6.5.11

Chery dan David, Mahasiswa China dan Philipina di Mangrove Cultivation 2011

Teluk Awur – KeSEMaTBLOG. Adalah Chery dan David (nama panggilan), dua peserta Mangrove Cultivation (MC) 2011 yang berasal dari China dan Philipina. Chery bernama lengkap Zhang Shubing, berasal dari Guangdong University, China. Sementara itu, David K. Rosario adalah seorang mahasiswa yang masih kuliah di University of Asia and The Pacific, Philipina. Keduanya menjadi peserta MC 2011 mewakili negaranya, masing-masing. Ketertarikan mereka terhadap MC 2011, disampaikan kepada para peserta dan panitia MC 2011 disaat sesi ramah tamah. David yang saat ini bekerja untuk salah satu LSM di Semarang, memang sedang menangani mangrove dan masyarakatnya. Sementara itu, Chery yang memiliki hobi fotografi, kiranya lebih ingin menyatu dengan alam dan mengkoleksi foto-foto mangrove yang merupakan pengalaman baru, baginya.

Kedua mahasiswa luar negeri ini, nampak begitu menikmati waktunya, selama kurang lebih tiga hari bersama dengan puluhan peserta MC 2011 lainnya, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, saking senangnya bisa merasakan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di MC 2011, pada saat kesan dan pesan, sesaat sebelum MC 2011 ditutup, Chery mengatakan bahwa dia begitu cinta dengan para peserta dan panitia MC 2011 yang sudah dianggapnya seperti keluarga, untuk itulah dia seakan tidak mau kembali ke China karena dia cinta Indonesia. Selanjutnya, David juga tak mau kalah, pengalaman dan pelatihan mangrove yang didapatkannya saat MC 2011, adalah pengalaman yang tak terlupakan didalam hidupnya. Mandi lumpur, membibitkan, menanam dan menyulam mangrove di MECoK, adalah pengalaman pertamanya, disaat menginjakkan kakinya di Indonesia.

Kehadiran para peserta dari luar negeri, di setiap program konservasi mangrove KeSEMaT, dalam beberapa tahun terakhir ini memang sudah menjadi tradisi. Jepang, Swiss dan Timor Leste adalah tiga negara yang pernah mencatatkan dirinya sebagai peserta program konservasi mangrove KeSEMaT. Ke depan, KeSEMaT menargetkan untuk bisa lebih banyak mengikutsertakan para peserta dari luar negeri, agar konsep-konsep konservasi mangrove yang bermuatan lokal asli Indonesia, juga bisa go international dan diadopsi di banyak negara di dunia. Amin. Semangat MANGROVER!