5.5.16

Long March, KeSEMaT Kampanyekan Penyelamatan Mangrove Indonesia di Simpang Lima

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 24 April 2016, mulai pukul 07.00 - 10.00 WIB, dengan membawa dua buah spanduk, puluhan poster kampanye penyelamatan mangrove, cinta mangrove, peduli mangrove dan berbagai tulian poster lainnya yang menarik, KeSEMaT bersama dengan peserta Mangrove Restoration (MANGRES) 2016: MANGROVEDOELOE mengajak warga Semarang untuk bersama-sama menyuarakan penyelamatan mangrove di Semarang yang sudah rusak 90% dan Indonesia yang sudah terdegradasi lebih dari 70%.

Dipimpin langsung oleh Sdr. Ardyan Syahputra (MENKOMSI) selaku Koordinator Lapangan di hari itu, peserta aksi mulai berkumpul di GSG UNDIP, Tembalang menuju ke CFD di Simpang Lima, Semarang.

"Hari ini kami kembali mengkampanyekan penyelamatan mangrove di Indonesia, namun ada yang berbeda. Kalau kemarin kami di Tugu Muda ber-flash mob, cosplay, juga membacakan janji Mangrover Indonesia, kali ini di Simpang Lima, selain flash mob dan cosplay, kami akan menandatangani janj Mangrover Indonesia di kain putih, juga bermain Ular Tangga Mangrove dan long march meneriakkan untuk kembali ke mangrove yang dulu dan mendahulukan mangrove," jelas Sdr. Ardyan.

Long march dilakukan dengan mengelilingi kawasan CFD Simpang Lima. Secara bergantian, para peserta aksi Kampanye Simpatik MANGRES 2016 berorasi agar warga Semarang menunjukkan kepeduliannya.

Cosplay Putri Sampah, Putra Mangrove dan Putri Air nampak berbaris di depan, memimpin barisan long march sembari menarik perhatian warga Semarang yang lalu-lalang di kawasan Tugu Muda dan membagikan stiker mangrovenya.

"Mangrove di Semarang sudah rusak 90%. Yuk, mulai beraksi dan peduli dengan kelestariannya. Ayo menanam dan memelihara mangrove. Jangan tebang mangrove, pikirkan masa depan bumi dan anak cucu kita nanti," terang Sdr. Novian P. Kusuma (MENSEK) selaku Ketua MANGRES 2016.

Long march berjalan meriah dan sukses yang diakhiri dengan foto bersama. Setelah ini, akan ada aksi penanaman mangrove yang akan diadakan di Mangkang Wetan, Semarang untuk mencegah terjadinya abrasi dan eros pantai. (HAF).