30.5.16

KeSEMaT dan IKAMaT Pembicara Pelatihan Pengelolaan Mangrove Dinas Kehutanan Jawa Tengah

Jepara - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 23 dan 24 Mei 2016, dari pagi hingga sore hari, bertempat di Gedung Ali Poernomo BBPBAP Jepara, KeSEMaT dan Yayasan IKAMaT menjadi pembicara Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Hasil Hutan Mangrove. Dalam kesempatan ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Alve Hadika (MENWIRA) dan Sdri. Audy Ramadhani (DP).

"Peserta pelatihan ini adalah warga pesisir Jepara dan Demak yang difasilitasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya, agar warga pesisir di kedua kota dapat lebih optimal lagi dalam memberdayakan sumber daya mangrovenya. Kami membawa Mas Jamang dan Batik Bakau," ujar Sdr. Alve Hadika yang mewakili KeSEMaT sebagai pembicara materi pemanfaatan mangrove.

Di hari pertama, Sdr. M. Faisal R. (Dirut Yayasan IKAMaT) menjelaskan mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove kepada para peserta. Sdr. Faisal menjelaskan bahwa banyak sekali manfaat dan fungsi mangrove yang belum banyak diketahui oleh warga pesisir.

"Hutan mangrove berfungsi sebagai penahan abrasi dan erosi pantai sehingga pemukiman penduduk di sekitarnya aman dari bencana. Selain itu, dari sisi ekonomi, buah mangrove dapat dimanfaatkan untuk batik dan olahan jajanan mangrove," jelasnya.

Para peserta pelatihan nampak bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka banyak bertanya mengenai produk-produk kreatif dari mangrove yang dikembangkan oleh KeSEMaT bersama dengan jaringan mangrovenya, juga mitra kerja.

"Kami sudah tahu ada batik dan jajanan mangrove yang bisa dibuat dari mangrove, namun belum tahu cara pengolahannya. Melalui pelatihan ini, kami jadi mengerti mengenai proses pembuatannya," terang salah satu peserta pelatihan dari Demak.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah ini mengundang KeSEMaT dan Yayasan IKAMaT sebagai pematerinya yang banyak mengeksplorasi materi pengetahuan mengenai teknik rehabilitasi mangrove, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove, juga pemanfaatan mangrove, mulai dari proses produksi, penguatan kelembagaan hingga peningkatan kualitas produk dan teknis pemasarannya. (HP).