21.8.26

DUMATRA DUMATRI KeSEMaT 2026 Jalani Pemotretan di Kota Lama dan UNDIP

Semarang – KeSEMaTBLOG. Duta Mangrove KeSEMaT Putra dan Putri (DUMATRA DUMATRI KeSEMaT 2026) menjalani sesi pemotretan resmi sebagai bagian dari rangkaian program satu tahun mereka dalam membawa pesan konservasi mangrove kepada generasi muda dan masyarakat Indonesia. Sdr. Lukman Adi Prabowo selaku DUMATRA KeSEMaT 2026 dan Sdri. Wa Ode Almira Sachi selaku DUMATRI KeSEMaT 2026 mengikuti pemotretan selama satu hari penuh di kawasan Kota Lama Semarang dan Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang, Jumat, 14 Agustus 2026.

Pemotretan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dan ditangani oleh Mangrove Creative, unit kreatif yang mendukung produksi konten visual dalam ekosistem gerakan mangrove KeSEMaT. Selain menjadi bagian dari dokumentasi resmi DUMATRA DUMATRI, kegiatan ini dirancang untuk membangun karakter visual keduanya sebagai representasi anak muda yang aktif, profesional, dekat dengan budaya, sekaligus konsisten membawa identitas konservasi mangrove.

Empat Karakter Visual DUMATRA DUMATRI KeSEMaT

Dalam pemotretan tersebut, Sdr. Lukman dan Sdr. Sachi menampilkan beberapa konsep visual yang merepresentasikan karakter DUMATRA DUMATRI KeSEMaT. Konsep yang diangkat meliputi heritage, official, lifestyle, dan active, dengan pemilihan busana, lokasi, aktivitas, serta properti yang disesuaikan dengan karakter masing-masing konsep.

Nuansa heritage dihadirkan dengan memanfaatkan arsitektur Kota Lama Semarang yang memiliki karakter sejarah kuat. Sementara itu, konsep official menampilkan Sdr. Lukman dan Sdr. Sachi dalam citra yang lebih formal sebagai representasi DUMATRA DUMATRI KeSEMaT ketika menghadiri seminar, forum, kampanye lingkungan, maupun kegiatan kelembagaan.

Konsep lifestyle, dan active kemudian menghadirkan sisi lain keduanya sebagai generasi muda yang dinamis. Pemotretan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan foto formal, tetapi juga memperlihatkan bahwa sosok duta mangrove dapat tampil relevan dengan kehidupan anak muda tanpa kehilangan substansi pesan konservasi yang dibawanya.

Kampus UNDIP Tembalang dipilih sebagai salah satu latar pemotretan untuk menegaskan akar KeSEMaT sebagai organisasi mahasiswa yang lahir dan berkembang di lingkungan akademik. Perpaduan Kota Lama dan kawasan kampus menghadirkan dua identitas penting dalam perjalanan DUMATRA DUMATRI, yaitu kedekatan dengan sejarah dan budaya kota serta semangat intelektual dan regenerasi mahasiswa.

Membawa Produk Warga Binaan dalam Pemotretan

Pemotretan DUMATRA DUMATRI KeSEMaT 2026 tidak hanya menampilkan Sdr. Lukman dan Sdr. Sachi sebagai model utama. Sejumlah produk berbasis mangrove yang diproduksi dan dikembangkan oleh warga binaan KeSEMaT turut diperkenalkan sebagai bagian dari konsep visual.

Produk tersebut antara lain aneka jajanan mangrove, batik mangrove, dan kopi mangrove. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian penting dari pesan bahwa konservasi mangrove tidak hanya berkaitan dengan kegiatan penanaman, tetapi juga dapat berkembang menuju pemberdayaan masyarakat, kreativitas, penguatan ekonomi lokal, dan promosi gaya hidup yang lebih dekat dengan ekosistem pesisir.

