16.10.12

Yuk, Membatik Mangrove Bersama Pak Eno!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Di samping ini adalah Pak Eno. Perajin batik yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia batik dan mempelopori berdirinya Kampung Batik Semarang ini, pada tanggal 7 Oktober 2012 yang lalu, telah memberikan pelatihan teknik membatik mangrove, yang diciptakan oleh Ibu Lulut asal Surabaya. Mempergunakan bahan-bahan alami, yaitu propagul salah satu jenis mangrove Rhizophora yang telah membusuk, Pak Eno sangat piawai memberikan informasi dan pengetahuan baru kepada puluhan peserta Mangrove REpLaNT 2012.

Pemilik Griya Zie Batik ini, menjelaskan bahwa buah-buahan mangrove, khususnya propagul mangrove yang telah membusuk, dapat dipergunakan sebagai bahan pewarna batik alami. Selain aman dan tidak mencemari lingkungan, hasil dari pewarna batik mangrove ini juga sangat indah, yaitu warna coklat sehingga terlihat sangat elegan.

Selain mempergunakan pewarna asli dari mangrove, saat ini Pak Eno juga sedang mengembangkan motif-motif flora dan fauna mangrove, bekerjasama dengan @BatikBakau dalam rangka pengerjaan program Kampung Batik Mangrove Semarang, sebagai hasil kerjasama antara KeSEMaT, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang dan PT. Indonesia Power Jakarta.

Pak Eno berharap, dengan semakin populernya batik mangrove yang sudah begitu baik diperkenalkan oleh Ibu Lulut ke seluruh Indonesia bahkan manca negara, maka kehadirannya di Semarang, setidaknya bisa menyadarkan warga pesisir dan kota Semarang, agar segera tersadar akan manfaat mangrove yang luar biasa untuk meningkatkan mata pencaharian dan kehidupam manusia, sehingga tidak akan ada lagi kasus-kasus penebangan mangrove oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Amin. Semangat MANGROVER!