29.7.13

KeSEMaT Narasumber Pelatihan Mangrove di Wonorejo, Surabaya

Surabaya – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 22 - 25 Juli 2013, KeSEMaT menghadiri undangan sebagai Trainer Pelatihan Pengenalan Ekosistem Mangrove dan Pembibitan Mangrove di Wonorejo, Surabaya. KeSEMaT pada kesempatan kali ini diwakili oleh Bpk. Sapto Pamungkas (DK), Sdr. Oky Yuripa Pradana (IKAMaT) dan Sdr. Ganis Riyan Efendi (DP). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam kegiatan persiapan program penanaman mangrove yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2013 oleh Yayasan IDEP, Bali bekerjasama dengan CSR PT. HM Sampoerna.

Hari pertama, acara dimulai pada pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh program koordinator Bpk. Immanuel dari IDEP Bali. Bertempat di Pendopo Dinas Pertanian, acara ini dihadiri oleh puluhan warga yang berasal dari berbagai kelompok tani mangrove, diantaranya Roh Kelem, Gunung Anyar, Wisata Anyar, Trunojoyo dan Bintang Timur.

Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia acara oleh IDEP. Selanjutnya, dilanjutkan pemaparan materi pengenalan ekosistem mangrove oleh Bpk. Sapto. Materi ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman terlebih dahulu tentang pengertian mangrove dan fungsi mangrove secara umum.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, yang lebih banyak membahas mengenai karakteristik ekosistem mangrove yang terdapat di Wonorejo dan Gunung Anyar, Surabaya. Secara umum, banyak masyarakat yang menanyakan tentang bagaimana solusi, apabila terjadi kegiatan penanaman yang gagal termasuk langkah - langkah apa yang diterapkan untuk mengevaluasi kegiatan penanaman yang telah dijalankan.

Selain itu, masyarakat juga mengutarakan keinginannya untuk mengelola kawasan mangrove yang sesuai dengan aturan yang ada. Warga juga menginginkan adanya pendampingan oleh pihak pemerintah terkait, secara kontinyu, untuk menunjang keberhasilan kegiatan rehabilitasi mangrove mereka.

Hari kedua, acara dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan pemberian materi baru, yaitu Teknik Pembibitan Mangrove. Acara diawali dengan materi yang diberikan di ruangan, yang dilanjutkan dengan materi lapangan dengan cara praktek langsung di lapangan untuk mencoba teknik pembibitan yang telah diberikan pada saat di ruangan.

Praktek pembibitan yang dilakukan adalah pembibitan dari jenis Bruguiera gymnorrhiza. Kelompok secara aktif menanyakan sekaligus menjelaskan teknik pembibitan yang telah pernah mereka lakukan. Karena sebagian kelompok sudah mampu melakukan pembibitan secara mandiri, dan beberapa kelompok yang lain belum pernah melakukan pembibitan, maka forum diskusi menjadi sangat menarik dan interaktif. Kelompok saling memberikan masukan serta saran untuk pengembangan pembibitan yang telah dilakukan. Acara praktek pembibitan mangrove ini selesai pukul 12.00 WIB.

Memasuki hari ketiga, materi yang diberikan adalah mengenai keterkaitan pemanfaatan mangrove, khususnya buah mangrove sebagai penganan. Materi pemanfataan kali ini diisi oleh Ibu Lulut (Pengusaha Pnganan Mangrove). Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Ibu Lulut menjelaskan mengenai cara pembuatan sirup dari Sonneratia caseolaris.

Peserta langsung mempraktekan langkah demi langkah pembuatan sirup mangrove, hingga mendapatkan hasil yang siap untuk dikonsumsi. Tujuan diadakannya pelatihan pemanfaatan mangrove ini adalah untuk memberikan motivasi, sekaligus inisiasi kepada peserta agar mampu menghasilkan produk mangrove yang baik. Acara ini berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.

Dihari terakhir, acara diisi dengan koordinasi perencanaan dan tindak lanjut dari program penanaman mangrove yang akan dilaksanakan. Perencanaan tindak lanjut ini akan dilakukan dengan cara membentuk koordinator pembibitan dari masing - masing desa di Wonorejo dan Gunung Anyar.

Pembentukan ini ditujukan untuk memberikan wewenang dan tanggung jawab yang jelas terhadap tiap kelompok di desa masing – masing, dengan harapan kegiatan pembibitan mangrove dapat dikontrol dengan baik, sehingga mampu mengoptimalkan hasil yang didapat. Total pembibitan mangrove yang akan dibuat kurang lebih mencapai 100.000 bibit mangrove.

Dengan berakhirnya acara ini, maka berakhir pula kegiatan pelatihan Pembibitan dan Pemanfaatan Mangrove kali ini. Acara yang berakhir pada pukul 13.00 WIB ini, diakhiri dengan doa dan foto bersama.