9.5.16

KeSEMaT Pelihara 2215 Bibit Mangrove di Mangkang Wetan

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 8 Mei 2016, para Pengurus KeSEMaT Kabinet Daniswara yang dikoordinatori oleh Sdr. Novian P. Kusuma (MENSEK) melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terhadap 2215 bibit mangrove yang sudah ditanam seminggu sebelumnya dalam program penanaman Mangrove Restoration (MANGRES) 2016: MANGROVEDOELOE. Kegiatan ini dilakukan sedari pagi hingga sore hari di Mangkang Wetan, Semarang.

"Hari ini, kami kembali ke pesisir, menjumpai bibit mangrove kami, memelihara dan merawatnya. Ada banyak kegiatan yang kami lakukan, diantaranya mengganti bibit mangrove yang mati dengan yang baru, menyiangi bibit dari lumut dan ganggang, menegakkan ajir dan bibit mangrove yang roboh, dan masih banyak lagi," jelas Sdr. Novian.

Tak hanya itu saja, mereka juga mengatur jaring yang sudah dipasang oleh warga setempat, sebagai pertahanan terhadap kambing yang banyak digembala di sekitar kawasan penanaman mangrove.

"Kambing banyak berkeliaran di sini. Jadi, jaring ini berfungsi sebagai alat pencegahnya agar kambing tak makan daun-daun bibit mangrove," jelasnya lebih lanjut.

Kegiatan di hari itu juga dilanjutkan dengan penghitungan secara visual mengenai persentase kelulushidupan bibit mangrove dari MANGRES di tahun sebelumnya, yaitu MANGRES 2015 yang kebetulan ditanam berdampingan dengan lokasi penanaman mangrove MANGRES 2016.

"Alhamdulillah, kelulushidupan bibit mangrove MANGRES 2015 mencapai 90%. Ini menjadi pertanda yang baik bagi program penghijauan pesisir di sekitar kawasan ini, yang memang sedang dicanangkan oleh KeSEMaT dan warga sini," ujar Sdr. Mahbub Murtiyoso (Presiden). "Semoga saja, setahun lagi, bibit mangrove MANGRES 2016 juga akan mendapatkan pertumbuhan yang optimal seperti MANGRES 2015. Bekerja sama dengan Pak Ali, selaku Ketua Kelompok Tani Mangrove di sini, kami akan terus memantau perkembangannya," tambahnya.

Kegiatan MONEV MANGRES 2016 ditutup dengan pembersihan lokasi penanaman dari sampah plastik, juga penegakan ajir yang telah roboh, dan juga pengambilan dokumentasi kegiatan untuk keperluan pembuatan laporan. (KR).