13.2.12

Ketika Para Santri Memasak Cake dan Stick Mangrove

Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 11 Februari 2012 kemarin, disaat kami memberikan pelatihan memasak kue mangrove kepada para santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Mangkang Kulon, Semarang, Alhamdulillah, sambutannya sangat baik. Mereka nampak antusias mengikuti jalannya acara, dimana kami memberikan informasi dan pengetahuan mengenai kondisi kerusakan mangrove di pesisir Semarang, berikut teknik rehabilitasinya dan pengembangan ke depannya, salah satunya dengan cara membudidayakan dan memasaknya menjadi kue mangrove jenis cake dan stick untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Tujuan lain dari pelatihan ini, tak lain dan dan tak bukan hanyalah untuk mempopulerkan informasi dan pengetahuan mangrove kepada mereka, yang ternyata sama sekali belum banyak mengetahui mengenai mangrove. Kami juga menjelaskan bahwa kita tidak boleh mengambil buah mangrove yang belum matang untuk dijadikan kue mangrove, justru wajib menjaga yang muda untuk ditanam dan dipelihara demi kelestariannya di masa mendatang. Sebuah buku dan SOP mengenai pengambilan buah mangrove ini juga telah kami informasikan, sehingga apabila mereka ingin mengembangkan kue mangove ini ke ranah industri, maka mereka tidak akan mengeksploitasinya secara berlebihan.

Bangga melihat antusiasme di wajah mereka, dalam menangkap informasi yang diberikan oleh para trainer mangrove kami. Terlebih lagi, disaat pelatihan memasak kue mangrove tiba, para santri juga aktif bertanya dan turut serta mengaduk adonan, memotong dan mencampur tepung buah mangrove jenis Brayo dan Lindur dengan telur, tepung dan berbagai resep lainnya sehingga menjadi adonan yang kalis yang siap untuk dicetak, dipanggang dan digoreng. Hasil akhirnya, sebuah senyuman saat menikmati lezatnya kue mangrove buatan bersama, bagaikan sebuah semangat untuk bersama-sama melestarikan dan mempopulerkan mangrove ke masyarakat Indonesia. Semangat MANGROVER!