5.12.10

Ibu Hana Hasanah Fadel Muhammad dan Bapak Rano Karno-pun Mendapatkan Buku Rehabilitasi dan Pengolahan Mangrove KeSEMaT!

Tanjung Pasir - KeSEMaTBLOG. Tak hanya di tingkat daerah saja, ratusan paket buku mangrove KeSEMaT telah diedarkan. Paket dua buah buku mangrove KeSEMaT, juga telah diberikan oleh para KeSEMaTER kepada para pemangku kebijakan mangrove di tingkat pusat. Contohnya, disaat menghadiri program Ayo Tanam Mangrove (ATM) di Tangerang, para KeSEMaTER berkesempatan untuk memberikan “Buku Rehabilitasi Mangrove dan Pengolahan Beragam Olahan Mangrove” milik KeSEMaT tersebut, kepada Ibu Hana Hasanah Fadel Muhammad (Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Fadel Muhammad – lihat foto di samping ini) dan Bapak Rano Karno (Wakil Bupati Tangerang).

Dua buah buku mangrove KeSEMaT berjudul “Panduan Praktis Teknik Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Pesisir Indonesia” dan “Beragam Produk Olahan Berbahan Dasar Mangrove”, hasil kerjasama dengan tiga mitra kerjanya, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Mangrove For the Future (MFF) Thailand dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Swiss.

Kedua buah buku mangrove KeSEMaT ini, ditulis oleh Bapak Aris Priyono (DK) yang berkolaborasi dengan para mitra kerja KeSEMaT lainnya, antara lain Ibu Lulut Sri Yuliani (perajin Batik Mangrove Surabaya), Bapak Mohson (ketua kelompok tani mangrove Wonorejo, Surabaya), Ibu Diah Ilminingtyas (dosen Teknologi Pertanian Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang), dan Bapak Tengku L. Hakim (Mangrove Action Project Indonesia – Yogyakarta).

Kedua buah buku ini, ditulis dan disusun oleh KeSEMaT, untuk menunjang program nasional pemerintah Indonesia, yaitu ATM. Melalui salah kementeriannya, yaitu KKP, buku mangrove ini telah diedarkan secara luas dengan tujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka turut serta bersama dengan pemerintah, menyukseskan program rehabilitasi mangrove Indonesia, untuk kehidupan mendatang yang lebih baik.


Kedua buah buku mangrove yang masing-masing dicetak secara eksklusif, yang dapat diperoleh secara gratis ini, telah diedarkan oleh KeSEMaT, KKP, MFF dan IUCN ke seluruh Indonesia dan dunia, di jaringan masing-masing.