7.5.16

Cosplay Mangrove Curi Perhatian Warga Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Satu hal yang paling menarik di setiap penyelenggaraan Mangrove Restoration (MANGRES) adalah hadirnya cosplay yang memiliki filosofi penyelamatan mangrove dan lingkungan hidup. Adalah Putra Lumpur, Putri Sampah, Putri Air, Putra Mangrove dan Putra Hutan, lima sosok cosplay yang di tahun ini kembali dihadirkan oleh KeSEMaT di MANGRES 2016 bertema MANGROVEDOELOE. Lima sosok inilah yang pada saat hadir di Kampanye Simpatik mendapatkan perhatian-lebih dan menarik minat dari warga Semarang.

"Itu mereka sedang ngapain, Mbak? Ada cosplay dari kertas koran, sedang kampanye apa, toh? Pakai nari-nari juga," teriak salah satu warga yang pada saat itu melihat KeSEMaT dan para peserta MANGRES 2016 melakukan Kampanye Simpatik di Tugu Muda, Semarang (23/4).

Cosplay mangrove dan lingkungan dihadirkan selama dua hari oleh KeSEMaT dengan tujuan untuk memancing minat warga Semarang. Filosofinya adalah, ini merupakan sebuah representasi dari peringatan hari-hari besar lingkungan yang berdekatan perayaannya, seperti Hari Peduli Sampah Nasional, Hari Kehutanan, Hari Air, Hari Bumi dan lain sebagainya.

"Hari-hari besar lingkungan tersebut sangat erat kaitannya dengan keberadaan ekosistem mangrove kita. Bersama dengan mangrove, mereka mengatur keseimbangan ekosistem di bumi," ujar Sdr. Febryadi Fajar Sulistyo (staf MENSEK) yang memerankan Putra Mangrove.

"Saya senang mendapat kepercayaan memerankan Putra Mangrove di cosplay MANGRES 2016 ini. Bersama KeSEMaTER lainnya, sudah sejak jauh hari kami mempersiapkan konsep ini untuk kami tampilkan ke muka umum pada saat dua hari pelaksanaan Kampanye Simpatik, yaitu di Tugu Muda dan Simpang Lima," tambahnya.

Bahan yang dipakai dalam menghadirkan lima karakter penuh filosofis inipun mudah didapat, hanya dari bahan-bahan daur ulang dan yang ada sekitar kita, seperti kertas koran, payung, jas hujan, karung goni, lumpur mangrove dan lain-lain.

"Walaupun dibuat dari bahan yang sederhana, justru ini membuat makna cosplay MANGRES 2016 lebih filosofis. Kami ingin mengajak warga Semarang untuk lebih peduli dengan mangrove dan lingkungan di sekitarnya demi menyambut masa depan yang lebih cerah," pungkasnya. (MEA).