6.5.16

Mangrove Flash Mob Guncang Simpang Lima

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 24 April 2016, bertempat di kawasan CFD Simpang Lima, mulai dari pukul 06.00 - 10.00 WIB, KeSEMaT dan para peserta Mangrove Restoration (MANGRES) 2016: MANGROVEDOELOE menggelar Kampanye Simpatik penyelamatan mangrove dengan cara menggelar flash mob, long march, pembagian stiker, bermain ular tangga mangrove, cosplay dan lain sebagainya. Khusus flash mob, kegiatan ini mendapat perhatian dari banyak orang yang terlihat lalu lalang di pagi itu.

"Setiap gerakan flash mob ini berfilosofi," ujar Sdr. Anggi Setiabudi (staf MENDIKTAN) selaku koordinator flash mob MANGRES 2016. Gerakan tangan ke atas adalah sebuah semangat melakukan perlawanan terhadap kejahatan ekologi, dalam hal ini pengrusakan hutan mangrove. Ini juga sebuah tanda bahwa kami tak mau tinggal diam dan melawannya dengan aksi-aksi positif penanaman dan pemeliharaan mangrove dan masih banyak gerakan lainnya," tambahnya.

Flash mob dilakukan beberapa kali sebelum dan sesudah kampanye simpatik. Beberapa orang yang lalu lalang di kawasan CFD Simpang Lama, tak hanya melihat bahkan turut menari mengikuti gerakan yang dipandu oleh para instruktur.

"Tujuan kami adalah mengkampanyekan penyelamatan mangrove dengan cara yang lebih menyenangkan, lebih menggembirakan, lebih ceria. Tak selamanya demo-demo itu merusak. Kami ingin mengajak menari warga Semarang, juga bernyanyi sambil memberikan pengertian kepada mereka bahwa kondisi pesisirnya sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan, dimana sudah 90% lebih hutan mangrove di Semarang telah rusak atau sudah berubah fungsi menjadi pertambakan, daerah industri dan peruntukan lainnya," jelas Sdr. Mahbub Murtiyoso (Presiden).

Tak hanya flash mob, juga terlihat penandatanganan dukungan terhadap penyelamatan mangrove Indonesia yang dituangkan dengan cara melakukan cap tangan menggunakan cat air di kain putih. Tanda cap tangan ini sebagai bukti bahwa generasi muda Indonesia memberikan dukungan sepenuhnya terhadap segala upaya penyelamatan hutan mangrove di negerinya.

"Acung jempol bagi semua pihak yang telah sukses mem-flash mob-kan Semarang di pagi ini. Luar biasa semangatnya dalam berjuang melawan ketidakadilan yang masih melanda kawasan mangrove Indonesia. Mangrove dulu, dulukan mangrove," ujar Sdr. Hatta Adi Failasuf (staf MENWIRA) selaku orator di pagi itu. (RKY).