Melalui pemotretan ini, DUMATRA DUMATRI juga menjalankan perannya sebagai jembatan komunikasi antara gerakan konservasi dan masyarakat. Produk yang ditampilkan bukan sekadar properti foto, melainkan representasi dari proses panjang pendampingan masyarakat yang mempertemukan aspek lingkungan, sosial, kreativitas, dan ekonomi.

Lukman: Membawa Pesan Mangrove dengan Cara yang Lebih Dekat

Meski menjalani pemotretan selama kurang lebih sepuluh jam dengan perpindahan lokasi dan pergantian konsep, Sdr. Lukman mengaku menikmati seluruh rangkaian kegiatan. Baginya, pemotretan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawabnya sebagai DUMATRA KeSEMaT 2026.

“Senang sekali bisa menjalani pemotretan ini bersama Sachi dan teman-teman KeSEMaT. Setiap konsep memiliki karakter yang berbeda, tetapi semuanya tetap membawa identitas kami sebagai DUMATRA DUMATRI. Saya berharap hasil foto ini nantinya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dapat membuat pesan mengenai mangrove semakin dekat dengan anak muda,” kata DUMATRA.

Menurutnya, menjadi DUMATRA bukan hanya mengenai tampil dalam materi publikasi, tetapi juga mengenai kesiapan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan KeSEMaT. Seminar, edukasi, pelatihan, penanaman, hingga pemantauan mangrove menjadi ruang bagi DUMATRA DUMATRI untuk menyampaikan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga masa depan kawasan pesisir.

Sachi: Menunjukkan Konservasi Bisa Dekat dengan Anak Muda

Sdri. Sachi juga terlihat antusias mengikuti setiap sesi pemotretan. Pergantian lokasi, busana, dan konsep dari pagi hingga sore tidak mengurangi semangatnya dalam menjalani agenda tersebut. Menurutnya, proses pemotretan memberikan gambaran mengenai bagaimana pesan konservasi dapat dikemas melalui pendekatan visual yang lebih segar dan relevan.

“Pemotretannya sangat menyenangkan karena kami bisa menampilkan banyak sisi, mulai dari formal, budaya, olahraga sampai gaya hidup. Saya ingin menunjukkan bahwa menjadi bagian dari gerakan mangrove juga bisa berjalan berdampingan dengan aktivitas dan karakter generasi muda sehari-hari,” ujar Sachi.

Ia berharap kehadiran DUMATRA DUMATRI dapat membantu memperluas jangkauan pesan KeSEMaT kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengenal mangrove secara lebih dekat. Menurutnya, komunikasi lingkungan membutuhkan berbagai pendekatan, sehingga pesan konservasi tidak selalu harus disampaikan melalui ruang yang formal.

Didampingi Kabinet KeSEMaT

Selama proses pemotretan,Sdr. Lukman dan Sdr. Sachi turut didampingi oleh jajaran Kabinet KeSEMaT. Pendampingan tersebut dikoordinatori oleh Sdr. Jieo Pandu Maulana (MENPORSI).

Suasana pemotretan berlangsung cair dan suportif. Jajaran kabinet membantu berbagai kebutuhan teknis serta memberikan dukungan kepada DUMATRA DUMATRI selama berpindah dari satu konsep ke konsep berikutnya. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa program DUMATRA DUMATRI tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem kaderisasi, kampanye, dan gerakan KeSEMaT secara keseluruhan.

Sdr. Pandu menjelaskan bahwa Sdr. Lukman dan Sdri. Sachi akan membawa tanggung jawab yang lebih luas selama masa tugas satu tahun mereka. Keduanya tidak hanya berperan sebagai wajah visual KeSEMaT, tetapi juga akan dilibatkan dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan publik.

“Selama satu tahun ke depan, DUMATRA DUMATRI akan menjadi salah satu wajah KeSEMaT dalam menyampaikan semangat konservasi mangrove kepada generasi muda dan masyarakat Indonesia. Mereka akan hadir dalam seminar nasional, kegiatan edukasi, pelatihan, penanaman, pemantauan mangrove, hingga berbagai kampanye yang dilaksanakan KeSEMaT. Kami ingin Lukman dan Sachi mampu menjadi figur yang inspiratif, tetapi tetap dekat dan membumi,” jelas MENPORSI.

