18.12.10

INI DIA, Sepak Terjang Mahasiswa dan Alumni FPIK UNDIP di Lokakarya Kelompok Kerja Mangrove Nasional!

Jakarta – KeSEMaTBLOG. Lihatlah foto di samping ini, dari kiri ke kanan, ini adalah para mahasiswa dan alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang sedang berfoto bersama, dalam sebuah kegiatan mangrove nasional, yaitu Lokakarya Kelompok Kerja Mangrove Nasional (LKKMN), yang diselenggarakan pada tanggal 14 – 15 Desember 2010 di Gedung Mina Bahari milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Pusat, Jakarta.

Adalah Sdr. Fuad Ashari (KeSEMaT), Bapak Arief Marsudi Harjo (IKAMaT), Bapak Titus (KKP), Bapak Rudiono (Kementerian Kehutanan - KEMHUT), Bapak Rudhi Pribadi (UNDIP), Bapak Aris Priyono (IKAMaT), Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (KeSEMaT) dan Bapak Weka Mahardi, yang kesemuanya adalah Keluarga Besar FPIK UNDIP.

Dalam LKKMN, mereka berdelapan memegang peranan yang sangat strategis, dimana masing-masing dari mereka bertindak sebagai panitia, konseptor dan peserta LKKMN. Sdr. Fuad dan Sdr. Cahyadi dari KeSEMaT yang bertindak sebagai peserta sekaligus panitia LKKMN, telah menggelar pameran mangrove bersama dengan institusi mangrove Indonesia lainnya, yaitu LPP Mangrove dan BAKOSURTANAL. Sebagai perwakilan dari KeSEMaT, keduanya membagikan satu paket buku mangrove gratis KeSEMaT yang diproduksi bersama dengan KKP, Mangrove For the Future (MFF) dan International Union for Conservation and Nature (IUCN) kepada kurang lebih 150 peserta LKKMN yang hadir, dari seluruh Indonesia.

Selanjutnya, Bapak Titus dan Bapak Weka, sebagai perwakilan dari KKP, telah berperan dalam mengonsep acara dan mendatangkan para peserta lokakarya dari seluruh Indonesia yang terdiri dari para praktisi, akademisi, SKPD, swasta, LSM dan institusi pemerintahan lainnya. Sementara itu, Bapak Aris, Bapak Arief dan Bapak Rudi, masing-masing dari mereka telah berhasil menulis dua buah buku mangrove KeSEMaT, mengelola jaringan mangrove di tingkat daerah dan menyambungkannya ke tingkat nasional melalui KKMN, selaku jaringan mangrove nasional, sehingga program-program mangrove pemerintah bisa menjadi tepat sasaran. Satu nama terakhir, yaitu Bapak Rudiono dari KEMHUT, berperan sangat strategis sebagai mitra KKP dalam mengelola kawasan mangrove di Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, sehingga jaringan mangrove di tingkat nasional bisa semakin seimbang dan bersinergi.

Begitu pentingnya peranan para mahasiswa dan alumni FPIK UNDIP ini, di percaturan mangrove nasional. Untuk itulah, sudah sewajarnya apabila kita sebagai civitas akademika FPIK UNDIP bangga dengan KeSEMaT dan almamater FPIK UNDIP lainnya yang telah bekerja keras dalam menyinergikan semua aktor dan pelaku mangrove di Indonesia, dengan cara terus memberikan dukungan dan semangat akan kiprah dan sepak terjang mereka di tingkat regional, nasional dan internasional, demi kelestarian mangrove kita di masa mendatang. Mari kita dukung terus, mereka! Semangat MANGROVER!