi sedalam mungkin, lalu mendukung mangrove secara adil dan berintegritas untuk menangani emisi residu serta memperkuat pemulihan pesisir?”

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah menanam mangrove dapat menggantikan seluruh emisi perusahaan?

Tidak. Penanaman mangrove harus melengkapi pengurangan emisi, bukan menggantikannya.

Apakah kredit karbon mangrove boleh digunakan perusahaan?

Boleh, apabila digunakan secara transparan, berkualitas tinggi, dan tidak mengurangi kewajiban dekarbonisasi perusahaan.

Apa perbedaan pengurangan emisi dan offset?

Pengurangan emisi menurunkan emisi dari kegiatan perusahaan. Offset menggunakan manfaat mitigasi dari kegiatan lain untuk menyeimbangkan klaim atas emisi tertentu.

Apakah net zero berarti perusahaan masih boleh menghasilkan emisi?

Net zero dapat menyisakan emisi residu yang benar-benar sulit dihilangkan, tetapi sebagian besar emisi harus dikurangi terlebih dahulu.

Apakah seribu bibit berarti seribu pohon penyerap karbon?

Tidak. Bibit masih harus hidup, tumbuh menjadi pancang, dan berkembang menjadi pohon.

Apakah satu pohon mangrove memiliki angka serapan karbon tetap?

Tidak. Serapan dipengaruhi jenis, umur, ukuran, lokasi, salinitas, nutrisi, dan kondisi habitat.

Apakah program CSR mangrove otomatis menjadi proyek karbon?

Tidak. Proyek karbon membutuhkan baseline, additionality, pengukuran, validasi, verifikasi, registrasi, dan pengelolaan risiko.

Apakah konservasi mangrove dapat didukung tanpa membeli kredit?

Bisa. Perusahaan dapat mendukung konservasi, restorasi, pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan tanpa mengklaim offset.

Apa yang dimaksud emisi residu?

Emisi residu adalah emisi yang masih tersisa setelah pengurangan mendalam dan pelaksanaan seluruh tindakan dekarbonisasi yang layak.

Apakah emisi perusahaan boleh meningkat selama membeli kredit?

Pembelian kredit tidak seharusnya digunakan sebagai alasan untuk membiarkan emisi terus bertambah.

Apakah mangrove merupakan solusi perubahan iklim?

Mangrove merupakan bagian penting dari solusi iklim, tetapi tidak dapat menggantikan transisi energi dan pengurangan emisi di seluruh sektor.

Bagaimana menghindari greenwashing dalam program mangrove?

Gunakan klaim terbatas, laporkan emisi dan pengurangan secara terpisah, pantau hasil ekologis, jelaskan metodologi, serta jangan menyamakan jumlah bibit dengan serapan karbon. (ADM).

Daftar Pustaka

Allen, M. R., Axelsson, K., Caldecott, B., Hale, T., Hepburn, C., Hickey, C., Mitchell-Larson, E., Malhi, Y., Otto, F., Seddon, N., & Smith, S. M. (2020). The Oxford Principles for Net Zero Aligned Carbon Offsetting. University of Oxford.

Axelsson, K., Wagner, A., Johnstone, I., Allen, M., Caldecott, B., Eyre, N., Fankhauser, S., Hale, T., Hepburn, C., Hickey, C., Smith, S. M., & others. (2024). The Oxford Principles for Net Zero Aligned Carbon Offsetting: Revised 2024. University of Oxford.

Donato, D. C., Kauffman, J. B., Murdiyarso, D., Kurnianto, S., Stidham, M., & Kanninen, M. (2011). Mangroves among the most carbon-rich forests in the tropics. Nature Geoscience, 4, 293–297.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2023). The World’s Mangroves 2000–2020. Rome: FAO.

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2014). 2013 Supplement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories: Wetlands. IPCC.

International Organization for Standardization. (2022). IWA 42:2022 Net Zero Guidelines. Geneva: ISO.

International Organization for Standardization. (2023). ISO 14068-1:2023 Climate Change Management—Transition to Net Zero—Part 1: Carbon Neutrality. Geneva: ISO.

Kauffman, J. B., & Donato, D. C. (2012). Protocols for the Measurement, Monitoring and Reporting of Structure, Biomass and Carbon Stocks in Mangrove Forests. CIFOR Working Paper No. 86.

Murdiyarso, D., Purbopuspito, J., Kauffman, J. B., Warren, M. W., Sasmito, S. D., Donato, D. C., Manuri, S., Krisnawati, H., Taberima, S., & Kurnianto, S. (2015). The potential of Indonesian mangrove forests for global climate change mitigation. Nature Climate Change, 5, 1089–1092.

Science Based Targets initiative. (2021). SBTi Corporate Net-Zero Standard. Version 1.0.

Seddon, N., Smith, A., Smith, P., Key, I., Chausson, A., Girardin, C., House, J., Srivastava, S., & Turner, B. (2021). Getting the message right on nature-based solutions to climate change. Global Change Biology, 27(8), 1518–1546.

Voluntary Carbon Markets Integrity Initiative. (2023). Claims Code of Practice. VCMI.

Wetlands International, Global Mangrove Alliance, & Blue Carbon Initiative. (2023). Best Practice Guidelines for Mangrove Restoration.

No comments:

Post a Comment