13.2.11

Di Pesisir, Kami Debat dan Diskusi, Demi Masa Depan Mangrove!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Kami sering debat. Kami juga selalu diskusi mengenai berbagai hal yang sekiranya mengusik kehidupan mangrove dan masyarakat pesisir, kami. Tak mencoba untuk mencari siapa yang salah dan benar apalagi menghakimi, kami telah terbiasa melihat satu permasalahan dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Kami tahu dan kami sadar, bahwa pasti ada sebuah alasan tertentu dibalik beragam masalah yang sampai saat ini masih saja menimpa mangrove dan masyarakat pesisir kami, sehingga membuatnya selalu menderita. Dan, dalam setiap kesempatan bertemu dengan para mitra kerja kami, baik dari institusi pemerintahan, swasta dan LSM lainnya, kami selalu berusaha tak memihak siapapun melainkan berdiri di atas kaki kami sendiri.

Lihatlah foto di atas, ini. Tak hanya di kantor saja kami debat dan diskusi mangrove. Kami juga melakukannya di pesisir, saat kami berkeliling untuk bertemu dengan mangrove dan masyarakat pesisir kami secara langsung, sembari menyempatkan diri agar bisa menemukan solusi atas segala permasalahan yang mereka alami. Tak perlu menyewa tempat yang mewah, apalagi protokoler acara yang rumit. Cukup dengan lesehan ditemani makanan dan minuman khas pesisir, kami telah terbiasa debat dan diskusi mangrove di ruangan terbuka dengan segala “fasilitasnya”.

Udara pesisir yang masih bersih, membuat pikiran kami jernih dalam menangkap dan menanggapi setiap isyu mangrove yang sedang terjadi, yang hasil dan solusinya, kemudian langsung kami sampaikan ke masyarakat setempat, kami tulis di Jaringan KeSEMaTONLINE, mempublikasikannya menjadi sebuah buku mangrove dan juga kami undangkan di setiap rapat kerja mangrove dengan para mitra kerja kami. Dengan cara seperti inilah, maka pada akhirnya kami bisa turut berkontribusi dalam menata kembali ekosistem mangrove di Indonesia.

Memang, kami tak hanya bekerja dan berjuang secara fisik saja. Kami tak hanya ribuan kali menanam dan jutaan kali menyulam mangrove selama kurun waktu satu dasawarsa ini. Lebih dari itu, kami juga berjuang dalam menyusun kembali organisasi, peraturan dan kebijakan mangrove yang ada di Indonesia dengan cara memberikan penyuluhan, pengajaran, kampanye, “berdemo” dan berbagai kegiatan non fisik lainnya. Semoga saja, pemikiran kecil kami yang tumbuh dan berkembang dari rawa, pada akhirnya bisa bermuara ke satu tempat yang layak, demi masa depan mangrove yang lebih baik. Amin. Semangat MANGROVER!