30.5.16

Kelompok Perempuan Pesisir Rembang Berkunjung ke Sentra Batik Bakau dan Mas Jamang

Mangunharjo - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 26 Mei 2016, mulai dari pagi hingga siang hari, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Rembang bersama dengan Kelompok Perempuan Pesisir Rembang melakukan kunjungan ke Sentra Mas Jamang dan Batik Bakau di Semarang.

Kegiatan ini masih dalam satu rangkaian kegiatan Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Mangrove yang diinisiasi oleh DKP Rembang.

"Hari ini, sentra Mas Jamang dan Batik Bakau penuh dengan Ibu-ibu dan Bapak-bapak warga pesisir dan dinas dari DKP Rembang. Mereka belajar pengelolaan mangrove kepada warga binaan KeSEMaT. Senang sekali, saya dapat memfasilitasi kegiatan ini," ujar Sdr. Mustagfirin (MENDIKTAN) selaku fasilitator kegiatan.

Kegiatan hari ini merupakan agenda lanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya, dimana telah dilakukan pelatihan di Kantor DKP Kabupaten Rembang dengan pembicara Bpk. Cahyadi Adhe Kurniawan selaku CEO Batik Bakau dan Mas Jamang.

Dalam pelatihan di ruangan kemarin, telah dijelaskan mengenai fungsi dan manfaat mangrove, yang salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai batik mangrove, sebagaimana yang sukses dikembangkan oleh KeSEMaT melalui Batik Bakau dan warga binaannya di Semarang.

Di sentra, rombongan DKP Rembang dan warga pesisir Rembang  disambut langsung oleh Ibu Mufidah selaku koordinator kelompok Mas Jamang dan Batik Bakau.

"Saya senang mendapat kunjungan dari Bapak dan Ibu dari DKP dan warga pesisir Rembang. Di sini, dengan pendampingan dari KeSEMaT, kami yang tadinya ibu rumah tangga biasa, sekarang dapat menjadi wirausahawan yang mengolah jajanan dan batik, yang hasilnya dapat mensejahterakan warga di sini," jelas Ibu Mufidah.

Selama di sentra, rombongan mendapatkan pengetahuan mengenai teknik membuat jajanan dan batik mangrove, mulai dari proses pengambilan buahnya hingga teknis pemasarannya.

"Kami sangat berterima kasih kepada Mas Cahyadi juga KeSEMaT sehingga mendapatkan banyak ilmu di sentra Mas Jamang dan Batik Bakau, ini. Akan kami coba adopsi di Rembang untuk memberdayakan warga pesisir di sana. Semoga dengan demikian, warga kami akan makin sejahtera dengan wirausaha di bidang industri kreatif mangrove," jelas Bpk. Windy Indra A. selaku perwakilan dari DKP Rembang.

Keseluruhan acara berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan beberapa kesimpulan, rekomendasi dan foto bersama. (TP).