4.2.11

Lowongan KeMANGTEER MANGROVE RESTORATION 2011

Semarang – KeSEMaTBLOG. Dengan ini, diumumkan kepada masyarakat umum bahwa KeSEMaT membuka lowongan bekerja untuk mangrove sebagai KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) dalam program MANGROVE RESTORATION (MANGRES) 2011 : Peringatan Hari Lahan Basah dan Hari Air dengan Survei, Kampanye Simpatik, Penyuluhan dan Penyulaman Mangrove di Dusun Tapak, Semarang. Hal yang melatarbelakangi MANGRES 2011 adalah sebuah kenyataan bahwa ekosistem hutan mangrove merupakan komunitas tumbuhan pesisir yang memiliki manfaat sangat besar, antara lain sebagai daerah pemijahan jenis biota tertentu, daerah asuhan ikan-ikan ekonomis penting, penyedia nutrien dan zat hara penting, serta fungsi fisik yang sangat besar seperti menjaga daerah pesisir dari abrasi, namun secara umum, ternyata kondisi mangrove di Indonesia khususnya Pantai Utara Jawa berada dalam tingkatan yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi, kondisi ekosistem mangrove yang ada di daerah pesisir Semarang, khususnya di Dusun Tapak, telah rusak akibat abrasi dan pertambakan.

Memperhatikan keadaan tersebut di atas, maka pada tahun 2010, KeSEMaT telah melakukan upaya rehabilitasi mangrove melalui program rehabilitasi mangrove di Dusun Tapak yang bekerjasama dengan Yayasan BINTARI, FoE Jepang dan MercyCorps. Dalam program ini, KeSEMaT telah merekomendasikan sedikitnya 5 lokasi rehabilitasi mangrove di Dusun Tapak, Semarang, dan bersama Yayasan BINTARI, FoE Jepang dan MercyCorps, telah membangun Alat Pemecah Ombak (APO) dan menanam kurang lebih 20.000 bibit mangrove. Menindak lanjuti kegiatan tersebut, maka di tahun 2011 ini, KeSEMaT kembali mengadakan kegiatan MANGRES 2011, dengan inti kegiatan adalah penyulaman bibit mangrove yang telah mati, untuk merehabilitasi kembali wilayah pesisir di Dusun Tapak, Semarang.

Tujuan dari MANGRES 2011 adalah untuk melanjutkan program penyulaman bibit mangrove yang telah ditanam oleh KeSEMaT, Komunitas PRENJAK Tapak dan para mitra kerjanya di Dusun Tapak, pada tahun 2010, dengan cara mengganti bibit mangrove yang telah mati dengan bibit mangrove yang baru. Selanjutnya MANGRES 2011 terbagi menjadi tujuh tahapan, sebagai berikut di bawah ini.

1. Tahapan Pendaftaran KeMANGTEER (5 – 13 Februari 2011)
Pada tahap ini, KeSEMaT melakukan rekruitmen dan pendaftaran sukarelawan KeSEMaT, yang disebut sebagai KeMANGTEER. Pendaftaran KeMANGTEER adalah gratis tanpa dipungut biaya apapun, dimulai pada tanggal 5 Februari – 13 Februari 2011, mulai pukul 08.00 WIB – 20.00 WIB di Kantor KeSEMaT, Jl. Ngesrep Barat V/35 Semarang. Adapun sasaran utama KeMANGTEER adalah para pelajar, mahasiswa dari organisasi mahasiswa se-Semarang dan masyarakat umum. KeMANGTEER MANGRES 2011 dibatasi hingga 35 orang.

2. Tahapan Technical Meeting (TM) (16 Februari 2011)
TM akan dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2011 di Kantor KeSEMaT Semarang mulai pukul 15.30 WIB – 18.00 WIB, untuk memberikan informasi kepada para KeMANGTEER mengenai teknis MANGRES 2011 dan persyaratan yang wajib dipenuhi oleh KeMANGTEER selama MANGRES 2011.

