10.2.12

Mari Bersama Selamatkan Mangrove Cilacap!

Cilacap – KeSEMaTBLOG. Beberapa waktu yang lalu, pada saat kami mangroving ke pesisir Cilacap dengan menggunakan perahu, sepanjang perjalanan, kami melihat berbagai jenis mangrove yang didominasi oleh Rhizophora sp, Acanthus sp dan Nypa sp. Entah mengapa, tapi sejauh mata memandang, terlihat vegetasi mangrove-mayor yang jarang. Pada saat kami membantu menanam bibit mangrove di sana, kami juga menemukan bahwa teknik penanamannya tidak menggunakan ajir atau potongan bambu.

Warga di sana hanya menancapkan bibit mangrovenya ke dalam lumpur dan memberikan jarak antara, supaya tidak terlalu rapat. Teknik penanaman bibit mangrove seperti ini, kami temukan juga di pesisir Rembang. Sebagai informasi, untuk menuju ke Lokasi penanaman, dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam, dengan menggunakan perahu dari Pelabuhan Seleko, Cilacap.

Kami juga sempat bertemu dengan ketua kelompok tani mangrove setempat, bernama Pak Wahyono. Dia menuturkan bahwa hutan mangrove yang berada di Ujung Alang Cilacap itu, sudah terpengaruh oleh aktivitas manusia, terutama investor yang selalu mengambil untung dari usaha pembukaan tambak. Oleh karena itu, Pak Wahyono dan petani mangrove lainnya berusaha untuk menanam mangrove dan memanfaatkannya, mengingat hampir sebagian besar pendapatan masyarakat di sana mengandalkan hasil pesisir dan laut.

Mereka sadar betul bahwa hutan mangrove yang memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar, sehingga dapat membantu memberikan kesejahteraan perekonomian mereka. Oleh karena itu, salah satu program yang dilakukan oleh kelompok mereka adalah menanam dan memelihara mangrove secara berkala. Tak hanya itu, mereka bahkan membibitkan mangrove sendiri, untuk menunjang program kerja kelompoknya. Walaupun tidak semua manusia menyadari betapa pentingnya fungsi dan manfaat ekosistem mangrove, semoga saja kita sadar bahwa kita memiliki kewajiban untuk melestarikan hutan mangrove demi anak, cucu dan keturunan kita di masa depan. Amin. Semangat MANGROVER!