23.11.21

KeSEMaT dan PT Indonesia Power Dirikan Arjuna Berdikari, Warga Binaan Baru Pengolah Kopi Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. KeSEMaT dan PT Indonesia Power kembali berkolaborasi dalam hal pengembangan produk-produk olahan mangrove non kayu. Setelah sukses mendirikan Bina Citra Karya Wanita dan Srikandi Pantura di tahun 2012, yang masing-masing adalah warga binaan pengolah aneka jajanan dan batik mangrove, kali ini, di tahun 2021, keduanya sepakat mendirikan Arjuna Berdikari, warga binaan baru yang mengolah kopi mangrove. (6/8/21).

"Acara peresmiannya diadakan di kediaman Bapak Ferry, selaku koordinator Arjuna Berdikari," kata Sdr. Paspha Ghaishidra Muhammad Putra (DP). "Mulai dari pagi, yaitu pukul 08.00 WIB hingga siang hari, kami sempat berdiskusi mengenai kopi mangrove, sebelum akhirnya pada pukul 11.09 WIB Arjuna Berdikari resmi berdiri," lanjutnya.

Dengan berdirinya Arjuna Berdikari, maka hingga tahun 2021 ini, KeSEMaT secara resmi telah memiliki tiga warga binaan, yaitu Bina Citra Karya Wanita, Srikandi Pantura (yang terdiri dari Ibu-ibu warga pesisir) dan Arjuna Berdikari (yang terdiri dari Bapak-bapak warga pesisir), yang masing-masing mengolah jajanan, batik dan kopi mangrove.

"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Ferry atas kerja samanya dengan kami, dimana kita bisa berkolaborasi mengolah produk mangrove non kayu kopi mangrove," ucap Sdr. Ghifar Naufal Aslam (Presiden). "Kopi mangrove kita ini, nanti kita pasarkan secara daring dan luring dengan label Pak Komat, yang semoga dapat diterima oleh masyarakat luas," harapnya.

Sdr. Anggoro Da'an Budi Saputro (MENWIRA) menambahkan bahwa departemennya juga telah menyiapkan hari khusus untuk mengurus SPP-IRT kopi mangrove agar segera dapat dipasarkan.

"Saya dan teman-teman dari DEPWIRA akan segera mengurus SPP-IRT-nya di bulan depan," jelas Sdr. Anggoro. "SPP-IRT ini penting sekali, dimana menjelaskan kepada konsumen bahwa kopi mangrove Pak Komat ini, aman dikonsumsi," jelasnya lebih lanjut.

Bpk. Lurah yang juga hadir pada kesempatan ini mengatakan bahwa dirinya bangga memiliki warga yang dapat mengolah buah mangrove secara ekonomi untuk meningkatkan mata pencaharian.

"Dengan konsep budi daya, hasil olahan kopi mangrove yang diambil dari buah mangrove yang matang, tidak akan merusak mangrove, justru dapat melestarikannya hingga mampu menambah penghasilan warga di sini," tambah Bpk. Lurah.    

Bpk. Ferry menceritakan bahwa dirinya sudah mengkonsumi kurang lebih lima tahun kopi mangrove ini. Menurutnya, produk ini aman konsumsi bahkan dapat meningkatkan stamina.

"Dengan bekerja sama dengan KeSEMaT, yang akan meneliti kandungannya, saya berharap pemasarannya akan lebih dapat menjangkau banyak orang," harap Bpk. Ferry.

Kedepan, KeSEMaT juga sudah memproyeksikan Arjuna Berdikari menjadi trainer mangrove yang baru, yang akan bergabung dengan Srikandi Pantura dan Bina Citra Karya Wanita untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai olahan kopi mangrove di seluruh pesisir Indonesia.

"Sudah ada permintaan dari beberapa dinas bahkan kementerian yang tertarik untuk mengundang kami sebagai trainer pengolahan kopi mangrove," ujar MENWIRA. "Jadwal terdekat adalah ke Demak, untuk memberikan pelatihan kopi mangrove di Kampung KB atas undangan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Demak," terangnya lebih lanjut. 

Keseluruhan acara berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan beberapa kesimpulan dan foto bersama. (ADM/AP/ADBS).

No comments:

Post a Comment