3. Tahapan Survei Lokasi (19 Februari 2011)
Survei lokasi akan diadakan pada tanggal 19 Februari 2011, mulai pukul 07.30 WIB - 11.15 WIB, di kawasan mangrove Dusun Tapak Semarang, agar para KeMANGTEER mengetahui lokasi penanaman mangrove yang terletak di Tapak, Semarang.

4. Tahapan Kampanye Simpatik (21 Februari 2011)
Kampanye Simpatik akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2011, mulai pukul 06.00 WIB – 13.00 WIB di Tugu Muda Semarang, yang dilakukan oleh KeSEMaT dan KeMANGTEER dalam rangka untuk mengajak masyarakat luas agar lebih peduli dengan lingkungannya, dengan cara membagikan leaflet, stiker dan wayang mangrove dari kertas koran.

5. Tahapan Penyuluhan Mangrove (5 Maret 2011)
Penyuluhan ini dilaksanakan oleh KeSEMaT dalam rangka mengajak pelajar SMA di sekitar Dusun Tapak agar dapat bersahabat dengan mangrove dan bekerja sama dalam melakukan penyulaman demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir Tapak. Penyuluhan ini akan diselenggarakan pada tanggal 5 Maret 2011, mulai pukul 07.00 WIB – 12.00 WIB di sekolah – sekolah sekitar wilayah Dusun Tapak, Semarang.

6. Tahapan Pra Penanaman (11 Maret 2011)
Tahapan ini, merupakan tahap sebelum puncak pelaksanaan MANGRES 2011. Panitia dari KeSEMaT dan KeMANGTEER pada tanggal 11 Maret 2011, mulai pukul 07.30 WIB – 11.00 WIB, untuk meninjau persiapan bibit dan ajir yang akan digunakan pada saat penanaman di Dusun Tapak, Semarang.

7. Tahapan Penyulaman Mangrove (12 Maret 2011)
Tahapan ini, merupakan puncak pelaksanaan MANGRES 2011. Panitia dari KeSEMaT dan KeMANGTEER berkumpul di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Diponegoro (UNDIP) pada tanggal 12 Maret 2011, mulai pukul 06.30 WIB – 14.15 WIB. Acara kemudian akan dilanjutkan dengan penyuluhan mangrove, briefing dan perjalanan ke lokasi MANGRES 2011. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyulaman bibit mangrove di Dusun Tapak, Semarang.

FASILITAS DAN PERATURAN
1. KeMANGTEER akan mendapatkan fasilitas berupa pin, sertifikat dan konsumsi pada saat Tahapan Penyulaman MANGRES 2011 pada tanggal 12 Maret 2011.
2. Akomodasi dan transportasi dibebankan sepenuhnya kepada para KeMANGTEER MANGRES 2011.
3. KeMANGTEER MANGRES 2011 dibatasi hingga 35 orang.
4. KeMANGTEER MANGRES 2011 diwajibkan untuk mematuhi tata tertib dan jadwal kegiatan yang diberikan oleh Panitia MANGRES 2011.
5. Sertifikat MANGRES 2010 HANYA AKAN diberikan kepada KeMANGTEER MANGRES 2010 yang mengikuti Tahapan Penyulaman Mangrove dan minimal 4 Tahapan lainnya di rangkaian acara MANGRES 2010.
6. Sertifikat MANGRES 2011 akan diberikan oleh Panitia MANGRES 2011 setelah Tahapan Penyulaman Mangrove di Dusun Tapak, Semarang.

KONTAK DAN INFORMASI
Segala bentuk korespondensi berkaitan dengan MANGRES 2011 bisa ditujukan kepada:

Sdri. RINA SETYOWATI SULISTYONINGRUM (Ketua MANGRES 2011)
M. 085641426557 P. (024) 70527552 F. (024) 7474698
E. kesemat@undip.ac.id W. www.kesemat.undip.ac.id

Demikian pengumuman ini dibuat, untuk dijadikan perhatian. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya kelestarian alam terutama pesisir pantai dan mangrove. Atas kerjasama semua pihak yang mendukung kegiatan ini, kami sampaikan terima kasih.