31.5.16

Setda Jateng Borong Batik Bakau

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 28 Mei 2016, dari pagi hingga siang hari, pada saat pameran industri mangrove kreatif di FPIK UNDIP di acara Bedah Buku: Mengelola Laut untuk Kesejahteraan Rakyat, Wakil Gubernur (Wagub) dan Sekretaris Daerah (Setda) Jawa Tengah (Jateng) sempat mengunjungi booth pameran KeSEMaT.

"Senang sekali di Bedah Buku ini, Pak Setda borong Batik Bakau. Pak Setda dan Pak Wagub Jateng juga banyak bertanya mengenai batik dan olahan mangrove kami, Batik Bakau dan Mas Jamang," jelas Sdr. Mahbub Murtiyoso (Presiden).

Sebagai informasi, Setda Jateng, Bapak Sri Puryono adalah penulis buku Mengelola Laut untuk Kesejahteraan Rakyat yang bukunya dibedah, pagi itu.

Sebelum membeli Batik Bakau, Wagub dan Setda Jateng sempat berbincang dengan KeSEMaT seputar teknik pembuatan Batik Bakau yang berhasil dikembangkan oleh KeSEMaT dengan warga binaannya di Mangkang Wetan, Semarang.

Sebagaimana diketahui, bahwa Batik Bakau merupakan produk yang aman bagi lingkungan karena limbahnya dapat langsung terdegradasi oleh alam, mengingat bahan yang digunakan adalah propagul buah mangrove jenis Rhizophora yang telah membusuk.

"Kami membuatnya dari propagul Rhizophora yang telah jatuh dan membusuk di tanah. Warnanya hanya coklat seperti ini, karena tidak dicampur dengan bahan lainnya. Warnanya benar-benar alami," jelas Sdri. Maudina E. A. (staf MENKOMSI) saat ditanya mengenai bahan dan proses pembuatan Batik Bakau.

Bersama dengan warga binaannya di Mangkang Wetan, yaitu Srikandi Pantura, Batik Bakau tak hanya berpameran di event-event lokal saja, melainkan sudah ke merambah ke pameran nasional bahkan produknya sudah terjual ke Jepang, Singapura dan negara-negara tetangga.

"Dengan membuat karya Batik Bakau seperti ini, maka diharapkan cara kampanye kami dapat lebih mengena ke hati masyarakat, karena ternyata dari hutan mangrove dapat dihasilkan karya seni yang bernilai sangat tinggi," jelas Sdri. Maudina lebih lanjut.

"Pak Setda membeli tiga buah. Alhamdulillah. Pak Pur adalah pemerhati mangrove. Kalau tidak salah, beliau penelitiannya juga tentang mangrove di Jawa Tengah, Senang sekali, Batik Bakau sudah masuk ke lingkup pemerintah provinsi Jawa Tengah. Semoga provinsi lain segera menyusul, ya," pungkasnya. (AS).