31.12.10

SUBHANALLAH, di Demak, Ada Makam di Tengah Laut!

Morosari - KeSEMaTBLOG. SUBHANALLAH, di Demak, Ada Makam di Tengah Laut! Memang Dia Maha Besar, semua bisa terjadi apabila dikehendakiNya. Lihatlah foto di samping ini, walaupun komplek pemakaman ini berada di tengah laut, namun masih tetap bisa kokoh berdiri meskipun ombak terus menerus menerjangnya sehingga akses menuju ke pemakamannya sendiri sudah tidak bisa dilalui lagi, karena telah rusak parah. Sebagai informasi, ini adalah komplek pemakaman Mbah Mudzakir di Morosari Demak, yang menurut warga sekitar, beliaunya sendiri masih keturunan langsung dari Walisongo.

Kondisi pesisir Demak yang dari tahun ke tahun terus mengalami tingkat abrasi yang sangat tinggi, lambat laun telah memisahkan makam Mbah Mudzakir dari daratan yang sebelumnya menyatu. Penebangan mangrove untuk dijadikan area pertambakan semasa Hindia Belanda hingga rezim Orde Baru bahkan sampai dengan sekarang, telah melenyapkan hampir semua hutan mangrove yang ada di sana, sehingga daratan di sekitar komplek pemakaman keturunan Walisongo ini, secara otomatis menjadi lautan lepas!

Sungguh, betapa dahsyatnya dampak buruk dari penebangan hutan mangrove di Morosari, ini. Selain menghilangkan sebuah desa dan telah “berhasil” mengungsikan ratusan KK di Demak, pengalihfungsian ekosistem mangrove menjadi partambakan telah merusak daur ekologi dan keanekaragaman flora dan fauna di sana. Tempat pemakaman, yang sejatinya adalah tempat abadi manusia dan harusnya tak terusik oleh apapun, kini nampak menyedihkan, seperti foto di atas.


Kepedulian dari kita semua untuk tidak lagi menebang hutan mangrove dengan alasan apapun harus selalu kita pupuk bersama, untuk menjaga makam-makam manusia dari kehanyutan (semoga hal ini tidak pernah terjadi), seperti makam Mbah Mudzakir di atas. Semoga saja, pemerintah dan dinas terkait setempat, segera sigap dan bisa menyelamatkan makam Sang Keturunan Walisongo ini, dari gempuran air laut, untuk ditempatkan di tempat yang lebih aman. Amin. Semangat MANGROVER!