16.11.12

KeSEMaT Sebarkan Virus MANGROVER ke DPR RI

Jakarta – KeSEMaTBLOG. Indonesia merupakan negara dengan panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia, dibawah Kanada. Indonesia juga merupakan negara kepulauan, dengan jumlah pulau kurang lebih 18.000 buah. Alhasil, Indonesia mempunyai berbagai masalah yang multi kompleks, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, politik, lingkungan, dan lain-lain. Maka dari itu, Indonesia membutuhkan generasi muda yang mempunyai karakter kepemimpinan yang kuat, untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan yang ada.

Atas dasar itulah, maka mulai tanggal 9 - 12 November 2012 yang lalu, bertempat di kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat, sebanyak 131 mahasiswa yang disaring dari 500-an mahasiswa se-Indonesia, dikumpulkan untuk membahas berbagai permasalahan yang saat ini hangat dibicarakan, di acara Indonesia Leadership Camp (ILC).

ILC merupakan kegiatan tahunan dari Direktorat Kemahasiswaan UI, yang di tahun ini menginjak usia penyelenggaraannya yang ke-3. Kegiatan tahun ini mengambil tema “Integritas dan Kontribusi Pemuda Untuk Kemandirian Bangsa” yang diikuti oleh perwakilan 7 mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), salah satunya Sdr. Muhammad Faisal Rachmasnyah (Presiden) yang menjadi finalis social project terbaik ILC. Berbagai acara yang telah diadakan di kegiatan ini, diantaranya Seminar, Soft Side Leadership Development, Focus Group Discussion (FGD), Kenduri Kebangsaan dan Institutional Visit.

Melalui acara ini, Presiden KeSEMaT berhasil memperluas jaringan Batik Bakau yang menjadi fokus proyek sosialnya dan bisa menyebarkan ilmu mangrovenya kepada mahasiswa seluruh Indonesia yang mayoritas adalah aktivis di kampusnya. Di acara ini, peserta juga sempat berdiskusi mengenai pertahanan dan peran media dengan Komisi I DPR RI, yang diwakili langsung oleh Ketua Komisi I DPR RI.

Hasil dari acara ini adalah terciptanya generasi muda bangsa yang kritis dan peka terhadap permasalahan bangsa. Diharapkan juga, para mahasiswa Indonesia semakin mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan mangrove agar bisa turut serta menjaga kelestariannya di masa depan. Semangat MANGROVER!