4.6.18

Meriahnya Kampanye Simpatik Mangrove Restoration 2018 di Simpang Lima, Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 22 April 2018, bertempat di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima, mulai dari pukul 06.00 - 09.00 WIB, KeSEMaT dan para peserta Mangrove Restoration (MANGRES) 2018 yang pada tahun ini mengusung tema Mangrove Olympic menggelar Kampanye Simpatik Penyelamatan Mangrove dengan cara menggelar flash mob, longmarch, aksi freeze dengan pembacaan puisi, membagi stiker, bermain games, cosplay, penampilan band dan lain sebagainya.

"Hari ini, kami mengadakan Kampanye Simpatik Penyelamatan Mangrove dengan tema Mangrove Olympic di kawasan CFD Simpang Lima, Semarang. Tema Mangrove Olympic dipilih karena untuk menyambut semarak pagelaran olahraga terbesar se-Asia, yaitu Asian Games yang pada tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumahnya. Tentunya dengan adanya kampanye simpatik Mangrove Olympic kali ini, kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat di Semarang dan Indonesia untuk peduli terhadap kondisi mangrove dan mengajak mereka untuk melestarikan ekosistem mangrove secara menyeluruh," ujar Sdr. Bayu Khrisna Y. (staf ahli MENPORSI), selaku ketua acara MANGRES 2018.

"Kampanye kali ini, banyak menarik perhatian masyarakat yang berlalu-lalang di CFD. Hal ini karena berbagai macam cosplay yang kami bawa nampak sangat mencolok di keramaian. Cosplay yang dikenakan, masing-masing mewakili peringatan Hari Air, Hari Lahan Basah, Hari Peduli Sampah, Hari Kehutanan dan Hari Bumi," tambah Sdr. Bachtiar Eka B. (MENPORSI), selaku koordinator lapangan.

Flash mob dilakukan beberapa kali, sebelum dan sesudah kampanye simpatik. Kegiatan ini mendapat perhatian dari banyak orang yang terlihat lalu lalang di kawasan CFD Simpang Lama pagi itu. Tak hanya melihat, bahkan beberapa dari mereka juga turut menari mengikuti gerakan flash mob yang memang sangat energik.

“Setelah flash mob, kami melakukan aksi freeze, kemudian juga melakukan teatrikal puisi tentang mangrove. Aksi ini, lagi-lagi menarik perhatian warga. Setelah aksi teatrikal puisi, kami juga menampilkan band kebanggan kami, yaitu KeSEMaTUSTIK. Seru sekali kampanye kali ini,” tambah MENPORSI.

Aksi longmarch dilakukan dengan berkeliling Simpang Lima sembari berorasi tentang kondisi mangrove di Semarang yang 90% telah rusak. Para peserta juga membawa poster-poster tentang mangrove.

Selama longmarch, cukup banyak masyarakat yang memperhatikan dan menyimak. Tak hanya diam mendengarkan bahkan beberapa orang saling bergantian meminta foto bersama cosplay yang dikenakan pada MANGRES kali ini.

"Pada kampanye ini, kami ingin mengajak masyarakat di Semarang untuk ikut peduli dalam penyelamatan mangrove. Kami memilih cara yang lebih menyenangkan, lebih ceria, dan lebih asyik dalam mengkampanyekan mangrove. Melalui flash mob, games, longmarch, penampilan band dan sebagainya, kami ingin membagikan semangat konservasi mangrove kepada warga Semarang sambil menari dan menyanyi," jelas Sdr. Bifa Aulia M. (Presiden KeSEMaT). "Harapannya, dengan cara tersebut, maka kami akan dapat menggugah kepedulian masyarakat mengenai pentingnya fungsi dan manfaat mangrove bagi kehidupan kita. Seperti yang kita tahu, kondisi pesisir kini dalam tahap yang mengkhawatirkan, dimana sudah 90% lebih hutan mangrove di Semarang telah rusak atau sudah berubah fungsi menjadi pertambakan, daerah industri dan peruntukan lainnya. Maka dari itu, kami ingin menyadarkan masyarakat agar melek mangrove," tambahnya.

Pada acara ini, juga disediakan kain putih agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam menyarakan aksi kepedulian mereka terhadap penyelamatan mangrove.

"Ratusan tanda tangan berhasil kami kumpulkan. Ini adalah sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap MANGRES, juga mangrove Semarang, Indonesia dan dunia," kata MENPORSI. "Panitia juga membagikan stiker dan brosur tentang mangrove kepada masyarakat. Acara ditutup dengan foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia MANGRES," pungkasnya. (BEB/ADM).