Dari Foto Menuju Aksi Nyata Mangrove

Keberadaan DUMATRA DUMATRI KeSEMaT dirancang bukan sekadar sebagai program representasi visual. Selama masa tugasnya, Lukman dan Sachi akan terlibat dalam berbagai agenda yang mempertemukan edukasi, kampanye, konservasi, kreativitas, dan keterlibatan generasi muda.

Keduanya akan menjadi bagian dari wajah publik KeSEMaT ketika organisasi menjalankan seminar nasional, pelatihan mangrove, kampanye lingkungan, kegiatan penanaman, pemantauan, hingga berbagai agenda kolaborasi bersama masyarakat dan mitra. Dengan demikian, citra yang dibangun melalui sesi pemotretan akan diterjemahkan lebih lanjut melalui kehadiran dan aksi nyata di lapangan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat KeSEMaT yang selama lebih dari dua dekade mendorong mangrove agar tidak hanya dipahami sebagai vegetasi pesisir, tetapi juga menjadi bagian dari pengetahuan, budaya, kreativitas, pemberdayaan, jejaring, dan gaya hidup generasi muda.

Bersiap Menjalani Syuting MIL The Series

Setelah menyelesaikan rangkaian pemotretan resmi, Lukman dan Sachi akan melanjutkan agenda berikutnya berupa syuting program MIL The Series. Program tersebut nantinya akan ditayangkan melalui kanal YouTube MIL The Series sebagai bagian dari pengembangan konten audiovisual yang membawa isu mangrove dalam format yang lebih komunikatif.

Keterlibatan keduanya dalam program tersebut sekaligus memperluas ruang komunikasi DUMATRA DUMATRI. Tidak hanya melalui foto dan kegiatan luring, pesan konservasi akan dibawa melalui format video yang memungkinkan masyarakat mengikuti aktivitas, cerita, pengalaman, serta berbagai perspektif mengenai mangrove dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter media generasi muda.

Hasil pemotretan DUMATRA DUMATRI KeSEMaT 2026 di Kota Lama Semarang dan Kampus UNDIP Tembalang dapat dilihat pada rangkaian foto yang ditampilkan dalam artikel ini. Setiap foto menjadi bagian dari perjalanan awal Lukman dan Sachi sebelum keduanya menjalankan berbagai agenda KeSEMaT sepanjang satu tahun masa tugasnya.

DUMATRA DUMATRI sebagai Wajah Regenerasi KeSEMaT

Bagi KeSEMaT, DUMATRA DUMATRI merupakan salah satu medium regenerasi sekaligus komunikasi publik yang mempertemukan konservasi mangrove dengan energi generasi muda. Pengetahuan ilmiah, kerja lapangan, kreativitas, olahraga, budaya, gaya hidup, dan komunikasi digital ditempatkan dalam satu ekosistem gerakan agar mangrove dapat menjangkau kelompok masyarakat yang semakin luas.

Pemotretan selama satu hari tersebut menjadi langkah awal bagi Sdr. Lukman dan Sdri. Sachi untuk menjalankan perjalanan panjang mereka sebagai DUMATRA DUMATRI KeSEMaT 2026. Selepas kamera berhenti mengambil gambar, keduanya masih memiliki banyak ruang untuk bergerak: berdiri di depan forum, berbagi pengetahuan kepada masyarakat, turun ke lumpur bersama relawan, menanam mangrove, memantau pertumbuhannya, hingga membawa semangat konservasi ke ruang-ruang baru.

Dari Kota Lama Semarang hingga Kampus UNDIP Tembalang, DUMATRA DUMATRI mulai membangun identitas mereka sebagai wajah muda gerakan mangrove. Bukan hanya untuk tampil, tetapi untuk menginspirasi, mengedukasi, dan mengajak semakin banyak orang mengambil bagian dalam pelestarian ekosistem pesisir Indonesia. (ADM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar