18.5.16

Tepang Jadi Bahan Dasar Mas Jamang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Tepang (Tepung Ketapang) yang saat ini sedang dikembangkan risetnya oleh KeSEMaT, sekarang resmi menjadi salah satu bahan dasar makanan yang diolah oleh Kelompok Pengolah Jajanan Mangrove Bina Citra Karya Wanita, warga binaan Mas Jamang. Bertempat di Desa Mangkang Wetan, Semarang, Tepang akan menjadi varian baru dari Mas Jamang. Seperti diketahui, Mas Jamang sebagai sebuah label Jajanan Mangrove Semarang merupakan warga binaan KeSEMaT yang sukses mengubah buah mangrove jenis Api-api dan Lindur menjadi makanan sehat layak konsumsi dengan kandungan karbohidrat tinggi.

"Senang sekali, tadi saya bertemu langsung dengan Ibu Mufidah dan menyerahkan Tepang. Tepang menjadi tepung mangrove ketiga yang akan diolah oleh Mas Jamang menjadi beragam varian produknya. Sambil berdiskusi pengembangannya ke depan, kami mencoba bereksperimen dengan produk-produk turunan Mas Jamang," jelas Sdri. Eldita Amalia (staf ahli MENPORSI) selaku owner Tepang.

Sebagai informasi, Tepang sendiri awalnya merupakan sebuah produk tepung mangrove yang berhasil didanai risetnya oleh DIKTI, melalui program Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional.

"Kami mengajukan proposal kepada DIKTI untuk dapat mendanai Tepang dalam kategori kewirausahaan, dan Alhamdulillah lolos. Saat ini, sudah dalam tahap monitoring dan pengemasan produk. Kami bekerjaama dengan Mas Jamang sebagai produk dari KeSEMaT sendiri, untuk menjaga kualitas dan pemasarannya agar dapat lebih tersinergi dan tersebar luas," jelas Sdri. Sulistiowati (staf ahli MENDIKTAN) yang juga merupakan anggota tim Tepang.

Harapan kedepan setelah Tepang bekerjasama dengan Mas Jamang adalah dapat memberikan pelatihan kepada warga pesisir di Indonesia karena Tepang dapat dengan mudah dijumpai di kawasan mangrove dengan sebaran yang luas dan melimpah.

"Bahkan di depan rumah saya juga ada Ketapang, karena ini merupakan mangrove asosiasi, jadi hidupnya bisa di daratan, tak hanya mendampingi mangrove di kawasan pesisir saja," jelas Sdri. Sulistiowati.

"Pengembangan Tepang kedepan, semoga saja menjadi mata pencaharian alternatif, dan untuk KeSEMaT sendiri, ini merupakan tepung yang ketiga yang dikembangkan, mengingat Mas Jamang sebelumnya sudah berhasil menepungkan Api-api dan Lindur," pungkasnya. (MEA).