28.4.18

Belajar Flora dan Fauna Mangrove di Kelas Mangrove Sore KeSEMaTHURSDAY

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 22 Maret 2018, mulai pukul 17.00 s.d 18.00 WIB yang bertempat di Kantor KeSEMaT, Semarang, KeSEMaT telah melangsungkan KeSEMaTHURSDAY (KTD) yang ke-3, yang kali ini menghadirkan pembicara Bpk. Ganis Riyan Efendi, S.Kel selaku Direktur Program Internal Yayasan IKAMaT, dengan tema materi Flora dan Fauna Mangrove.

Materi Flora dan Fauna Mangrove sangat menarik untuk dibahas. Flora mangrove yang terdapat di Indonesia hampir 200 lebih jenisnya, mulai dari Avicennia sp, Aegiceras corniculatum dan Casuarina sp, yang berturut-turut termasuk kedalam mangrove mayor, minor dan asosiasi.

“Dikarenakan banyaknya jenis mangrove yang tersebar dan penampakannya yang terkadang serupa, maka mengharuskan kita sebagai peneliti mangrove untuk dapat mengidentifikasinya dengan baik,” ujar Bpk. Ganis.

Adapun tips yang dibagikan oleh Bpk. Ganis agar kita mudah mengidentifikasi mangrove, yaitu dengan sering turun ke lapangan dan harus sering membaca buku identifikasi mangrove agar dapat menghafal jenis-jenisnya.

“Mengidentifikasi jangan melihat dari satu bagian saja. Jangan hanya daun saja ataupun buah saja. Saat kita tidak terlalu yakin dengan jenisnya, maka kita tidak boleh mengidentifikasinya dengan gegabah. Untuk itu apabila tidak bisa sampai spesies, sampai genus saja, tidak mengapa,” ungkapnya.

Ekosistem mangrove sangatlah kompleks, selain flora juga terdapat fauna yang hidup di sekitarnya. Fauna yang terdapat di ekosistem mangrove yang bersifat endemik, diantaranya Bekantan, Ikan Gelodok, Udang Pistol dan Kepiting Ungu. Ada juga Burung Kuntul, Biawak dan bahkan Buaya.

Bpk. Ganis menambahkan bahwa setiap fauna tersebut memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Flora dan fauna mangrove sangat beragam, kita sebagai manusia sudah seharusnya melestarikan dan melindungi keberadaan mereka.

Seperti halnya mangrove, jika ditanam bukan pada substrat di habitatnya, maka ia tidak dapat tumbuh maksimal dan bahkan bisa mati.

Pada KTD kali ini, setelah pembicara selesai menyampaikan materinya, juga dibuka sesi tanya jawab. Antusiasme peserta cukup tinggi, ini terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Keseluruhan acara berlangsung dengan baik dan lancar, yang diakhiri dengan doa dan foto bersama. (IM/ADM).