31.5.16

KeSEMaT Hadiri Workshop KLHS Penyusunan RPJMD Kota Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 26 Mei 2016, mulai pukul 10.30 - 14.30 WIB, bertempat di Hotel Dafam Semarang, KeSEMaT menghadiri Workshop Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2016 - 2021 yang diselenggarakan oleh Pokja Pengendalian Lingkungan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Pada kesempatan kali ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Mahbub Murtiyoso (Presiden) dan Sdri. Eldita Amalia (staf ahli MENPORSI).

Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang menjelaskan mengenai rangkaian analisis yang sistematik, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah.

Untuk itulah, maka dirumuskan delapan tema isu pembangunan berkelanjutan, diantaranya adalah penataan ruang, kerusakan lahan, bencana alam, kesehatan, kesenjangan sosial, pertanian, pemukiman dan daya saing.

Seperti yang diketahui, bahwa lokasi rawan abrasi di Semarang pada tahun 2013 mencapai 36,63 km. Kerusakan mangrove berakibat pada adanya abrasi, yaitu hilangnya daratan pantai seluas 92 ha/tahun.

"Sehubungan dengan adanya isu penataan ruang, yaitu belum optimalnya pengelolaan wilayah perbatasan dan belum optimalnya pengelolaan kawasan pesisir dan pertambakan, maka dari itu diadakanlah workshop ini, yang dihadiri oleh dinas-dinas yang ada di Semarang dan komunitas lingkungan lainnya, untuk saling bertukar pikiran dan mengesahkan perumusan delapan isu yang akan di perbaiki untuk kedepannya," jelas Sdri Eldita.

Kehadiran KeSEMaT di workshop ini sangat penting mengingat keberlanjutan program-program rehabilitasi mangrove KeSEMaT sangat berkaitan dengan RPJMD Kota Semarang tahun 2015 - 2020.

"Harus sinkron dan sinergi. Program rehabilitasi mangrove kami tak akan dapat berjalan dengan optimal apabila kami tidak mengetahui bagaimana perencanaannya di masa depan. Kawasan hijau di Semarang sudah dipetakan, kami harus tahu bagaimana posisinya dengan pemetaan kawasan lainnya, seperti industri, pemukiman dan lainnya. Harus sinergi agar dapat berjalan beriringan tanpa bersinggungan," ujar Presiden KeSEMaT.

Workshop berjalan dengan baik dan lancar yang akan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan berikutnya untuk menyosialisasikan hasil-hasil yang telah disepakati bersama. (TP).