8.7.13

Alih Fungsi Lahan Ancam Mangrove Banggai, Sulawesi Tengah

Banggai – KeSEMaTBLOG. Selama periode bulan Mei - Juni 2013 kemarin, KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Muhammad Faisal Rachmansyah (DP) mendapat kesempatan untuk MANGROVING, menjelajahi rimbunnya hutan mangrove di Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan yang terlaksana atas kerjasama Kementerian Kelautan Perikanan dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro ini dimaksudkan untuk membuat Rencana Penyusunan Zonasi di Daerah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil.

Di lokasi penelitian, banyak ditemukan jenis- jenis vegetasi mangrove yang tidak ditemukan di Pulau Jawa, diantaranya Osbornia octodonta, Cerbera manghas, Derris trifoliata dan masih banyak jenis lainnya. Dari hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa kondisi vegetasi mangrove di dua kabupaten tersebut relatif masih bagus, namun ada beberapa ancaman, diantaranya pemotongan batang pohon mangrove untuk dijadikan kayu bakar dan pengelupasan batang kulit pohon mangrove untuk dijadikan pengawet jaring ikan, serta pengalihfungsian lahan untuk dermaga pelabuhan nikel.

Dalam kegiatan tersebut, KeSEMaT juga tidak hanya meneliti vegetasi mangrove di dua kabupaten saja, namun juga memberikan pelatihan mengenai cara rehabilitasi dan berbagi pengalamannya, mengenai upaya penyelamatan ekosistem mangrove yang keberadaannya semakin terancam kepada warga sekitar. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, terutama warga pesisir di Sulawesi Tengah. Amin. Semangat MANGROVER!