19.5.16

KeSEMaT Hadiri Penanaman 18.709 Mangrove CV KeMANGI dan PJB Rembang di Desa Bonang

Rembang - KeSEMaTBLOG. Bersamaan dengan perayaan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2016, CV. KeMANGI bekerja sama dengan Pembangkit Jawa Bali (PJB) Rembang melaksanakan kegiatan yang bertajuk Mangrove For Earth (MFE) melalui gerakan penanaman mangrove sebanyak 18.709 bibit di Pantai Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

Kegiatan ini merupakan kegiatan puncak dari kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu Program Rehabilitasi Mangrove dan Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Bonang, Rembang, Jawa Tengah, mulai tanggal 18 April 2016.

Acara ini dihadiri oleh ratusan orang peserta dari berbagai dinas dan instansi terkait, seperti General Manager PT. PJB Rembang Jakfar Sadiq, Direktur Operasional II Pembangkit Jawa Bali Miftahul Jannah, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Kepala Divisi PT. PLN Regional Jawa Tengah, Kapolres Kabupaten Rembang, Dandim Kabupaten Rembang, Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, Badan Lingkungan Hidup Rembang, Dinas Pariwisata Rembang, Camat Lasem, KeSEMaT, KeMANGTEER, Yayasan IKAMaT, Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Bonang, dan siswa/i dari sekolah SMPN 1 Lasem, SMPN 2 Lasem, dan MTS Sunan Bonang. Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 – 11.30 WIB.

Dalam sambutannya, Direktur Utama CV. KeMANGI, Rohmat Kuslarsono menyampaikan pelestarian ekosistem mangrove sangat penting untuk dilaksanakan.

"Mangrove nantinya akan sangat bermanfaat bagi anak cucu kita di masa mendatang karena memiliki fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial. Mangrove merupakan tumbuhan yang berfungsi untuk melindungi kawasan pesisir dari gelombang laut, angin, badai, erosi, dan abrasi," terangnya.

Jakfar Sadiq dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa PT PJB Rembang akan terus berkomitmen mengembangkan program-program CSR (Corporate Social Responsibility) sejak berdirinya PT PJB Rembang pada tahun 2007, hingga saat ini.

"Pada tahun 2016, PT PJB Rembang akan terus mengembangkan program-program CSR seperti pengembangan produk terasi, pelatihan kue tradisional, dan pembuatan batik yang telah kami laksanakan pada tahun 2015. Kedepannya, kami akan melaksanakan pelatihan teknik pengemasan produk dan pemasarannya melalui media konvensional maupun media online. Selain itu, ada juga pelatihan teknisi las dan AC yang berkerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rembang, juga program pengolahan sampah, dan program beasiswa bagi siswa/i Rembang," jelasnya.

Kegiatan penanaman mangrove merupakan salah satu bentuk komitmen PT PJB Rembang dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan dari perubahan iklim, mengingat kondisi alam yang kian memprihatinkan, sehingga diharapkan dapat memunculkan kesadaran terhadap masyarakat untuk tuurt serta melestarikan ekosistem mangrove.

"Jenis mangrove yang ditanam adalah Avicennia sp karena kondisi substrat lumpur yang mendominasi di lokasi penanaman, yang sebelum pelaksanaan penanaman telah dilakukan studi awal oleh CV. KeMANGI dan Yayasan IKAMaT," ujar M. Faisal R. selaku Dirut Yayasan IKAMaT.

"Dengan adanya kegiatan penanaman mangrove di Desa Bonang, nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Bonang dalam melindungi tempat tinggal masyarakat di sekitar kawasan Pantai Bonang dan keberhasilan mangrove yang ditanam nantinya dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan dan batik serta Desa Bonang dapat menjadi destinasi desa wisata, sehingga masyarakat Bonang dapat merasakan manfaat dari keberadaan mangrove di sekitar tempat tinggal mereka," terang Jakfar.

Dirut CV. KeMANGI secara langsung juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah menyukseskan program MFE ini.

"Banyak sekali liputan dari media lokal maupun nasional di acara kami ini. Terima kasih atas dukungannya. Banyak juga stake holder terkait yang bersinergi dan membantu kami dalam menyukseskan MFE. Semoga ini menjadi awal yang baik dalam membangun kembali kawasan mangrove dan pesisir kita," pungkasnya. (SN).