22.2.11

Reportase KeSEMaTER di Forum International Training Workshop on Wetlands Management Planning for Indonesian Professional UNESCO - IHE

Semarang – KeSEMaTBLOG. Berikut ini adalah hasil reportase hari ketiga dan keempat dari Sdri. Fera Nur Idawati S. (MENSEK) yang mewakili KeSEMaT dalam Forum International Training Workshop on Wetlands Management Planning for Indonesian Professional UNESCO – IHE, yang diselenggarakan di BIOTROP Training and Information Centre, Jl. Raya Tajur, Km. 6, Bogor, Jawa Barat, mulai tanggal 14 – 19 Februari 2011. Selamat membaca.

Hari ini, 16 Februari 2011, kami tidak ke lapangan, kami berada di ruangan untuk evaluasi hasil wawancara kemarin. Acara dimulai dari pukul 9 pagi dan direncanakan sampai dengan 5 sore. Kami memulainya dengan menulis hasil interview kami dalam bentuk poin-poin yang kami sebut sebagai group presentation of stakeholder assignment. Kemudian, kami melanjutkannya dengan management planning according to Ramsar Guidelines.

Kami juga mengidentifikasi stakeholder berdasarkan karakteristik, fakta, interest, problem, vision dan lain-lain. Dari kegiatan ini, kami mengetahui tentang macam-macam stakeholder dan bagaimana cara me-management mereka. Setelah itu, kami menggambarkan dan mengevaluasi kondisi lahan basah yang kami temui, yaitu Muara Angke. Kami menggambar di kertas besar dan mempresentasikannya ke semua peserta. Setelah istirahat sejenak untuk makan siang, kami melanjutkan kegiatan dengan defining problems and objectives, yang bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang ditawarkan. Terakhir, kami membuat pohon permasalahan dan mengklasifikasikan stakeholder yang kami temui kemarin, menurut kekuatan yang dimiliki dan juga pengaruh yang mereka timbulkan bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Hari berikutnya, kami membahas tentang permasalahan dan analisanya. Apakah permasalahan itu dan bagaimana suatu keadaan bisa dikatakan sebagai suatu masalah, dan bagaimana cara menganalisanya. Kami juga belajar untuk mengetahui perbedaan perspektif dari stakeholder dan menggunakan metode untuk menganalisanya berdasarkan hubungan sebab akibat. Tak hanya itu, kami juga belajar menerangkan tentang hubungan, tujuan dan langkah-langkah untuk menganalisa masalah dalam manajemen perencanaan lahan basah. Kemudian, dari hasil fieldtrip kemarin, kami mencoba untuk membuat pohon masalah, dengan mengklasifikasikan bagian mana yang merupakan masalah utama, akar permasalahan dan dampak manakah yang paling mempengaruhi. Selanjutnya, kami membuat sebuah kalimat yang diambil dari akar permasalahan yang paling besar.

Kami juga membuat pohon-positif yang bertujuan untuk mengetahui mengenai tujuan, cara dan langkah-langkah yang digunakan agar tepat sasaran. Kesimpulan pohon-positif ini, kami tuangkan dalam sebuah metode bernama SMART (Specific, Measurable, Agreed, Realism and Time Bound). Ketika latar belakang ini sudah memiliki kriteria SMART, maka berarti sudah bisa disampaikan kepada pihak luar. Setelah itu, kami membuat beberapa pilihan untuk menganalisa permasalahan yang ada. Analisa yang kami gunakan disebut dengan MCA (Multy Criteria Analysis). Inti dari MCA adalah, dari permasalahan, kami mengidentifikasi cara apa saja yang bisa digunakan untuk sampai kepada visi dan tujuan kami untuk menentukan kriteria penilaian sehingga benar-benar ditemukan cara yang paling tepat, efektif dan realistis untuk mencapai tujuan yang diinginkan.